CREATION

CREATION
Teknik pembunuhan sadis


__ADS_3

Siang itu, Ia membantu menurunkan barang-barang pesanan konsumen di mesjid yang di renovasi. Setelah selesai ia memutar kendaraanya untuk kembali ke matrial. Ku melihatnya dari dalam kaca, ia benar-benar Eki.


Ku suruh supir untuk mengikutinya, dari kejauhan mobil pick up itu berhenti di pinggir jalan. Lampu hajard kanan-kiri menyalah. Ia pun turun dari ruang mengemudi sambil membawa peralatan bengkel dan membuka salah satu ban belakang.


"Anak yang malang cepat sekali ajal menjemput mu", sahud Juniot dengan suara kecil.


“Broo ini kesempatan emas, tancap gas dan serempet ia hingga sekarat", Junior memerintahkan sang supir.


“Laksanakan tuan“, ucap supir kepercayaanya.


Dengan kecepatan tinggi mobil yang di tumpangi Junior melesat dengan cepat, kendaraan itu menyerempet eki yang sedang menganti ban belakang (dar...) suara tabrakan itu, eki yang terpental 10 meter, meringis ke sakitan meminta pertolongan namun di saat itu lokasi jalanan tidak satu pun yang melintas, hanya dia Eki dan lelaki bertopeng itu yang menghampirinya.


“Tolong... tolong...tolong aku", Eki meringis kesakitan seraya meminta pertolongan.


Mobil yang menghajarnya dari arah samping berumuran darah. Dari pintu belakang, ada seorang lelaki bertopeng menghampiri korban kecelakaan itu.


“Pak, tolong aku.... aku bisa mati...tolong", Eki merintih meminta pertolongan.


Lelaki bertopeng itu dengan tanganya mengoleskan darah dari korban ke wajahnya.


“Manis sekali darah ini hahahahah", ucap Junior yang menahan tawa.


“Tolong pak... tolong pak", ucap Eki meminta tolong.


Lelaki bertopeng itu berdiri dan membalikan badanya dari arah orang itu, dan menoleh kembali dan menginjak-nginjak tangan korban dan menekan lalu memutar.


“Sakit pak...sakit pak, tolong pak ", ucap Eki.


“Ini tidak lebih sakit dari penuduhan yang tidak pernah sama sekali ku lakukan", sambil menginjak-nginjak.


(Lalu ia diangkat dan di benturkan di body samping mobil itu)


“Ampunkan saya pak, apa salah saya... saya tidak pernah berbuat jahat ke orang lain", jawab Eki yang meminta ampun.


“Tidak pernah berbuat salah, apa kata kamu ?...coba katakan lagi... saya ingin dengar di telingga saya....!", tanya Junior.


“Saya tidak pernah berbuat salah pak, tolong pak... apa salah saya ?", tanya Eki yang meringis kesakitan.


Lelaki itu, membuka topeng yang ia gunakan di wajahnya sebagai penutup, dan menekan wajah korban. “Coba kamu ingat siapa saya, lihat saya dengan seksama”, Junior sambil mengigatkan.

__ADS_1


“Tidak..tidak.. kamu Junior", Eki dengan wajah ketakutan.


“Tebakan anda benar sekali, aku Junior teman satu kerja kamu, yang kau iri dan memfitnahnya hingga ia kehilangan pekerjaaanya. Padahal anak muda itu baik kepada siapapun, namun kenapa kau menjahatinya... dan sekarang anak muda itu bukan penjahat... tapi sangat sadis dalam menghabisi lawanya.


“Tidak... aku ini Eki teman kamu, mana mungkin kamu setega itu", ucap Eki meminta belas kasih.


“Teman... teman kata kamu... sekarang kau berani ucapkan di hadapanku. Ya sekarang kita teman di neraka, tapi kamu dulu yang masuk ya, aku belakangan kan kamu duu yang mati, ets salah bukan kamu dulu yang mati. Tapi bakalan sebentar lagi", ucap Junior dengan ketawa terbahak-bahak.


"Tidak...", mengeleng-gelengkan kepala, lalu ia mencoba berdiri dengan rasa menahan rasa sakit dan berlari meninggalkan lelaki bertopeng.


“Tuan dia lari, saya akan kejar dia dan habisin", sahut anak buahnya.


“Jangan, kau terlalu berjalan membatasi hak mu.. jangan langsung di bunuh, aku takut dosa, itu dilarang semua agama, aku ingin memberikan nafas untuk dia menghirup nikmat dunia hanya beberapa detik, atau 2 menit. Sisanya aku yang bermain-main denganya", ucap Junior dengan tersenyum.


Junior mengendari motor yang di bawa ke dua anak buahnya.


“Kalian semua tunggu aku, anggap aja ini bioskop dadakan", Lalu Junior mengejar dengan mengendari motor cruiser berwarna hitam. Tepat 1 langkah di belakang orang itu.


“Hahaha", Junior mentertawakan Eki yang sedang berlari.


Lalu ia menendang Eki yang sedang berlari terseret-seret.


“Tidak... tolong aku.... ma’afkan aku Junior.. aku terpaksa di suruh tedi", Eki memihon ampun.


“Hahahahaha...aku puas, Kalau kaya gini orang-orang, akan menyangka dugaan kasus tabrak lari. ", Junior tertawa lepas.


Ada sura siline dari arah belakang.


“Tuan sepertinya ada polisi dari belang mau mendekati", ucap supir memberitahu.


“Baik. Kita tinggalkan tempat ini", jawab Junior dengan memperintah.


Ia dan grombolanya menggas meninggalkan lokasi tersebut, polisi mulai mendekat ke arah kejadain


“Komandan sepertinya ada terjadi kecelakaan di depan", ucap pengawal polisi itu melaporkan.


“Dekati mereka“, jawab komandan itu


“Komandan aneh sekali kendaraan mereka, langsung pergi dengan kecepatan tinggi", pengawal polisi itu dengan keanehan.

__ADS_1


“Ada yang tidak beres sepertinya “, sahuf komandan itu.


Mobil petugas itu berhenti tepat di kejadian, petugas dan komandan turun dari mobil yang ia tumpangi dan melihat kondisi.


“Wah terjadi tabrak lari", ucap pengawal polisi itu.


"Ini bukan kecelakaan tapi ini pembunuhan murni dengan teknik kecelakaan", komandan itu memperhatikan dengan seksama.


“Hayo kita angkat korban masukin ke dalam mobil“, perintah komandan polisi.


(Mereka memasuki korban itu ke dalam mobil)


“Kita kejar mereka, dia pelakunya",perintah komandan itu.


“Siap laksanakan komandan“, ucap pengawal pegugas itu.


(Mobil polisi itu mengejar mereka)


“Komandan ma’af kita kehilang jejak. Mereka sudah tidak ada", sahud pengawal itu.


“Sial, mereka beruntung. Siapakah sebenarnya mereka dan mau apa", ucap komdan dengan nada rendah.


(Di dalam mobil Gang White black)


"Bos sepertinya polisi itu berniat mengejar kita, namun sayang ia tak mampu menyusul", lapor supir peribadi Junior.


"Mereka tidak akan mampu menyusul kita, karna kendaraan ini udah di rancang sedemikian rupa, kecepatanya melebihi kendaraan pada umumnya", jawab Junior memberitahu.


"Apa ada korban lain lagih", tanya anak buahnya itu.


"Tenang tinggal 3 orang lagih yang belum terselesaikan. Aku sudah tidak sabar lagih mengantarkan mereka ke neraka.


"Saya membaca media hingga televisi, sedang mencari siapakah pelaku pembunuhan sadis yang berantai", anak buahnya memberi informasi.


"Biarkan saja mereka bertugas, memang itu tugas mereka. Dan saya yakin ia tidak akan menemukan kita sampai target ku telah selesai", jawab Junior.


Akhirnya mereka sampai di markas besarnya.


"Untuk besok operasi di ubah, saya sendi yang akan menghabisi mereka. Dan jika perlu saya akan panggil kalian. Karna saya ingin memuaskan diri membunuh dengan tangan saya sendiri", jawab Junior.

__ADS_1


"Siap", ucap semua anggota di dalam ruangan itu.


Di depan kaca, Junior melepaskan topengnya itu dan tanganya mencubit kedua pipinya, mata nya melihat kaca dengan tajam, pandanganya kosong. Lalu memecahkan kaca dengan tangganya dan mengepal pecahaan kaca yang ia oleskan ke seluruh wajahnya.


__ADS_2