
Tepat jam 9.30. waktu jam istirahat. Ku berjalan mengilingi sudut-sudut sekolah melihat situasi yang memungkinkan. Di atas terik panas matahari, bayangan pun mulai menjauh dari raga saat berjalan.
Berjalan masuk ke kantin, di penuhi oleh siswa siswi yang sedang asik ngobrol sambil menikmati menu makanan, ku membalikan badan untuk meninggalkan tempat ini, junior ada suara wanita memangilku, ku menoleh ke arah suara berasal dan ternyata si cinta yang memanggil du temani oleh kekasihnya yang bernama Andrea dan kelompoknya.
Cinta menyapa dan menyuruhku untuk bergabung bersama mereka, membalas dengan menundukan kepala dan tersenyum. Dan mereka semua dengan wajah celeneh tak suka, ku tersenyum, dan senyuman ini akan membawakan petaka, karna ia telah menggalih kuburanya sendiri.
Masih ingat di dalam hati ini, sepedaku di hancurkan oleh mereka begitu kejam hingga aku pun di injak-injak. Dan akan terjadi lagih kepada mereka.
Ku lambai tanggan, memberi tanda penghormtan dan ku pergi berjalan mencari sasaran. Berjalan kesini-kemari tak mendapatkan umpan yang empuk. Ah telalu capek berjalan, hingga aku ingin membuang air kecil di toilet.
Ku buka pintu kamar mandi yang tertutup, menoleh ke arah samping, mendengar keributan di lakukan seorang lelaki dan wanita. Tak memperdulikan dengan hal tak penting, ku melanjutkan dan menutup pintu kamar mandi, seer... lega sekali buang air kecil, masih terdengar suara keributan dari luar.
Teringat, hari ini adalah tugas pertama dan harus dikerjakan dengan baik tidak boleh gagal, ku keluar dari kamar mandi ini, melihat wanita itu pergi meninggalkan peria itu.
Sepertinya wajahnya sangat terpukul, ini kesempatan emas yang tidak boleh terlewatkan, ku melangkah mulai mendekati, saat di sampingnya ku sapa dengan akrab.
"Semua wanita memang seperti itu, bisanya cuma nyakitin, pas lagih sayang-sayangnya mereka pergi dengan yang baru", Junior mulai mengajak mengobrol.
Pemuda itu, masih menangis bersedih tak menoleh sedikitpun ke arahku, tak putus asa ku sentuh pundaknya untuk menengakan agar situasi lebih tenang.
"Cewe kaya gitu ngapain di fikirin broo, pede banget entar dia", ucap Junior.
"Bagaimana saya enggak sedih mikirin dia, saya sangat cinta dia, walau berkali-kali dengan mata kepala saya sendiri, ia berulang kali selingkuh... tapi saya, tetapi saya tetap memafkan karna saya sangat cinta dan tak akan bisa melupakan", ucap pemuda itu bernama Diki.
"Kalau gue jadi elo, gue bakalin ninggalin dia, ngapain di pertahankan apalagih kalau sampai kita menikah dengan dia, akan-akan dia selingkuh di belakang kita, yang sudah capek banting tulang, darah mengucur buat ngebahagian dia", sahut Junior.
"Bener juga bang omongan lo, tapi bagaimana cara cepat ngelupain dia, karna kalu ngelupain wanita yang kita sayangin itu hati bakal kaya di silet-silet, sedih dan sakit", wajah diki yang meratap.
"Tenang broo, gue tau cara cepat kalau masalah kaya gitu, dan gue pernah coba dan buktikan sekarang gue lepas...", ucap Junior sambil percaya diri.
__ADS_1
"Bang gue enggak pernah ngemis ke siapapun dan baru ini gue mohon kepada seseorang, caranya gimana bang ?", mohon pemuda itu.
"Karna gue orang baik, gue kasih tau.. tapi sebelumnya, kata orang, tak kenal tak sayang, perkenalkan nama gue Junior", Junior sambil memperkenalkan.
"Nama gue Diki", ucap lelaki yang sedang putus asa itu.
"Nih barang yang bisa bikin lo tenang dan ngelupain semuanya", Junior sambil memberikan barang haram itu.
"Tidak bang, saya tidak mau menggunakan barang itu, masa depan saya bisa hancur", diki menolak dengan tanggan kananya.
"Gini broo, barang ini tidak akan membuat hancur untuk pemakianya siapapun itu, karna yang buat hancur itu orangnya sendiri, setiap barang yang di ciptakan memiliki manfaat tersendiri, kaya ini sabu-sabu, membuat kita tenang. Gue tau... lo belum pernah make, makanya gue tunjukin ke lo, yaudah kalo lo enggak mau, enggak apa-apa, karna barang ini buat orang yang enggak mau setres dan selalu bahagia", Junior meyakinkan.
Junior pun melangkah meninggalkan pemuda tersebut, lalu dari belakang pemuda itu memanggilnya lagi
"Bang gue butuh barang itu", teriak Diki dengan nada sedang.
Mendengar suara memanggil namanya, Junior membalikan badan dan kembali ke depan hadapan Diki.
Junior pun memberikan sabu-sabu ke Diki, dan ia pun mengepalnya di tangan dengan erat-erat.
"Tapi caranya gima bang, saya enggak tau cara pakai dan ini hal pertama kalinya", tanya Diki yang canggung.
"Santuy broo, jadi serbuk ini di masukan ke botol, pakai sedotan untuk menghisap. Dan beberapa saat, apa yang lo cari akan lo dapakan, kesenangan dan apa yang lu inginkan, melupakan si cewe itu akan lupa, Percayalah ama gue", Junior sambil meragakan.
Dan kalau lo butuh lagi, lo tau kan ama siapa mintanya. Yaudah gue cabut dulu, selamat menjalankan hidup bebas.
Junior melangkah berjalan sambil tersenyum, misi pertama berjalan dengan mulus. Anak buah bosnya itu memantau pergerakan Junior. Melihatnya yang berhasil menjual. Memberikan jempol tangganya dari kejuahan.
Jam pelajaran hari ini selesai, Junior berjalan cepat keluar dari ruangan tepat di pintu gerbang ia terjatuh, ia melihat andrea dan teman-temanya yang menyelentang kakinya.
__ADS_1
"Hay Junior , gue ingetin jangan sekali lagih lo tersenyum di depan si cinta, kalau gue nangkep basah lo. gue engak bakal segan-segan buat bunuh lo", Andrea mengancam.
Dan salah satu temanya lagi yang bernama Deni, menendangnya lagi.
Tidak beberapa lama, mobil yang akan menjemputnya datang tepat di depan gerbang, melihat si Junior terkapar. para anggota Mafia itu berteriak ke arah mereka, dan semua berlari.
(Salah satu anggota mendekatinya yang sedang terkapar)
"Junior, kenapa dengan kamu ?... apa mereka yang melukaimu", tanya anggota mafia itu bernama Asri
"Ia mereka melukai dan menendangku, kamu lihat sendiri", jawab Junior.
"Sial akan ku habisin mereka", asri menggepal tangganya.
"Jangan, biarkan mereka pergi aku menyukainya", jawab Junior.
"Kok, kamu bisa bilang gitu dengan ikhlas?", tanya Asri anggota itu.
"Hahah.... kamu sudah jadi Mafia, tapi akal pemikiranmu seperti doraemon", Junior
"Maksud kamu ?", Junior tanya dengan keheranan.
"Membalas perbuatan mereka sekarang !... tidak ada gunanya, nanti ada saatnya untuk memperlakukan mereka dengan sangat kejam, hingga malaikat mautpun melihatnya akan ketakutan. apakah kamu sudah mengerti dengan maksudku ?...", tanya Junior dengan mata tajam.
"Hem... kamu Junior, tidak salah bos memilih kamu", asru anggota itu dengan bangga.
Mereka meninggalkan tempat, berjalan menuju markas. menurunkan kakinya berjalan ke arah ke arah ketua Mafia itu yang bernama Ma goceng.
"Permisi tuan", ucap petugas yang mengawal Junior bernamaa asri.
__ADS_1
Tuan Ma goceng, masih berhadapan kebelakang, tidak menoleh walau Junior berdiri di hadapanya.
"Saya sudah tahu jawabanya. Junior telah berhasil pada misi pertama", jawab tuan Ma goceng sambil tertawa tertahan.