Darahku Pedangku

Darahku Pedangku
Negri Iblis


__ADS_3

"anak-anak kalian harus tetap waspada dan hati-hati, karena kita tidak tahu apa yang bisa terjadi pada kita" ucapan rel mengingatkan para anggotanya yang sepertinya terlalu tenang bahkan sampai seperti piknik


Mereka kompak mengatakan " baik " dan itu membuat mereka benar-benar mirip seperti anak-anak yang sedang piknik


sejauh ini perjalanan mereka masih lancar dan hanya menemui tim-tim yang terluka parah namun juga mereka menemui para ksatria yang gugur di medan itu


Bisa disimpulkan bahwa banyak kelompok yang sedang menuju ke batas wilayah negeri iblis


saat malam tiba mereka memutuskan untuk membangun tenda dan beristirahat di tempat yang cukup aman


"apa sebaiknya kita rubah tujuan kita ya"ucap Yusa


"di rubah bagaimana?" Rei tidak mengerti apa maksud Yusha


"ya kita tunggu saja di sini dan nanti kalau sudah ada yang membawa penyihir itu kita cegat di sini lalu kita ikut rombongan mereka selesaikan, ikut dalam pertarungan dan kita bisa istirahat di sini" ucap Yusha dengan santai


"sejak kapan kamu menjadi pemalas Yusha?" tanya Zanet sambil mengeluarkan beberapa bahan makanan


"ya sejak mengetahui ternyata kita punya banyak saingan dan ternyata juga banyak yang pergi ke tempat itu" lagi-lagi Yusha bicara dengan santai


"ya sepertinya begitu juga baik"sambung Rei dengan santai juga


"ada apa sih dengan kalian kenapa jadi begitu" Felix merasa tidak suka dan merasa bahwa itu adalah jalan yang paling buruk yang bisa mereka pilih


"Felix aku sangat menyayangi kalian semua itu sebabnya aku tidak inginkan yang terluka"ucap Yusha, dan di iya kan oleh Rei


Kak Farel meminta mereka berhenti bercanda dan meminta mereka untuk cepat istirahat, sedangkan Zanet langsung meditasi untuk memulihkan seluruh energinya


Semua tak tidur dengan nyenyak menyisakan Zanet yang meditasi, walaupun meditasi yang dilakukan juga hampir sama dengan proses istirahat seperti tidur


Ziba-tiba di tengah malam terdengar suara langkah kaki banyak orang seperti bergerombol sedang menuju ke arah mereka


Zanet yang masih terjaga langsung membangunkan semuanya, Rei yang ternyata juga sedang meditasi walaupun tubuhnya terlihat seperti tidur langsung bangun dan membantu Janet membangunkan yang lainnya


Mereka semua berkemas lalu meninggalkan tempat itu secepat mungkin, alasan mereka meninggalkan tempat itu adalah karena Zanet mendeteksi aura jahat dari arah rombongan orang-orang itu


Mereka berlari ke arah perbatasan dan di saat mereka sampai di dekat perbatasan dimensi mereka melihat banyak orang-orang yang sudah bertarung dan juga banyak orang-orang yang tumbang


Zanet langsung membuat mantra sihir dan membuat mereka tidak terlihat, syarat mereka bisa melangsungkan mantra ini adalah saling bergandengan tangan dan jangan sampai menabrak sesuatu


Tidak ada tempat sembunyi yang aman hanya ada sebuah batu besar yang mungkin bisa membuat mereka lebih aman dari tabrakan para orang-orang yang sedang berkelahi itu

__ADS_1


Mereka bersembunyi di balik batu besar itu dan saling berbincang dengan telepati milik Kak Farel dengan tetap mempertahankan mantra Zanet


'bagaimana ini Felix apa yang harus kita lakukan' tanya Yusha


'coba perhatikan Di mana letak dimensi itu kita akan menerobos perlahan dan pergi ke sana, jangan ada yang mencoba untuk bertarung tujuan kita hanya menembus perbatasan itu' balas Felix dalam telepati itu


Zanet memusatkan konsentrasinya, dia mencoba untuk melakukan magis tak kasat mata dengan cara yang berbeda yaitu tanpa bergandengan tangan, dia mencoba untuk mengcover semuanya


Saat Zanet sudah mengatakan mulai mereka lalu berlari ke arah yang sudah dipimpin oleh Zanet, jadi saat ini Janet menggunakan dua jurus sekaligus yaitu melindungi teman-temannya agar tidak terlihat sekaligus mendeteksi sekitar


Yusha, Felix, Farel dan Rei berhasil menembus dinding itu karena mereka berlari dengan cepat namun Zanet yang harus mengatur konsentrasi dan juga energinya untuk tetap stabil tak bisa berlari secepat itu, akhirnya dia tertabrak oleh seseorang di sana dan hendak ditikam, namun untuk saja Rei kembali dan langsung menghajar orang itu, Dengan luapan kekuatannya dia menghempas orang-orang yang ada di sekitar Zanet.


Rei menggendong Zanet yang masih syok dengan keadaan itu


"Zanet mantra tak kasat matanya aktifkan lagi dan pegangan yang erat padaku"


Sembari berlari Rei juga meminta agar Zanet merahasiakan kekuatan yang baru saja dia keluarkan


Zanet melihat apa yang dilakukan oleh Rei, dia melihat orang-orang yang berlalu lalang di depan mereka tiba-tiba hancur begitu saja saat Rei hendak menubruk mereka. Dalam batin Zanet tertentu merasa heran dan takut akan kekuatan Rei.


Rei memegangi Janet dengan erat lalu melompat ke lubang dimensi itu


Mereka terkepung dan juga di sana banyak mayat manusia yang bergelimpangan


Rei mengirim telepati pribadi pada Farel, dia memiliki rencana, dia meminta Farel untuk menembakkan sebuah petasan lalu setelah petasan itu diledakkan Rei akan langsung memusnahkan mereka jadi tidak akan ada yang curiga tentang kekuatan Rei


Lagi-lagi Zanet bisa mendengarkan telepati mereka, dia yang berada di gendongan Rei hanya bisa diam dan merahasiakan semuanya, dia jadi khawatir akan keselamatannya jika terus dekat-dekat dengan Rei yang terlalu overpower


Setelah rencana itu dilakukan benar saja para makhluk-makhluk itu hancur berkeping-keping dan mereka langsung berlari mencari tempat yang aman


Mereka menemukan sebuah gua yang sepertinya tidak ada penghuninya, mereka lalu bersembunyi di sana dan membuat segel pelindung


Suasana di wilayah itu sangat berbeda dengan dunia manusia di mana langit seperti senja yaitu kemerahan, di sana juga tidak terdapat matahari ataupun bulan, selama mereka di sana keadaan tidak ada perubahan tetap terlihat seperti senja yang menyeramkan


energi Felix, Yusha dan juga Zanet terasa cepat habis di sana, berbanding terbalik dengan Farel dan Rei, namun keduanya kompak seperti orang kelelahan dan sering bermalas-malasan


Yusha menanyakan kembang api apa yang dilemparkan oleh Farel kemarin, lalu Farel menjelaskan bahwa itu hanyalah bom biasa namun efeknya tidak akan melukai manusia


Mereka melihat beberapa tim lain bergerombol dan berjalan melewati tempat persembunyian mereka


"apa kita harus bergabung atau bagaimana" tanya Rei sambil menatap ke arah Felix

__ADS_1


Felix lalu menatap Yusha, seolah dia juga tidak tahu harus melakukan apa


"kita ikuti diam-diam saja" walaupun cara seperti itu adalah cara yang pengecut namun itu pilihan terbaik untuk keselamatan mereka semua


Sambil mengikuti rombongan itu mereka saling berkomunikasi melewati telepati


'hebat juga mereka bisa sampai di sini' ucap Felix


'itu hanya karena tidak ada monster seperti kemarin, dan sepertinya kumpulan monster itu hanya berada di bawah lubang dimensi, di sekitar sini tidak terlalu banyak hanya ada satu dua saja' terang Yusha


Mereka terus mengikuti rombongan itu sambil membantu apabila rombongan diserang, tentu saja mereka membantu dari jarak jauh dan jangan sampai ketahuan


Bukan tanpa alasan, melainkan jika terjadi sesuatu mereka bisa berlari terlebih dahulu dan membiarkan rombongan itu terus menjelajah di depan mereka


'hai Felix apa caramu ini benar-benar bagus kita seperti hanya memanfaatkan mereka, benar-benar pengecut' ucap yusha yang biasanya berada di garda depan dan menjadi seorang ksatria seutuhnya, namun sekarang dia malah berada di belakang dan mengendap-endap


'emang siapa yang peduli tentang itu yang penting kita selamatkan, mungkin saja nanti kita akan menyelamatkan dunia dan menang dari perang naga' ucap Felix dengan santai


memang mereka harus menyayangi nyawa mereka karena perjalanan ini masih sangat jauh dan musuh mereka sebenarnya bukanlah para iblis


Rombongan itu sudah tiba di depan sebuah kastil besar yang sepertinya adalah kediaman dari ketua para iblis


Di dalam kastil itu terdapat sebuah menara yang sangat tinggi dan di bagian bawah menara itu ada sekali banyak monster, menurut informasi yang mereka dapatkan bahwa kemungkinan besar penyihir muda itu terkunci di menara itu


Rombongan itu bertarung dengan sekuat tenaga hingga akhirnya ada jalan yang terbuka dan beberapa dari mereka masuk


Karena terlalu banyak korban yang sudah berjatuhan, maka Rei dan kawan-kawannya keluar dari persembunyian dan mulai bertarung dengan monster yang masih ada


Tak lama kemudian seseorang datang sambil menggendong seorang wanita


"lihat itu bukankah itu Gam Danial Oktistan" ucap Yusha sambil terus mengayunkan pedangnya


"bagaimana kamu tahu jika itu adalah Gam? memang siapa Gam"


"dia anak yang pernah kita tolong dulu, lalu siapa yang dia gendong ya" tanya Yusha


"kita harus segera menolongnya Yusha, ayo maju denganku" ucap re sambil terus melangkah maju mendekati Gam


Rei dan Yusha membuka jalan untuk Gam agar bisa melewati para monster, setelah dirasa cukup aman dan semua anggota Yusha maupun Gam keluar dari pintu gerbang, Zanet langsung menyegel lokasi itu agar bisa menahan mereka untuk sementara waktu


Rey mengambil alih wanita itu untuk menggendongnya dan membiarkan Gam dibopong oleh Yusha sedangkan dua teman Gam yang sepertinya masih bisa berlari, berlari di depan Farel karena Farel menggunakan pengobatannya untuk men suport anak anak yang terluka di depannya

__ADS_1


__ADS_2