Darahku Pedangku

Darahku Pedangku
4 Bersaudara


__ADS_3

Rei menatap langit senja yang seolah cocok dengan suasana kediaman megahnya, tidak gelap karena mereka bukan iblis dan tidak terang karena mereka bukan manusia normal, Ryuji datang dan duduk di samping Rei lalu berkata bahwa dia beberapa kali bertemu dengan yang namanya Yusha lalu Rei tersenyum dan memberi saran pada adiknya untuk tidak terlalu sering berkeliaran malam hari, Ryuji tersenyum sinis sambil berkata "kakak banyak berubah ya"


Yuna datang dan menjawab pernyataan adiknya, dia mengatakan bahwa suatu saat Ryuji akan mengerti dan mungkin akan juga berubah seperti Reizakiel. Mereka berbincang hingga Farel datang dengan keadaan lusuh dan bilang dia baru saja bangun. Rei membuka pembicaraan yang serius, dia penasaran dengan kerabat, Yuna bertanya padanya ada apa dengan kerabat, lalu Rei berkata bahwa dia tak pernah tau kerabat dari keluarga kita, Yuna mengatakan bahwa silsilah itu hanya ada di buku dan memang diapun tak pernah tau kemana paman nenek atau kerabat yang lainnya, Farel berkata keluarga ini terlalu independen, sebenarnya Farel juga penasaran namun dia tak pernah ada niat bertanya pada orang tuanya, lalu Ryuji berkata bahwa dia pernah bertanya dan ekspresi ibunya saat itu


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...kilas balik...


Ryuji bertanya pada ibunya yang sedang membaca buku dongeng dan Dora ibunya seketika berhenti dan berkata bahwa dia tak pernah mendengar pertanyaan itu dari kakak kakaknya, lalu Rei tetap menatap dan menantikan jawabannya, Dora berkata keluarga kita tak memiliki kerabat dan jangan tanya apapun lagi soal itu, lalu pergi meninggalkan Ryuji, lalu Ryuji juga bertanya pada ayahnya saat itu ayahnya sedang mengajaknya berkeliling melihat bunga yang indah, Rafael George Eden adalah orang yang periang jadi Ryuji berfikir bahwa ayahnya akan menjawab pertanyaannya kali ini namun reaksinya sama, Rafael tampak kaget dan mengatakan untuk jangan memikirkan soal kerabat lagi. Ryuji tau di paksa bagaimanapun kedua orang tuanya tak akan pernah jujur soal itu. Jadi Ryuji keluar rumah secara diam diam dan mendapatkan rumor bahwa keluarga kita terkutuk dan semua anggota keluarga sudah tewas. Mereka mengatakan itu dengan enteng walaupun status keberadaannya masih tercatat secara resmi dan pajak tahunan juga masih berjalan


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


mereka yakin ada sesuatu dan harus di selidiki, Rei akan pulang lusa jadi mereka akan mulai mencari hari ini, mulai dari perpustakaan. Keempat saudara itu masuk dalam perpustakaan biasa dan tak ada satupun informasi yang di dapat lalu mereka masuk ke dalam perpustakaan yang menggunakan mantra, lalu menemukan buku harian, mereka membacanya dengan seksama, didalam tertulis bahwa itu adalah buku milik Rara Eliezer, didalam buku itu menggambarkan bahwa Rara adalah anak yang periang, dia menyebut Dora Eliezer dengan sebutan kakak, itu berarti Rara adalah tante mereka. Sepertinya Rara tinggal di rumah barat dekat perpustakaan ini dan besar di sini karena lokasinya bisa sama persis dengan tata letak rumah keluarga mereka saat ini. jadi dalam satu tembok pagar ada beberapa rumah yang terpisah oleh taman dan kolam.


Dalam buku itu tertulis semua kegiatannya beserta tanggal di buatnya. Catatan itu berisi kegiatan sehari hari bahkan Rara menuliskan jadwal hariannya dengan rapi, keluarga Eden terdiri dari beberapa kepala keluarga 3 yang ternama adalah Keluarga Eliezer Eden, George Eden dan Samuel Eden.


Rara menuliskan bahwa terlalu banyak saudara yang di nikahkan dengan saudara mereka sendiri hingga sesak rasanya karena tak bisa menjadikan dia yang sebagai milikku. sambil memeriksa buku buku lain Rei mendengar itu berkata mungkin dia punya pria dari keluarga lain, Yuna menghentikan bacaannya dan berkata mungkin kekasih Rara bisa memberitahu kita, tapi siapa ya, Farel menyuruh Yuna teruskan membaca mungkin ada petunjuk lain. Dalam kelanjutannya adalah tulisan mengenai perdagangan racun, senjata, dan barang barang yang saat ini sudah tidak boleh di perdagangkan. Ryuji menyimpulkan bahwa dulu mungkin keluarga kita memiliki bisnis gelap


beberapa halaman terlewati dan semua isinya tentang transaksi juga keiikut sertaan pada pesta kaum bangsawan. Saat itu sepertinya keluarga Eden masih seperti bangsawan normal hingga halaman hampir akhir, di akhir buku di tuliskan sebuah rumor menyebar dan membuat keluarga Eden di curigai, Rara dan kakaknya Dora terkucilkan dari pergaulan kelas atas dan mereka harus berdiam diri di rumah, namun sepertinya kakek tidak senang dan merencanakan rencana yang gila dan menyeramkan. Sampai di situ tulisan itu di tulis


Mereka mulai mencari dan dengan sihir Yuna bisa merasakan bahwa ada ruangan seperti perpustakaan yang memiliki 2 area dimensi di sana. Yuna terdiam dan mencoba mengingat sesuatu, Rei bertanya ada apa dan Yuna bertanya apa yang sering ibu katakan saat selesai makan.


Rei mengatakan bahwa ibu tak pernah mengatakan apapun. Lalu Farel berkata, dulu dulu sekali ada kalimat yang selalu di katakan ibu, Ryuji berkata dia tak pernah mendengar ibu banyak bicara, lalu Rei mengatakan bahwa apa itu kalimat yang di ucapkan ibu saat kita masih sangat kecil. Yuna mengangguk "makanlah yang banyak karena kita butuh energi untuk mengayunkan darah sebagai pedang" ucap Rei.

__ADS_1


lalu Farel mengatakan bahwa adiknya sangat luar biasa bisa mengingat itu namun semua di kagetkan karena dindingnya bergerak dan bergeser dan nampak sebuah ruangan yang indah di penuhi hiasan elegan di setiap sisinya, di dalam duduk seorang wanita yang sangat mirip dengan ibu mereka, dia berkata bahwa dia sudah menunggu amat lama. Yuna berkata ibu lalu wanita itu tersenyum dan mengatakan bahwa dirinya adalah Rara


Mereka duduk dengan saling menatap lalu Rara mengatakan bahwa dia menunggu salah satu untuk bicara, lalu Ryuji berkata bahwa dia cantik dan sangat muda seperti Yuna, Rara tersenyum dan berkata bahwa usianya memang seumuran Yuna, ke empat saudara itu saling memandang, Ryuji berkata bahwa bukankah Rara adalah tante mereka tapi kenapa muda sekali, lalu Rara mengatakan bahwa dia tidur di usia itu dan tidak akan menua lagi dia mengatakan bahwa dia hanyalah energi yang tersisa sebelum Rara benar benar pergi.


Rara berkata "aku tak punya cukup waktu jadi carilah kekasihku yang mungkin masih hidup" sembari memberi tau letak foto yang mungkin masih ada di tempatnya, pastinya di balik foto itu bertuliskan "kesempatan terakhir"


pagi yang cerah untuk mengantar Rei pergi ke Menara Agung, sebelum pergi dia menoleh pada ibunya dan mendekati sang ibu lalu berkata "makanlah yang banyak karena kita butuh energi untuk mengayunkan darah sebagai pedang".


Reaksi yang mengejutkan dari Dora dia seperti tidak tau kata kata itu, Rei tersenyum dan berkata dia sayang ibunya sedari masih sangat kecil dan tidak ada tempat untuk orang lain yang bisa menggantikan ibunya, ia bergegas pergi setelahnya. Bukan sedih karena Rei berangkat tapi semua saudaranya dan Rei sedih karena sepertinya ibu mereka tak bisa di percaya lagi


di sepanjang jalan Rei diam hingga paman Buga mengawali pembicaraan dengan basa basi lalu Rei secara tiba tiba bertanya ada apa dengan ibunya, paman Buga tampak terkejut namun juga tak mengatakan apa apa, sepertinya perjalanan ini akan sedikit ingin cepat kuselesaikan ucap Reizakiel

__ADS_1


__ADS_2