Darahku Pedangku

Darahku Pedangku
Perjalanan Ke Dunia Peri


__ADS_3

Waktu mereka sudah tidak banyak lagi, oleh sebab itu Farel dan Felix segera menyusun strategi untuk melanjutkan perjalanan mereka ke negri peri


Yusha dkk berpamitan pada semua orang yang ada di tempat itu, ayah Felix melepas kepergian putranya dengan keharuan dan rasa bangga karena mereka sedang berusaha berpartisipasi untuk menemukan kedamaian dunia


" berhati hatilah nak, ibu akan mendoakan kalian agar bisa kembali dengan keselamatan dan kemenangan" ucap ibu Felix


Felix mengangguk lalu melepaskan genggaman tangan ibunya, semua tersenyum dan mulai melangkah pergi meninggalkan tempat itu


" kita harus bisa kembali dengan selamat, dan hidup dengan kebanggan" ucap Yusha memberi semangat pada seluruh anggota teamnya


Zanet dan Keyla tersenyum melihat semangat dalam team itu yang seperti baru saja tumbuh kembali


seharian mereka berjalan dan memutuskan untuk istirahat di waktu malam, sembari mengisi energi dan membaca buku buku yang mereka punya untuk menambah wawasan atau mencari petunjuk


malam yang tenang berlalu begitu saja hingga jam 2 pagi mereka di kejutkan dengan kebisingan suara naga di langit tepat atas tenda mereka


Zanet yang saat itu bertugas jaga langsung membangunkan semuanya dan bergegas untuk menghadapi sang naga


Benar saja tak lama saat semuanya sudah waspada, naga itu mulai turun dan melihat ke arah mereka


Semuanya kompak berlari ke area yang lebih berbeda, dan bersiap dengan formasi yang sudah mereka pelajari selama di perkemahan orang orang pelarian


Walau masih berantakan namun mereka berhasil melumpuhkan naga itu, setelah di lumpuhkan mereka semua mulai meninggalkan tempat itu setelah mengambil jantung naga untuk di jadikan sebuah item


item itu berupa anting penambah energi yang mereka sepakati akan di berikan pada Keyla selaku pembimbing jalan, maklum saja Keyla sering pingsan karena kehabisan tenaga saat menerawang masa depan atau sekedar mencari jalan yang benar


Mereka semakin sering bertemu dengan naga dan mengalahkan mereka, semua mengalami peningkatan kemampuan yang cukup baik hingga tiap anggota mendapat itemnya sendiri berikan kerja team yang sangat bagus


hingga sampai di gerbang pertama negeri peri, mereka sudah berhasil melumpuhkan sekitar 12 naga dalam waktu 3 bulan saja

__ADS_1


"akhirnya kita sampai di sini" ucap Zanet


"ya kita sudah bekerja keras" Farel mengembangkan senyum bahagianya


"perjalanan kita baru di mulai di negeri ini, kuharap semangat kalian belum mencapai akhir" Yusha mengingatkan semuanya agar tetap mengencangkan semangat mereka


Mereka sudah sampai tepat di depan gerbang negri peri, sekarang mereka sedang mencari cara untuk bisa masuk ke dalam sana


"gerbangnya sangat tinggi, bagaimana caranya masuk ya?" ucap Felix


"biar aku yang buka" ucap Rei sambil mengeluarkan kristal pemberian Angela


Karena aura kristal itu para peri penjaga langsung merespon mereka dengan membuka pintu kecil untuk melihat keberadaan kristal itu dan setelahnya mereka membukakan pintu gerbang hingga pintu terakhir


Selama perjalanan melewati gerbang semuanya tampak tegang dan hanya saling melirik, sebenarnya mereka penasaran darimana Rei mendapatkan permata peri itu tapi mereka terlalu gugup untuk mengobrol, mereka juga sedang kagum dengan perwujudan peri, dimana mereka tak seperti yang di gambarkan di buku dongeng yang mendeskripsikan bahwa mereka kecil imut dan lucu, kenyataannya mereka bertubuh tinggi besar dan sangat berkarisma


Di gerbang terakhir mereka baru di sambut oleh seorang peri yang terlihat berpakaian lebih mewah dari prajurit lainnya, bisa di pastikan dia adalah kapten mereka


"baik" ucap Yusha sembari mengikuti peri itu


Mereka di bawa ke tempat penjagaan dan dari sana sudah ada kereta kuda yang menunggu mereka


Mereka di persilahkan naik dalam satu kereta kuda, maklumlah bukan hanya para peri yang berukurang besar namun kuda merekapun juga berukuran besar, jadi kereta yang mereka naiki cukup besar dan luas juga, bisa menampung mereka ber 6 yang bertubuh kecil layaknya manusia


"aku tak sangka kita di sini" ucap Zanet


"mereka sangat besar dan sepertinya kuat" balas Felix


"ya aku juga baru pertama ini melihat peri" Yusha juga tampak memperhatikan pemandangan yang begitu indah itu

__ADS_1


" aku hanya pernah lihat sekali saat ayah menjamu mereka, tapi itupun dulu saat aku masih kecil, kalau kak farel dan Rei bagaimana?" tanya Keyla


"aku baru tau kalau peri seperti itu, tapi aku pernah melihatnya dulu saat masih kecil, mereka datang ke kediamanku lali bertengkar dengan ayahku, namun saat itu aku tidak tau kalau mereka peri" ucap Rei penuh kebingungan


sontak Yusha dan Keyla langsung menoleh pada Farel yang merupakan kakak Rei, dia pasti tau sesuatu karena jika Rei saja sudah faham keadaan itu berarti sang kakak sudah remaja kan


"apa? ayah tidak menceritakan apapun pada kami anak anaknya, kejadian yang ku tau ya sebatas ayah sudah melukai orang itu dan mengusirnya" ucap Farel


"mengusir? bagaimana kalau para peri mengetahui jika kalian anak dari seorang yang pernah mengusir salah satu dari mereka, apa kita bisa kena masalah?" Felix merasa khawatir


"kau bilang apa sih? masak peri hanya satu, kan yang di usir hanya 1 peri, mungkin saja dia peri yang tidak terkenal kan atau mungkin hanya peri biasa, buktinya ayah bisa melukainya" tegas Rei dengan santai


"ya semoga semua akan baik baik saja " Yusha mencoba menenangkan seluruh anggotanya yang sepertinya mulai tegang dan panik


mereka sampai di depan sebuah istana yang sangat besar dan mewah, rasanya seperti mimpi karena keadaannya jauh berbeda dengan dunia manusia, semuanya tampak lebih besar


"ini luar biasa" ucap Zanet sambil terkagum kagum


"mungkin karena mereka lebih besar dari manusia jadi bangunannya juga di buat lebih besar" timpa Felix


"selamat datang di istana pusat, nona dan tuan, silahkan ikuti saya" ucap seorang pelayan yang di ikuti pelayan pelayan lainnya, bisa di pastikan dia adalah kepala pelayan di sini


semuanya mengikuti pelayan itu masuk ke dalam istana, mereka merasa di perhatikan dengan berlebihan oleh beberapa peri yang lalu lalang, seperti menjadi tontonan yang menarik bagi mereka


hingga sampai pada pintu besar yang sepertinya menjadi tempat tujuan mereka sedari tadi, pelayan itu membuka pintu lalu masuk ke dalam, dia juga memberi salam pada seorang peri yang mereka panggil dengan sebutan yang mulia


"hallo selamat datang para manusia, apa kalian lelah setelah menempuh perjalanan panjang? bisakah kalian langsung menceritakan bagaimana kalian bisa membawa permata milik Angela?"


"saya menemui beliau dan meminta kristal miliknya, lalu nyonya Angela memberikan kristal itu pada saya"

__ADS_1


"mata adikku memang sangat jeli hingga dia bisa memberikan berliannya padamu wahai seorang George Eden


Rei dan Farel langsung menegang, mereka mulai kepikiran ucapan Felix saat di kereta tadi


__ADS_2