Darahku Pedangku

Darahku Pedangku
Terpisah


__ADS_3

Setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh kelompok Dila dan kawan-kawannya berpamitan untuk berpisah karena mereka ingin beristirahat di sana, sedangkan Yusha dan yang lainnya harus melanjutkan perjalanan mereka


Sepanjang perjalanan mereka harus berkali-kali bersembunyi dari penglihatan para naga yang berterbangan di langit, jika para naga berada di daratan itu akan sangat mudah dideteksi dan Zanet bisa langsung memberikan sinyal untuk mencari jalan lain


Semuanya terus waspada karena jika ada di udara maka Zanet sedikit kesusahan untuk mendeteksinya.


Hingga tiba-tiba seekor naga memergoki mereka dan langsung turun dari terbangnya, Yusha dan kawan-kawan tidak pernah berhadapan dengan naga, jadi mereka tidak sedikitpun memiliki pengalaman untuk mengantisipasi kejadian ini


Naga itu langsung menyerang dan melukai Zanet. Yusha dan Rei mencoba untuk melawan sebisa mereka, Rei tidak bisa menggunakan kekuatannya untuk mengendalikan aliran darah dari naga itu. hal itu dikarenakan naga memiliki energi yang lebih besar daripada Rei saat ini


Zanet yang terluka langsung mengalami pusing yang luar biasa, penglihatannya menjadi buram dan dia juga tidak bisa menggunakan kekuatannya sedikitpun


Di saat-saat yang setengah sadar itu Zanet terpental akibat hempasan dari ekor naga, soal Janet terbangun dari pingsannya dia sudah berada di lokasi yang sedikit jauh dari sebelumnya, yang dia dengar adalah suara teriakan Farel yang menyerukan agar semuanya berlari sejauh yang mereka bisa


dengan sedikit menangis karena ketakutan Zanet terus berusaha melangkah walau tubuhnya sudah tidak sanggup lagi


Saat dirasa jarak antara lokasi naga itu berada dengan lokasi Zanet saat ini terbilang jauh, Zanet langsung pingsan untuk yang kedua kalinya


Zanet tersadar di lokasi yang masih tetap sama namun dengan situasi yang berbeda yaitu hari sudah menjelang sore, Zanet berjalan kembali ke lokasi sebelumnya tapi tidak menemukan siapapun di sana, dia lantas mencoba untuk mencari bantuan dan terus berjalan di antara pepohonan

__ADS_1


Zanet mencoba untuk beristirahat di bawah pohon yang amat besar namun sepertinya tempat itu juga tidak aman, ada banyak hewan buas yang berlalu-lalang di tempat itu


Zanet mengisi energinya dan berharap dia bisa memanjat ke atas pohon untuk sekedar tidur malam itu, dan benar saja Zanet benar-benar tidur di atas pohon


Dalam mimpi Janet dia bertemu dengan ayah angkatnya atau penyihir tua, kakek tua itu mengajak Zanet untuk berjalan-jalan, beliau mengatakan bahwa beliau sangat merindukan Zanet, Zanet pun juga sangat merindukan kakek penyihir


Kakek penyihir memberikan sebuah kalung liontin kepada Zanet dan mengatakan bahwa itu adalah satu-satunya peninggalan yang ada di tubuh Zanet saat Zanet ditemukan waktu bayi


Lama Zanet memandangi kalung liontin itu, Janet tak sedikitpun menanyakan tentang orang tuanya tapi kakek penyihir seolah tahu bahwa sebenarnya Zanet juga penasaran tentang asal-usulnya


Kakek penyihir mengatakan bahwa Zanet adalah putri dari dua orang penyihir yang saat itu tiba-tiba datang dan mengetuk pintu rumahnya, si wanita terlihat sedang terluka parah sedangkan si pria masih terlihat kuat walaupun tubuhnya juga penuh luka.


"kami sedang dalam masalah besar, mungkin kami akan terus menjadi buronan, kami tidak ingin terus seperti ini dan akan melawan kali ini, tolong jagakan satu-satunya putri kami, saya berharap Anda bisa merawatnya dan berikan pendidikan yang baik untuknya, saat berusia 17 tahun Anda bisa mengambil bayaran untuk setiap apa yang anda berikan kepadanya, kami memiliki sedikit tabungan di bank istana, tidak ada yang tahu bahwa itu milik kami, kalung ini adalah kunci untuk membuka brankas itu. kami mohon dengan sangat selamatkan putri kami"


Setelah berkata seperti itu dan memberikan bayi kecil itu, mereka langsung bergegas pergi meninggalkan rumah sang penyihir


Zanet bertanya mengapa kakek baru mengatakan semua kebenaran itu saat ini, lalu sang kakek mengatakan bahwa seharusnya hal ini dikatakan saat Zanet berusia 17 tahun tapi karena Zanet ada di Menara Agung jadi beliau tidak bisa memberitahu Zanet mengenai hal ini


Kakek berencana untuk memberitahukan hal ini kepada Zanet saat Zanet sudah pulang namun sepertinya tidak ada waktu lagi karena dunia benar-benar dalam kekacauan dan kakek berada dalam posisi yang sulit saat ini

__ADS_1


Kakek berharap bawa Zanet bisa menjaga kalung itu, dia juga berpesan agar Zanet bisa hidup lebih bahagia dari sebelumnya, kakek berpesan agar Zanet tidak melupakan jati dirinya sebagai seorang penyihir Agung yang berada di sisi kebaikan


Zanet berkata bahwa mereka akan bertemu sebentar lagi saat perang itu selesai, namun sepertinya sang kakek tidak bisa memastikan pertemuan itu di lain waktu, memang benar yang dikatakan kakek bahwa dunia benar-benar kacau dan kemungkinan kakek akan ikut dalam peperangan besar ini


Di situ Zanet menangis sejadi-jadinya dan berharap bahwa dia bisa bertemu dengan kakeknya lagi


Setelah berbincang panjang dengan sang kakek Zanet kembali bangun dari tidurnya, awalnya Zanet mengira itu hanyalah mimpi biasa tapi saat dia mendapati matanya yang sebangun dan kalung yang meningkat di lehernya, dia jadi yakin bahwa kakeknya telah mengirim pesan itu khusus untuk Zanet


Zanet tidak tahu harus melakukan apalagi, yang bisa dia usahakan saat ini adalah tetap tersadar dan memulihkan diri untuk bisa mencari teman-temannya dan ikut dalam perang besar ini


dia memandang pemandangan yang begitu asri di sana, hutan yang lebat dengan hewan-hewan yang tetap hidup tenang. di situ Zanet menyadari bahwa sebenarnya naga tidak merusak dunia manusia, mungkin yang menjadi incaran pranaga hanyalah para manusia itu sendiri


Setelah berdiam diri cukup lama Zanet mulai mencoba turun dan mencari makanan, setidaknya dia harus bertahan dan mencari yang lainnya


Karena Zanet yang membawa seluruh perlengkapan maka dia bisa langsung menggunakan semua barang yang ada di kantong dimensinya


Zanet mengeluarkan buku-buku yang dulu pernah diberikan oleh Kak Farel saat di pasar malam sebelum mereka berangkat, sudah lama dia tidak mau buka buku-buku itu, dan kali ini dia akan mempelajarinya lagi


ada satu buku yang menurut Zanet tidak pernah ia sentuh, saat Zanet mulai mempelajari buku itu dia tersadar akan banyak hal, dia itu dia terlalu fokus pada kekuatan yang selama ini dia punya dan tidak belajar mengenai hal yang lain yang menurutnya tidak terlalu dia sukai

__ADS_1


Di titik inilah Zanet mempelajari buku-buku itu sendiri, sembari terus mencari teman-temannya ataupun mencari orang yang bisa dia tanyain jalan. Walaupun posisi Zanet ada di tengah hutan tapi dia tetap optimis untuk bisa bertemu dengan orang lain


__ADS_2