
Yusha bangun sebelum yang lainnya bangun, dia merasa bosan dengan keadaan saat ini di mana tidak ada siang maupun malam semua berjalan seperti dalam waktu yang sama, dia melangkah keluar dari gua karena merasa penasaran dengan banyak hal di dunia ini, dia melihat sebuah pohon besar yang sangat tinggi menjulang, entah itu rasa bosan atau hanya sekedar iseng Yusha memanjat pohon itu dengan santai
Sampai Di ujung pohon dia melihat sekitar di mana hanya ada beberapa pohon dengan daun jingga yang tumbuh di sana, dia juga melihat ada beberapa pohon yang buahnya biasa mereka makan, lalu dalam pandangannya itu tanpa sengaja dia melihat sesuatu yang mirip seperti portal yang dulu dia masuki bersama yang lainnya
Yusha mengucek matanya dan memastikan bahwa dia tidak salah lihat, dia senang bukan main karena melihat lubang dimensi yang selama ini mereka cari
Yusa langsung bergegas turun dan membangunkan semua kawan-kawannya, dia langsung meminta Rei untuk memastikan bahwa usaha tidak salah lihat
Rei langsung memanjat dengan semangat dan memastikan apa yang bisa lihat adalah benar, dari atas susah berteriak bahwa itu adalah lubang dimensi, semuanya langsung tertawa riang dan bercorak bahwa mereka akan segera keluar dari negeri iblis
Namun sepertinya Keyla sedikit ragu dan takut karena dia memang tidak pernah keluar dari negeri ini, Zanet merangkul Kayla dan memastikan bahwa dia akan terus berada di sisi Kayla untuk menjaganya
Keyla yang mendengar ucapan Zanet langsung merasa tenang dan juga tidak sabar untuk segera keluar dari negeri iblis ini
sepanjang perjalanan menuju ke lubang dimensi mereka saling menceritakan bagaimana keadaan dunia manusia pada Keyla
"kamu tahu Keyla di luar sana ada pohon yang daunnya warna hijau" ucap Yusha, dia memang tadi saat bangun langsung melihat dedaunan yang terus berwarna jingga dan itu membuatnya bosan berada di negeri iblis
"benarkah apa ada warna lain lagi? apakah di sana tidak ada daun berwarna jingga?" tanya Keyla yang juga semangat
"di sana ada banyak sekali warna ada warna merah muda ada warna hijau ada juga yang berwarna lavender dan banyak sebagainya" perang Zanet pada Kayla
"di sana juga banyak kue dan makanan-makanan lainnya, di sana juga banyak daging-daging yang bisa kita cicipi" lanjut Zanet dengan antusias
"Di sana juga ada monster? daging monster apa yang paling enak?" Keyla yang tidak tahu tentang daging-dagingan dari hewan mengira bahwa daging itu adalah daging monster
"bukan... bukan daging monster, itu adalah daging binatang dan binatang itu berbeda dengan monster" Zanet merasa lucu pada apa yang dikatakan Keyla, semua orang juga tertawa kecil karena Keyla tidak pernah tahu tentang daging binatang
__ADS_1
"wah di sana cicak dimakan? kalian makan kelabang?"
ketidaktahuan Keyla dan tebakan-tebakan Keyla itu membuat semuanya tertawa dengan cukup keras dan riang sedangkan Kayla hanya menggaruk dan tersenyum tipis
"lihat saja nanti ya, iya memang di sini hewannya hanya itu-itu saja, tapi kami tidak makan cicak ataupun kelabang"
Semuanya berjalan dengan penuh semangat dan harapan untuk segera keluar dari negeri iblis namun semuanya langsung terdiam dan merasa sedikit putus asa karena lubang itu sangatlah tinggi sekali dan tidak ada tebing yang bisa mereka panjat untuk bisa sampai ke portal itu
semuanya terduduk lesu sambil memikirkan cara bagaimana untuk mencapai portal yang sangat tinggi itu
Rei yang saja dari tadi tidak banyak bicara tiba-tiba menjadi pusat perhatian
"apa? kenapa kalian melihatku semua?" tanya Rei yang sadar bahwa dia menjadi pusat perhatian
"kayaknya dari tadi kamu tidak terlihat senang dan sepertinya kamu dari tadi diam saja" ucap Yusa
"oh kamu masih sakit, kupikir karena dulu hanya kekuatanmu bisa bertahan di sini jadi kamu tidak akan merasa sakit terlalu lama" ucap Felix sambil khawatir
"ah entahlah, rasanya aku sedikit mau muntah sekarang" Rei mulai melebih-lebihkan kondisinya
Farel yang mengetahui bahwa adiknya sedang berbohong langsung menghampirinya dan pura-pura mengobatinya
"hai bocah jangan pura-pura di depanku, sekarang pikirkan jalan bagaimana agar kita bisa sampai ke portal yang tinggi itu" Kak Farel melakukan telepati pada Rei agar tidak ada yang bisa mendengarnya, ya tapi lagi-lagi Zanet bisa mendengar itu namun dia diam saja karena dia tidak bisa mengatakan apapun pada yang lainnya
"apa Kakak masih punya bom asap?" tanya Rey pada kakaknya, masih tetap menggunakan telepati
"katakan bahwa asap itu bisa menjadi awan dan mereka bisa menggunakan itu sebagai tangga, aku akan mengeraskan air untuk dijadikan tangga dan akan mengendalikannya melayang di udara"
__ADS_1
Kak Farel langsung merogoh tasnya dan menemukan beberapa bom asap di sana, sandiwara pun dimulai
"anak-anak jangan putus asa Kakak masih memiliki satu cara agar kita bisa naik ke atas dan keluar dari sini" ucap Farel dengan tegas dan juga percaya diri
Namun Rei dan Zanet yang mengetahui semua hal mengenai rencana itu hanya bisa menahan tawa
"karena kau ketuanya maka kau harus coba dulu Yusha" ucap Rei
"aku akan bersama Rei untuk menaiki tangga di akhir karena re memang sedang terluka jadi aku akan membawanya" sambung Farel
"baiklah ayo kita mulai" sepertinya Yusha benar-benar semangat saat ini
saat bom asap itu diledakkan langsung mengendalikan udara di sekitarnya agar menjadi cair dan mengeras
Rencana itu benar-benar berhasil dan mereka sampai di portal itu dengan selamat dan mudah
Dalam hati Zanet benar-benar merasa bahwa Rei adalah orang yang benar luar biasa
Untuk yang pertama kalinya Setelah sekian lama mereka dapat menginjakkan kaki di dunia manusia yang penuh dengan warna dan juga udara yang segar
Keyla yang baru pertama kali mengetahui dunia manusia merasa benar-benar bahagia dan menganggap semua yang dilihat adalah pemandangan yang ada di dalam lukisan, walaupun dia dulu dilahirkan di dunia manusia tapi dia benar-benar tidak mengingat dunia manusia seperti apa
Keyla menangis sejadi-jadinya karena kegembiraan yang tidak bisa dibendung lagi namun tiba-tiba dia mendapatkan penglihatan yang menyeramkan mengenai perang di dunia manusia
Keyla langsung pingsan dan tenggelam dalam penglihatannya itu, dia melihat seorang pria sedang berlari dan menancapkan pedangnya di tempat di jantung seekor naga yang sangat besar dan liar, lalu matahari mulai menampakkan wujud lelaki setelah kegelapan itu terjadi, namun setelah melihat itu dia juga melihat bahwa pemuda itu dibunuh dengan cara ditikam. Tidak ada kelanjutan dari penglihatan Keyla dan dia langsung segera tersadar
Semua teman-temannya berada mengelilinginya dan bertanya apakah Kayla baik-baik saja
__ADS_1
Kila baru ingat bahwa dia juga melihat teman-temannya terkapar tak berdaya di sana namun dia tidak bisa mengatakan apapun selain tersenyum dan mengganggu agar mereka tidak khawatir lagi