Darahku Pedangku

Darahku Pedangku
Menyusup


__ADS_3

Keyla melangkah perlahan lalu monster-monster itu mundur dan tidak menghiraukan mereka, sepertinya itu karena aula Keyla yang sangat familiar di negeri iblis


Mereka langsung masuk dan mencari tempat persembunyian yang sekiranya aman, di dalam kastil itu terdapat banyak ruangan yang tidak dipakai, karena tidak bisa menggunakan kekuatan Keyla maka Zanet harus menggunakan kekuatannya walaupun tubuhnya semakin melemah, mereka menggunakan kekuatan Zanet agar tidak terlihat. Bukan karena Keyla tidak bisa melakukan sihir itu tapi jika Keyla menggunakan sihirnya maka auranya akan sangat terasa


Dengan kekuatan terakhirnya Zanet membuat segel agar ruangan itu tidak dapat dimasuki oleh orang lain


Mereka langsung beristirahat dan Farel langsung mengisi energi Zanet yang tidak bisa terisi dengan cepat jika tanpa bantuan Farel


Dalam kastil itu terdapat dua pengaturan waktu yaitu saat lampu dinyalakan dan saat lampu dimatikan


Saat lampu dinyalakan itu berarti semua aktivitas berjalan normal sedangkan saat lampu dimatikan dan keadaan remang-remang itu tandanya semua kegiatan sedang dihentikan atau mereka sedang beristirahat


Memang di dunia iblis seperti yang kita tahu sebelumnya, bahwa keadaan akan tetap sama yaitu seperti senja, walaupun ada beberapa saat yang bisa menjadi penanda bahwa waktu juga berjalan di sana yaitu ledakan gunung berapi atau turunnya hujan


Saat lampu telah dimatikan dan Zanet juga sudah siap dengan energinya mereka mulai melakukan aksinya yaitu mencari letak perpustakaan di kastil ini


karena Zanet harus menghemat energinya maka yang berangkat hanya ada dua orang yaitu Rei dan Zanet, bukan tanpa alasan hal itu dipilih karena hanya Zanet yang bisa menggunakan kekuatan magisnya saat ini dan hanya Rei yang bisa mengendalikan energinya agar tidak cepat habis


"jangan cemburu aku tidak pernah memiliki perasaan apapun pada Zanet"ucap Rei yang mengetahui bahwa Felix pasti merasa risih dengan kepergian mereka berdua


"enak saja cemburu kalian berdua adalah sahabatku jadi tidak ada perasaan seperti itu"sangga Felix yang tidak ingin kawan-kawannya mengetahui tentang perasaannya


"kita hanya ngobrol berdua, jadi jujur saja padaku kau sangat menyukai Zanet kan" ledek Rei yang sudah sangat paham dengan sahabatnya


Felix hanya memalingkan wajah namun tampak jelas bahwa wajahnya memerah seperti kepiting rebus


Rei dan juga Zanet segera bergegas pergi, Rei menggendong Zanet agar meminimalisir pengurangan energi Zanet

__ADS_1


Sedangkan sisanya yaitu Felix,Yusha dan Farel sedang berlatih menggunakan kekuatan mereka agar bisa sedikit terkontrol di negeri iblis, dengan bantuan Keyla


Ketiganya sedikit demi sedikit mampu memahami apa alasan kekuatan mereka cepat terkuras, itu karena mereka terbiasa menggunakan energi alam dan tidak memaksimalkan energi dalam tubuh mereka sendiri


Dapat disimpulkan bahwa di negeri ini energi alamnya sangat sedikit, karena tidak terlalu banyak kehidupan jadi mereka tidak bisa menggunakan kekuatan itu, sehingga hanya bergantung pada kekuatan fisik atau kekuatan dasar, dan manusia biasa tidak terbiasa dengan itu


"kalau manusia normal yang belum pernah masuk kemari seperti itu, berarti kak Farel dan Rei pernah datang kemari atau mengetahui tentang hal ini" tanya Felix, membuat Yusha dan Keyla menatap Kak Farel untuk meminta penjelasan


"aku tidak pernah datang kemari tapi aku akan menjelaskan kenapa aku dan Rei bisa menggunakan kekuatan di sini" tutur Kak Farel sambil melihat ke arah luar jendela


...****************...


Beralih ke situasi Rei dan Zanet yang akhirnya menemukan ruang perpustakaan, setelah menemukan ruangan itu mereka langsung membuat denah sesuai dengan apa yang mereka ingat dan kembali ke kamar mereka


Di tengah jalan mereka berdua mendapati beberapa pelayan yang berlari ke arah ruangan yang berada di ujung lorong, keduanya saling menatap karena ini adalah jam untuk istirahat bagi mereka, semua lampu juga masih tidak menyala itu berarti masih belum waktunya untuk beraktivitas seperti biasa


Sesampai di kamar, Rei langsung menurunkan Zanet, setelahnya ia langsung meminta untuk dipijat oleh Kak Farel, sekuat-kuat Rei tentu saja dia masih merasa lelah karena harus menggendong Zanet sepanjang perjalanan mereka


Perjalanan mereka berdua tidaklah sia-sia karena mereka berdua membawa banyak buku dari perpustakaan


Felix langsung membuka satu persatu buku dan membagikannya pada masing-masing anggota sesuai dengan kebutuhan mereka


Cara agar mereka bisa menggunakan kekuatan mereka adalah dengan meditasi dan mengikuti arahan gerakan yang ada di dalam buku panduan


Zanet dan Rei yang mengetahui tentang meditasi itu dan juga sering mempraktekkan cara meditasi itu langsung paham dan langsung mempraktekkannya untuk mengajari yang lainnya, Zanet sempat menggerutu kenapa dia sampai lupa dengan cara seperti itu


"Tenanglah itu bukan salahmu karena kamu pun tidak tahu bahwa cara itu juga bisa berlaku di negeri iblis" terang Felix yang mencoba menghibur Zanet

__ADS_1


Zanet hanya tersenyum walaupun di dalam hatinya dia sudah jedat-jeduk ria karena harus mengobrol berdua dengan Felix


Semuanya berlatih dengan serius dan akhirnya Rei mengetahui mengapa dia bisa menggunakan kekuatannya sedangkan yang lain tidak


"apa yang membuatmu terus-terusan membolak-balik buku itu?" tanya Keyla yang baru datang


"Ternyata aku tidak seistimewa itu, aku bisa bergerak di sini karena memang energiku sangat banyak, itu yang pertama lalu yang kedua karena aku sudah pernah mencoba meditasi di sini dan tanpa sadar aku bisa menyerap energi di sini walaupun tanpa disengaja" terang Rei yang mulai menemukan jawaban atas apa yang dia pertanyakan, tentang mengapa dia bisa bertahan sedangkan kawan-kawannya langsung kehabisan energi


Keyla menggeleng lalu dia menjelaskan beberapa hal yang Rei sendiri tidak pernah memikirkannya


"bukan hanya itu, kalau memang hanya itu apa kamu bisa menjamin bahwa Kak Farel juga melakukan meditasi sehingga dia bisa bertahan di sini seperti kamu?"


Rei hanya terdiam dia kembali tidak menemukan jawaban atas apa yang dia pikirkan


"aku tidak tahu apa yang berada di dalam dirimu, yang jelas adalah auramu sangatlah gelap tapi bukan hitam, seperti merah darah tapi sangat gelap. sepertinya itu adalah gen turunan sehingga kamu dan Farel bisa memiliki kesamaan"


"apa kamu tahu gen aneh itu membuat aku terlihat seperti monster"


"kenapa kamu berpikir begitu? apa kamu tidak pernah berpikir bahwa kamu adalah orang paling tangguh yang bisa menampung kekuatan sehebat itu? atau apakah kamu tidak pernah berpikir bahwa belum tentu orang lain bisa melakukan apa yang kamu lakukan" ucap Keyla sambil memandang Rei


Keduanya kembali menatap langit jingga dari jendela kamar itu


Tidak terasa 3 bulan berlalu, bukan karena mereka ingin bersantai-santai melainkan mereka tahu bahwa perbandingan waktu dunia manusia dan dunia iblis itu sangat berbeda, tiga bulan di sini hanya seperti 3 hari di dunia manusia, itu sebabnya Keyla miliki wawasan yang lebih luas dari mereka walaupun usia mereka berjarak jauh


Saat semuanya sudah siap dan sudah bisa menguasai kekuatan masing-masing, untuk bisa bergerak seperti layaknya di negeri manusia, mereka malah dipergoki oleh beberapa pelayan yang akhirnya membuatnya harus diseret untuk menghadap raja iblis Amor


Di situ kelimanya merasa bimbang dan ingin kabur namun sepertinya penjagaan semakin ketat dan mereka tidak bisa keluar dari kastil begitu saja

__ADS_1


__ADS_2