
Malam itu sangat sunyi dan Rei terbangun dari tidurnya, dia melihat ke sekeliling dan di sana ada Felix yang tertidur pulas
' Felix memang teman sekamar yang sejati, bahkan disinipun dia jadi teman sekamarku juga' batin Rei sambil mengembangkan senyum
' hei berandal sudah bangun rupanya, cepat keluar sini !, kakak mau bicara'
Rupanya Farel sedari tadi menunggu Rei yang tertidur, dia sengaja memanggil Rei menggunakan telepati karena tidak ingin membangunkan Felix
Rei turun dari ranjangnya dan mencari Farel, mereka bertemu di luar tempat persembunyian, saat itu sedang bulan purnama jadi keduanya bisa menikmati cahaya bulan
" ada apa kak?"
"masih berani tanya ada apa? kamu hutang banyak penjelasan padaku" ucap Farel dengan nada sedikit marah
"aku latihan dan juga mencari kristal milik selir Angela, aku memutuskan untuk bergerak sendiri agar bisa mengembangkan kemampuanku juga" terang Reizakiel pada Farel
"terus kenapa kamu sampai kehabisan energi seperti tadi?"
"para bandit itu sangat banyak dan aku mencoba menggunakan kekuatan murniku pada mereka semua secara bersamaan, ya efeknya tak disangka akan separah itu"
Farel tidak marah lagi karena dia tau kalau Rei tak kan bisa berkembang jika harus berlatih sambil menyembunyikan kekuatan dari teman teman mereka
"lain kali tolong bicarakan dulu denganku, aku sangat cemas tau"
"baik kak, oiya bagaimana kabar Yuna dan Ryuji?"
"mereka di kurung di rumah dan tidak bisa keluar, jangan terlalu khawatir karena ayah tak mungkin membiarkan mereka terluka"
Rei mengangguk dan kembali menatap bulan, dia berharap kedamaian akan segera datang pada mereka
Setelah hampir tengah malam tiba tiba Felix juga keluar sambil mengucek matanya
"kupikir kamu kemana? ayo kembali tidur"
Rei dan Farel saling menatap hingga keduanya tertawa karena kedatangan Felix yang tiba tiba
"kamu tidak bisa tidur kalau tidak ada aku ya" goda Rei pada Felix
__ADS_1
"aku hanya takut kamu kenapa kenapa karena tadi kondisimu memperihatinkan" tegas Felix yang memang khawatir pada Rei
Mereka semua memutuskan untuk istirahat karena besok mereka akan berlatih bersama sebelum meninggalkan tempat itu
paginya Rei, Yusha, Felix dan Farel mengadakan rapat untuk membahas perjalanan mereka selanjutnya, sedangkan Keyla dan Zanet membantu para warga
Zanet dan Keyla sudah sangat akrab dengan kedua orang tua Felix, mereka juga bisa membaur dengan warga lainnya, walaupun tidak sepopuler Farel tapi keduanya cukup dikenal dan diingat oleh mereka
"enaknya jadi Kak Farel" ucap Keyla
"memang ada apa dengan Kak Farel?"
"dia itu tampan, supel, baik, pintar di banyak hal dan kemampuannya adalah penyembuhan" terang Keyla sembari terus memasak
" kamu suka kak Farel?"
"jangan bilang-bilang ya, aku jauh lebih suka adiknya" Keyla berbisik pada Zanet
"astaga....." Zanet sedikit terkejut dengan pernyataan Keyla, lalu kemudian keduanya tertawa kecil
beralih pada para pria tampan yang sedang bicara serius itu
"menurut orang-orang yang ada di sini mereka mengatakan bahwa monster monster itu menghindari dunia peri, mereka juga mengatakan bahwa jika ingin sampai ke negeri peri maka kita harus melewati sungai Adam yang ada di sebelah utara" tutur Yusha
"berarti semakin sedikit kemunculan naga itu menandakan bahwa kita semakin dekat dengan dunia peri" sahut Felix
Yusha mengangguk setuju
"saran yang bisa ku tambahkan adalah kita harus berlatih lebih kuat agar bisa melawan para naga" lanjut Rei
"selama 2 minggu kedepan kita akan berlatih di sini, kita juga harus memastikan semua orang aman sampai saat itu" Farel menghawatirkan para warga yang ada di sini karena para bandit yang berada di sekitar tempat persembunyian masih aktif mencari celah
"baiklah berarti kita akan berangkat dua minggu lagi sembari berlatih dan juga membereskan para bandit-bandit itu, bagaimana menurut kalian?" Felix merasa itu adalah hal yang cukup baik untuk mereka lakukan saat ini
Dan semuanya juga setuju dengan ide brilian itu, tapi mereka juga harus mendengar saran dari kedua wanita yang tidak ikut rapat saat itu, walaupun kemungkinan besar mereka akan setuju setuju saja dengan usulan para pria ini
Setelah semuanya diberitahu dan diputuskan bahwa mereka akan menetap selama dua minggu di sana para warga sedikit tenang karena mereka bisa dijaga lebih lama lagi.
__ADS_1
jujur saja selama ini mereka kesusahan untuk bertahan di tempat itu karena para bandit dan juga naga-naga yang berterbangan, nama semenjak ada rombongan ini semuanya bisa terkendali dan para warga bisa mencari bahan makanan dengan lebih leluasa
"aku bersyukur karena kita berguna di sini, semua yang kita lalui saat ini akan menjadi kenangan yang sangat indah karena kita menjadi pahlawan untuk beberapa orang yang membutuhkan" ucap Yusha
"jiwa ksatriamu memang luar biasa ya" Rei mengakui bahwa Yusha adalah orang yang paling punya empati di antara yang lainnya, walaupun dia terkesan cuek dan acuh tapi dia selalu mementingkan orang lain.
"ketua tim kita kan memang hebat" sambung Felix yang tiba-tiba saja datang bersama Keyla dan Zanet
"oh ya Felix kamu belum memperkenalkan Rei pada orang tuamu lho" ucap Zanet
"astaga iya aku lupa memberitahu Rei kalau ada orang tuaku di sini"
"orang tuamu ada di sini? aku jadi penasaran, bisakah kita ke sana sekarang?"
Rei sangat antusias untuk menemui kedua orang tua sahabat pertamanya itu, dia ingin mengetahui seperti apa sifat orang tua Felix karena Felix sendiri adalah orang yang sangat baik hati dan peduli pada yang lainnya
Mereka bersama-sama menuju ke ruangan tempat tinggal ke orang tua Felix, hingga tepat di depan pintu ruangan itu Felix langsung mengetuk pintu, dan ayah Felix membukakan pintu untuk mereka
"wah teman-temannya Felix ya?" tanya ayah Felix dengan ramah
"iya Pak saya temannya, Felix adalah sahabat pertama saya di sekolah" ucap Rei dengan mengembangkan senyum lebarnya
Ayah Felix menatap Rei dengan seksama dan membungkuk memberi salam padanya
"Bapak tidak perlu seperti itu, sayang seharusnya memberi salam terlebih dahulu" Rei masih menampakkan senyumannya, karena dia memang benar-benar senang bertemu dengan orang tua Felix
Farel tiba-tiba datang menyusul mereka, dia memberi salam kepada ayah Felix dan mengatakan bahwa itu adalah adiknya
Ayah Felix mengganggu dan mempersilakan semuanya masuk, namun yang menjadi janggal adalah ayah Felix tidak ikut masuk bersama mereka melainkan berjalan mendekati Farel dan berbisik padanya
"tuan tolong maafkan kelancaran anak hamba karena berani berteman dengan adik anda"
"apa sih Paman, adikku sangat suka berteman dengan putra anda" ucap Farel
"tapi tuan kasta kita kan berbeda" tutur ayah Felix hati hati
"usssst biarkan mereka berteman karena adikku sangat bahagia berteman dengan putra anda"
__ADS_1
ayah Felix mengangguk dan tersenyum, dia juga mengucapkan banyak terima kasih pada Farel