Darahku Pedangku

Darahku Pedangku
sedikit emosi


__ADS_3

Berulang kali putra mahkota terbunuh tapi sepertinya Rei masih bersemangat dan tidak sedikitpun kelelahan


Walaupun orang-orang yang menonton sudah merasa tidak tahan lagi melihat pertandingan yang sudah seperti pertunjukan pembunuhan tragis itu, raja juga sudah mulai mencemaskan putranya namun Rai seperti enggan untuk mengakhiri semuanya, dia menggunakan momen ini untuk berlatih memegang pedang dan menebas lawannya


Hingga suatu ketika putra mahkota mengatakan bahwa dia menyerah dan tidak tahan lagi dengan rasa sakit yang terus terjadi berulang kali


"Bagaimana kamu mengatakan bahwa kamu menyerah bukankah pertandingan ini bisa selesai apabila salah satu dari kita ada yang tewas" ucap Rei sambil tersenyum tipis


Sepertinya mental putra mahkota sudah mulai terganggu karena terus merasakan kesakitan, akhirnya Rei mencoba mengakhiri itu dengan menebas dinding pelindung


Semuanya kaget terutama raja dan putra mahkota yang merasa dipermainkan oleh Rei, yang sejak awal sudah pasti bisa keluar dari pertandingan itu, tapi dia malah menggunakan kesempatan untuk menyiksa putra mahkota


"aku sedang tidak berbuat licik dan curang, bukankah aturannya adalah salah satu dari kami harus mati, tentu saja aku berjuang untuk bertahan hidup dengan cara mengalahkan putra mahkota terus menerus karena dia kan tidak bisa mati" ucap Rei dengan enteng namun tetap dengan wajah yang serius


Raja langsung mengatakan bahwa dia akan mengeluarkan semua orang orang Rei dari kerajaannya dan berharap mereka tidak bertemu lagi


Sesuai ucapan raja mereka berenam langsung dikeluarkan dari kastil


"apa yang terjadi kenapa kita dikeluarkan begitu saja?" ucap Zanet yang tidak mengetahui apapun mengenai pertandingan Rei dan juga putra mahkota


"Sudahlah yang jelas kita sudah syukur bisa keluar dan sebaiknya kita harus mencari jalan yang paling cepat untuk menuju portal ucap Farel yang tidak ingin mereka mengetahui tentang kejadian Rei dan putra mahkota


Sepanjang perjalanan Rei hanya diam saja, tubuh Rei merasa sedikit sakit karena tidak menyalurkan energinya keluar, Rei memang belum bisa menguasai energi alaminya secara penuh jadi dia masih sedikit kesulitan untuk menjaga letupan energi di dalam tubuhnya


Hingga mereka memutuskan untuk istirahat di dalam sebuah goa, saat semuanya sedang istirahat dan tertidur Keyla menghampiri Rei


"apa kamu merasa tidak enak badan? kulihat dari tadi kamu hanya diam dan terus berkeringat tak seperti biasanya" ucap Keyla


"aku baik-baik saja, istirahatlah dengan baik karena besok kita akan melanjutkan perjalanan yang panjang"

__ADS_1


"jangan menolak dan jangan menghindar aku bisa mengurangi sedikit rasa sakitmu itu" Keyla menyentuh pundak Rei, dan benar saja Rei merasa lebih enakan daripada sebelumnya


"sebenarnya apa yang kamu lakukan ini?, ini bukan teknik penyembuhan seperti kakak"


"aku hanya menenangkan energimu yang meluap-luap itu, mau ku ceritakan sesuatu tentang masa lalu keruntuhan kerajaan iblis?"


"keruntuhan? kapan?" tanya Rei yang memang tidak mengetahui tentang hal itu


...****************...


"dulu manusia, naga, peri dan iblis hidup berdampingan di dunia atas yang sekarang menjadi dunia manusia atau dunia nyata, dan dunia iblis adalah dunia kematian atau dunia para monster yang tidak memiliki akal. saat itu iblis dan manusia saling menjatuhkan satu sama lain, iblis adalah makhluk yang tidak mati atau kekal, dan manusia adalah makhluk yang memiliki umur pendek namun berkembang dengan cepat, iblis yang tidak memiliki energi kehidupan sendiri, menyerap kehidupan dari manusia dan juga makhluk lainnya, begitulah cara mereka hidup dan tidak ada cara lain selain itu"


"Lalu kenapa jadi berpisah? maksudku kenapa jadi berbeda dimensi?" tanya Rei


"karena iblis merugikan kehidupan makhluk lain maka iblis mulai dibasmi oleh tiga ras lainnya, tapi karena iblis tidak bisa mati maka semuanya kewalahan hingga suatu ketika ada manusia yang sangat istimewa, di mana dia memiliki energi sekuat naga, kemampuan hebat sehebat peri, serta aura sekuat iblis dan akal seluas akal manusia, manusia itu adalah leluhurmu, para orang-orang yang bisa mengendalikan darah"


Rei yang mendengar itu pun sedikit terkejut karena dia menjadi salah seorang dari bagian orang-orang spesial itu, namun Rei juga penasaran mengapa keluarganya hanya tinggal sedikit


"tapi aku tidak begitu keluargaku juga tidak begitu" bela Rei


"ya memang, karena di buku sejarah hanya tertulis bahwa rasmu adalah manusia yang istimewa dan semua yang ditunjukkan hanyalah rumor belaka, namun apalah arti sebuah kebenaran jika semua orang menginginkan sesuatu yang sama rata dan tidak ingin ada yang menonjol diantara mereka"


"apakah kamu tahu mengenai keruntuhan keluargaku?"


"sepertinya keluargamu menghilang beberapa puluh tahun yang lalu, di buku catatan tidak ditulis sejarahnya lagi semenjak dunia manusia dan dunia iblis benar-benar berpisah"


Rei tidak bisa menanyakan lebih, karena memang informasi tentang keluarganya amat sangat jarang, yang harus difokuskan saat ini adalah mengendalikan energinya dengan baik karena dunia benar-benar kacau, seperti yang diharapkan orang tuanya, setidaknya Rei bisa menjaga diri sendiri


karena memikirkan keadaan dunia Rei jadi teringat tentang ramalan yang akan muncul di penglihatan Keyla

__ADS_1


"apa kamu sudah mendapatkan penglihatan mengenai orang yang memiliki takdir perang itu?"


Keyla menggeleng, dia juga penasaran siapa orangnya dan dia berharap saat mendapat penglihatan, tidak ada seorang penghianat yang bisa mengetahuinya agar ramalan itu terjadi dengan baik


"Keyla kamu mengetahui banyak hal apa kamu juga pernah bertemu dengan naga?"


"ya... dulu sekali waktu aku masih sangat kecil, semua pengurus dunia pernah bertemu sekali selama kurun waktu 100 tahun, dan kebetulan saat itu aku masih kecil, saat itu yang hadir adalah beberapa raja manusia, beberapa raja iblis, kepala keluarga perih dan juga petinggi naga. Satu hal yang sangat aku ingat yaitu hubungan mereka yang seperti perang dingin"


Farel terdiam karena dia tidak mengetahui apapun tentang dunia luar, beberapa saat kemudian Keyla mengajak Rei untuk istirahat


...****************...


keesokan paginya semua anggota sudah bersiap dan mereka langsung melanjutkan perjalanan, mereka sering berhenti untuk sekedar istirahat dan berlatih menggunakan kekuatan mereka, Rei juga mengalami banyak peningkatan untuk mengendalikan kekuatannya yang meluap-luap, hingga tanpa disadari Felix jadi lebih pendiam dari biasanya


"ada apa Felix?" tanya Zanet


Felix menatap Zanet dalam hatinya dia merasa tidak berguna karena tidak bisa membantu Zanet sedikitpun, malahan yang sering menolong Zanet adalah Rei


"aku merasa tidak berguna" ucap Felix dengan putus asa, namun tiba-tiba Rei datang dan menyelam


"siapa yang berani bilang kamu tidak berguna, tanpa siasatmu mungkin kita sudah gugur seperti yang lainnya" ucapan dengan Rei dengan riang


"memang kamu tahu apa, kamu hanya orang yang kuat yang berkedok dalam keluguan" udah Felix dengan sedikit emosi


"hei apa salahku kenapa kamu marah"


Felix mencoba menenangkan dirinya, dia tahu Rei tidak bersalah dan dirinyalah yang terbawa emosi


dalam kesendirian itu Zanet menghampirinya dan mencoba menenangkan Felix, dia juga mengatakan bahwa Rei adalah sahabatnya, tolong jangan bertengkar dengannya

__ADS_1


rasanya semakin sakit saat Zanet lebih berpihak pada Rei


__ADS_2