
Felix berlari sempoyongan karena tenaganya sudah akan habis, dia terus mencari keberadaan Zanet yang sepertinya terpisah sangat jauh saat ini
Felix terus melaju tanpa arah hingga sadar dia benar-benar terpisah dengan yang lainnya, rasa kesepian itu mulai muncul saat tidak ada sedikitpun suara yang bisa dia dengar lagi, tiba-tiba dia harus mengalami kram kaki dan terduduk tak berdaya saat itu juga
Felix mengenang masa-masa saat dia masih belum berada di Menara Agung, suasana yang sangat sejuk dan damai selalu dia dapatkan dengan mudah di kediamannya, tapi walaupun begitu dia tidak memiliki seorang pun teman karena hanya ada orang-orang dewasa di wilayah itu.
Felix tidak terlalu merasakan rasa sakitnya lagi karena hanya rasa takut dan khawatir akan keadaan teman-temannya yang sekarang menghantuinya, mereka tidak pernah berpisah sampai seperti ini, apalagi tadi Felix mengetahui bahwa Yusha , Zanet dan Rei terluka parah.
Setelah dirasa kakinya cukup kuat untuk berdiri lagi, Felix bergegas untuk kembali ke jalan yang tadi dia lewati, dengan tertatih dia terus berjalan berharap menemukan salah satu temannya. Kondisi Felix saat ini sangatlah menghawatirkan karena dia kelelahan dan juga dehidrasi
Dia beristirahat lagi sembari melihat sekeliling karena suasana hutan mulai redup dan semakin gelap, diantara suasana yang sunyi itu terdengar langkah kaki yang sepertinya mendekat. Awalnya Felix mencari sumber suara dengan semangat tapi beberapa saat kemudian pikirannya mulai memikirkan hal lain, dia khawatir bahwa itu adalah orang-orang jahat seperti para pemberontak atau bandit.
Felix memutuskan untuk bersembunyi sambil mencoba untuk melihat siapa yang datang. Felix sudah panik dan takut namun rasa itu seketika hilang dan berganti dengan perasaan terkejut dan juga khawatir karena yang dia lihat adalah Yusha dengan luka yang cukup parah
Felix langsung berlari ke arah Yusha dan membopongnya, sedangkan Yusha malah meminta Felix untuk berlari karena ada beberapa bandit di belakang mereka, tanpa menghiraukan apa yang Yusha katakan, Felix langsung membawa Yusha ke tempat dia sembunyi
Rasa lelah tentu masih terasa di tubuh Felix namun entah kekuatan dari mana dia dapat membopong Yusha hingga ke tempat yang cukup jauh dan aman, melewati lokasi saat dia bersembunyi tadi dia terus masuk ke dalam goa. Setelah menaruh Yusha, dia langsung pergi untuk menutup mulut goa dengan beberapa ranting dan pohon kecil yang tumbang
__ADS_1
Saat Felix kembali sepertinya Yusha menggunakan kekuatan terakhirnya untuk menghidupkan api, dia mendapati Yusha yang sudah pingsan dengan darah yang masih mengalir dari dalam tubuhnya
Felix bukanlah ahli medis jadi dia tidak tahu harus melakukan apa selain memperban luka-luka Yusha, uang bisa Felix lakukan hanyalah pencegahan dasar untuk luka luar.
Hari semakin gelap dan Felix terus sibuk mencari ranting untuk mempertahankan api yang dibuat di Yusha. dia juga mencoba untuk mencari air agar Yusha tidak dehidrasi sekaligus juga untuk dirinya sendiri.
malam itu Yusha mengalami demam yang sangat tinggi, dan Felix hanya bisa mengompresnya dari air yang sudah dia dekatkan dengan api sedari tadi. Mereka memang tidak membawa perlengkapan apapun karena semuanya ada di kantong milik Zanet
Felix terus berjaga hingga pagi, dia seperti tidak memperdulikan kesehatannya sendiri dan hanya terus mengurus Yusha, Felix mencoba keluar dari gua dan mencari apa yang bisa mereka makan, setidaknya Yusha harus bertahan sampai ada orang yang bisa menemukan mereka
Saat setelah makan Yusha pun mulai bisa sedikit bicara, dia merasa gagal sebagai seorang ketua team, hal itu karena dia tidak bisa menjaga semua anggotanya dan membiarkan mereka terpisah
Felix yang mengetahui secara pasti bahwa kejadian itu bukanlah kejadian yang bisa diatasi semudah itu terus meyakinkan Yusha bahwa ini bukanlah kesalahannya, lagi pula ini adalah pilihan terbaik daripada harus terluka dan mati bersama-sama
Yusha hanya diam namun Felix tetap mencoba membujuknya, Felix mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja, dia meminta agar Yusha fokus pada kesehatannya dan setelah itu mereka harus segera mencari yang lainnya
Kira-kira 2 hari mereka berada di Goa dan kondisi Yusha sudah agak membaik, mereka lantas keluar dan memastikan situasi sudah aman, mereka berjalan kembali ke lokasi sebelum mereka berpisah namun sepertinya mereka tersesat dan tidak menemukan jalan yang mereka lewati sebelumnya, yang ada mereka malah bertemu beberapa orang yang sepertinya bandit.
__ADS_1
Para bandit itu meminta harta Yusha maupun Felix namun karena keduanya tidak membawa apapun jadi para bandit itu berencana untuk menjadikan Felix dan Yusha budak mereka
Yusha dan Felix tidak dapat menghindari pertarungan, saat para bandit itu lengah dan tumbang Felix dan Yusha langsung melarikan diri, karena walaupun saat ini mereka menang mereka juga tidak bisa memastikan ke depannya bagaimana karena kondisi Yusha yang masih terluka
Mereka berlari hingga bertemu dengan dua orang yang membawa kayu bakar, Felix langsung meminta tolong dan mengatakan bahwa mereka sedang diserang oleh bandit, kedua orang itu langsung celingukan melihat sekitar lalu membawa Yusha dan Felix pergi ke tempat mereka
Felix dan Yusha mengikuti dua orang itu sampai di samping sungai, mereka berhenti di depan sebuah gundukan tanah, dua orang itu membuka sebuah pintu yang ada di gundukan tanah itu dan masuk ke dalamnya sembari mengajak Yusha dan Felix
Ternyata tempat itu adalah tempat persembunyian para warga yang tidak tahu harus berlindung di mana, seorang dari warga itu mengatakan bahwa mereka merasa bingung karena pihak kerajaan terbelah menjadi dua kubu, dan mereka tidak bisa membedakan mana yang benar-benar pihak kekaisaran dan mana yang pemberontak.
Karena rumor yang beredar sangatlah bermacam-macam dan mereka tidak mau sampai masuk ke dalam perangkap musuh yang menyamar sebagai pihak kekaisaran
Mereka berbincang sedangkan Yusha mendapatkan perawatan yang lebih baik untuk menyembuhkan luka-luka luarnya yang terlihat cukup parah, Yusha juga diberikan tempat untuk istirahat. Sedangkan Felix diajak untuk berjalan-jalan melihat kondisi tempat persembunyian itu
Felix takjub karena ada ruang di bawah tanah yang seluas ini, akar-akar pohon yang besar terlihat jelas di depan matanya. Saat memasuki lorong-lorong yang ada di sana, sepertinya tempat itu baru saja dibuat karena terlihat tanah-tanah yang masih basah menjadi dinding lorong
Dalam perjalanannya mengelilingi lokasi itu tiba-tiba Felix melihat ayahnya, awalnya Felix Serasa ragu namun saat dilihat lebih jelas lagi itu benar-benar Ayahnya, Felix memanggil ayahnya, lalu ibu Felix juga keluar dari sebuah ruangan, mereka bertiga langsung berpelukan melepas rindu
__ADS_1