
Rei menghampiri Zanet lalu memintanya untuk bicara berdua dengannya
"Zanet aku ingin mengatakan sesuatu padamu, tapi ku harap ini tidak akan merusak pertemanan kita" ucap Rei dengan serius
"ingin bicara apa?" tanya Zanet dengan serius pula
"apakah kamu tahu perasaan Felix padamu?"
"tentu saja aku tahu, aku kan ahli membaca aura, dia suka padaku kan?"
"kuharap kau membalas perasaannya agar dia tidak terus berprasangka buruk padaku" ujar Rei dengan seenaknya
"hei kenapa dari dulu kamu selalu seenaknya sih, menyuruh aku ini dan itu, menyuruhku merahasiakan ini dan itu, menyuruh aku mengalah dan hah sudahlah" Zanet menggerutu pada Rei
"bukankah kau juga menyukainya, jadi apa salahnya kalau sekalian sama-sama saling bicara, daripada hubunganku dan Felix jadi renggang lebih baik kalian jadian" se enteng itu Rei bicara soal cinta
"aku akan menghiburnya tapi aku tidak bisa bilang kalau aku menyukainya, kau kira bisa semudah itu seorang wanita mengatakan cinta" teges Zanet
"terserahlah pokoknya Felix tidak boleh menjauhiku lebih dari hari ini"
Zanet mengganggu sambil meninggalkan Rei
Mereka berjalan melewati tebing dan jurang tanpa istirahat, semua orang saling menghibur diri masing-masing dengan banyak cara seperti bercanda atau berjalan sambil makan, namun sepertinya salah satu dari mereka ada yang sedang galau
"Tuan Yusha apakah kamu tahu kenapa Felix jadi pendiam begitu?" tanya Keyla pada Yusha
"entahlah, sebentar biar aku tanyakan" Yusha memang orang yang polos soal hal-hal semacam ini
"eh jangan, tidak enak"
tapi sepertinya yusha tidak menghiraukan ucapan Keyla dan malah menghampiri Felix
__ADS_1
"Felix kamu kenapa? kamu baik-baik saja kan, kenapa dari tadi sepertinya murung?" tanya Yusha
Sepertinya semua orang juga penasaran akan alasan itu, sehingga mereka berhenti serentak untuk menatap ke arah Felix
"memang aku kenapa? aku baik-baik saja" tanya Felix
"kalau kamu ingin cerita, ceritakan saja, kalau kamu ingin merahasiakannya kamu bisa cerita berdua padaku" ucap Zanet dengan santai
"tidak usah, nanti ada yang marah" balas Felix
"hei aku tidak ada urusan dengan ini ya dan aku tidak marah jika siapapun ingin bicara dengan Zanet" ucap Yusha
"kakak tidak tahu urusan kalian, jangan menuduh sembarangan" timpa Farel yang juga sedikit terganggu dengan perkataan Felix
"aku no komen" ucap Reizakiel
"kenapa kamu no komen?" tanya Felix pada Rei
Semua mata langsung tertuju pada Rei
"ya mungkin saja kamu memiliki perasaan padanya" sepertinya Felix benar-benar cemburu dan dia ingin mengakhiri semuanya di sini
Namun tiba-tiba Keyla mundur dan memasang wajah lesu, dia Lalu melanjutkan perjalanannya sendiri
"puas telah bilang begitu" setelah mengatakan itu Rey langsung mengajar Keyla
Semua yang menyaksikan itu langsung berpikir bahwa Rei memiliki hubungan khusus dengan Keyla, buktinya dia langsung mengejar Keyla yang pergi dengan wajah cemberut
"kamu apa-apaan sih Felix? kamu semakin aneh, apa jangan-jangan karena ini di dunia iblis jadi kamu sering dibisiki setan" Zanet menggelengkan lehernya lalu berjalan mengikuti Yusha dan Farel yang masih menggosipkan Rei dan Keyla
Dalam hati Felix langsung merasa bersalah, dia merasa dia telah cemburu buta dan sekarang tanpa sengaja dia membuat temannya dan pasangannya bermasalah
__ADS_1
namun di sisi lain ternyata Keyla dan Rei memang sengaja melakukan hal seperti itu
"wah aktingmu luar biasa, kamu telah menyelamatkanku" ucap Rei
"kamu tahu dari kecil aku selalu berusaha untuk pura-pura tersenyum walaupun aku merasa tertekan karena berada di sisi per monster dan juga iblis" ucap Kayla dengan mudah
"apa masa kecilmu sangat buruk, maaf aku tidak bermaksud" Rei merasa bahwa dia sedikit memiliki kemiripan dengan Keyla yaitu hidup dalam keluarga yang asing baginya
"dulu aku adalah bayi yang dibuang oleh kedua orang tuaku ke dunia iblis, para pelayan bilang raja iblis atau ayahku sebenarnya tidak ingin mengadopsiku dan malah ingin membunuhku, namun saat dia mendekat aku menangis dan mungkin itu yang menggetarkan hatinya sehingga ayah menyuruh salah satu pengawalnya untuk membawaku pulang ke kastil, ayah selalu melihatku namun tidak berani mendekatiku hingga usiaku 5 tahun, bibi pelayan bilang aku mendekati ayah terlebih dahulu lalu ayah mulai lulus sedikit demi sedikit dan menganggapku sebagai anaknya sendiri" terang Keyla mengenai masa lalunya
"wah itu benar-benar seperti dongeng ya" balas Rei
"kalau kamu bagaimana?" sepertinya Keyla juga penasaran dengan masa kecil Rei
"banyak hal yang berubah semenjak aku menginjak usia 10 tahun, saat usiaku masih belum 10 tahun aku sangat dekat dengan kakak-kakakku, namun saat adikku lahir kakak kakakku sudah harus pergi ke sekolah Menara Agung, sedangkan ibu sudah lebih fokus pada adik kecilku yang baru lahir. aku sedikit kecewa dan kesepian berada di rumah yang sepi itu sendirian tanpa kedua kakakku dan juga tanpa kehangatan ibuku yang tiba-tiba saja menghilang dan beliau jadi seperti orang lain, kalau ayahku dia sering keluar rumah dan pulang hanya sesekali saja" sepertinya Rei tumbuh menjadi anak yang pendiam karena kesepian di masa kecilnya
"jadi kamu dia sudah para pelayan ya?" di rumah hanya ada sedikit pelayan jadi aku jarang berkomunikasi dengan mereka, aku mengisi waktu luang ku dengan belajar bersama guru privat dan juga belajar di perpustakaan"
"tapi sepertinya kamu sekarang baik-baik saja" ucap Kayla
"aku kan tidak depresi, aku hanya sedikit kesepian tapi setelah aku masuk sekolah Menara Agung aku jadi punya banyak teman dan bisa merubah hidupku yang membosankan jadi lebih berwarna"
bincang-bincang tiba-tiba ada segerombol manusia yang mendekat ke arah mereka, untung Zanet yang terus bersiaga dengan lingkungan sekitar langsung bisa mendeteksi keberadaan mereka
Rei dan yang lainnya langsung mencari tempat persembunyian dan Untung saja di sekitar situ ada gua, Setelah semua masuk Zanet langsung mengucapkan mantra untuk menutupi tempat itu agar tidak terlihat
semuanya langsung berkumpul dan Felix langsung memikirkan beberapa cara yang bisa mereka pakai saat ini
"ada dua kemungkinan tentang rombongan itu, yang pertama adalah mereka sama seperti kita mencari jalan keluar, yang kedua mereka adalah orang-orang yang sudah menyerang kastil milik Keyla"
"jadi bagaimana?" tanya Yusha
__ADS_1
"sebaiknya kita lihat dulu kemampuan mereka, kita juga harus memastikan bahwa mereka tidak sedang mencari kita sebagai sasaran selanjutnya" sepertinya Felix tahu bahwa orang-orang itu bukanlah orang-orang biasa karena mereka bisa menggunakan energi mereka seperti biasa dan tidak tampak kelelahan
"kuharap tidak ada penyerangan kali ini aku masih benar-benar sakit" ucap Rei dengan nada sedikit manja