Darahku Pedangku

Darahku Pedangku
Dunia Atas


__ADS_3

beralih pada dunia atas atau dunia manusia, kegaduhan sudah semakin merambat hingga wilayah terluar kekaisaran, para manusia sudah mulai berperang dengan naga, Sedangkan untuk warga biasa harus mengungsi ke bagian bawah tanah yang sudah disiapkan oleh pihak kerajaan


Tangisan dan juga jeritan orang-orang sudah menjadi hal biasa yang terjadi di setiap harinya, ada saja prajurit atau orang-orang yang meninggal saat harus berhadapan dengan para naga. para naga memang tidak bisa memasuki wilayah manusia sesuka mereka karena retakan yang timbul tidak cukup besar untuk membuat mereka bisa masuk bergerombol


Tak hanya manusia adapun korban dari para naga yang berjatuhan, sebenarnya perang ini tidak menguntungkan kedua belah pihak, para naga menyerang manusia dengan cara memasuki lubang retakan yang cukup hanya bagi satu naga, sehingga mereka bisa saja diserang bersama-sama oleh para manusia, para manusia pun juga tidak bisa membunuh naga dengan begitu mudah karena ukuran dan juga kekuatan yang terpaut jauh


Namun perang tetaplah perang dan tujuan perang itu bukanlah hanya sekedar kemenangan atau unjuk gigi saja melainkan ada maksud maksud terselubung yang tidak bisa dihindarkan


Yuna dan para bawahannya pun juga sudah turun tangan untuk membantu para ksatria melawan para naga


Sedangkan di istana karena Kaisar terdahulu telah wafat maka digantikan oleh putra mahkota yang saat ini menjabat sebagai Kaisar berikutnya


yang tersisa di istana hanyalah putra mahkota atau yang sekarang telah menjadi Kaisar, ada juga adik keduanya yang telah menjadi putra mahkota dan adik ketiganya yang masih menyandang status pangeran, sedangkan anak perempuan Kaisar telah diamankan ke kastil lain yang jauh dari pusat kota atau lebih tepatnya berdekatan dengan wilayah peri untuk menjamin keamanannya, sedangkan ratu masih setia berada di kastil bersama ketiga putranya


Saat ini banyak sekali rumah-rumah yang telah hancur karena serangan naga, bisa dilihat di dekat wilayah perbatasan tidak ada satupun bangunan yang masih berdiri kokoh kecuali satu kastil yang cukup luas, tidak lain dan tidak bukan rumah itu adalah tempat tinggal Reizakiel dan keluarganya


Sebenarnya banyak orang yang penasaran mengapa kastil keluarga George Eden masih bisa berdiri kokoh padahal bangunan di sekitarnya sudah roboh dan hancur


Dora dan suaminya masih ada di dalam kastil bersama dengan para pelayan yang tidak diperbolehkan untuk keluar demi keamanan mereka, walaupun Di luar banyak orang yang bertanya-tanya mengapa pintu kediaman George Eden masih sangat tertutup rapat walaupun keadaan di luar tidaklah baik-baik saja, mengapa mereka tidak membukakan pintu dan menolong orang-orang di sekitar kastil

__ADS_1


Namun seperti rumor yang telah beredar bahwa keluarga George Eden tidak ingin sedikitpun terlibat dengan perang manusia dan juga naga, namun siapa yang bisa memilih perang sehingga bisa memiliki pemikiran dan tetap berdiri kokoh walaupun berada di antara dua peperangan besar itu


saat Yuna ditanyai beberapa rekannya dan juga Kaisar Yuna juga tidak bisa menjelaskan apapun karena dia juga tidak mengetahui kenapa kediamannya masih utuh dan tidak mendapatkan serangan sedikitpun


Yang membuatnya merasa aman walaupun banyak orang yang memandangnya dengan aneh yaitu adalah yang mulia Kaisar di mana beliau tidak pernah memaksakan apapun kepada Yuna, karena pesan dari ayahnya yaitu kekaisaran haruslah percaya pada Yuna dan tidak menganggap Yuna berlebihan


Kaisar muda ini pun juga tidak mengetahui alasan kenapa ayahnya begitu menghormati keluarga Yuna dan keputusan keluarganya juga


Yuna terus bertarung dan bertarung hingga dia lupa untuk pulang. Pernah suatu ketika Ryuji menyusulnya dan mengirimkan pesan dari ayahnya bahwa ayah dan ibunya mengkhawatirkannya dan menginginkan dia segera pulang ke kastil, namun Yuna menolak dan mengatakan bahwa dia sudah berjanji pada kekaisaran bahwa dia akan mengabaikan dirinya untuk keadaan apapun


Yuna maupun Ryuji mulai sibuk mencari keberadaan Farel dan juga Reizakiel, namun semua hasilnya adalah nihil karena mereka berdua tidak dapat dideteksi di dunia manusia jadi kedua pesan dari ini menyimpulkan bahwa kedua saudaranya yang lain masih berada di negeri iblis


Yuna dan Ryuji hanya bisa terus memantau keadaan keluarga sekaligus membantu pada perang kali ini, hingga pada suatu ketika Yuna dan Ryuji dipaksa untuk pulang dan pintu gerbang rumah mereka langsung ditutup menandakan jika keduanya tidak boleh meninggalkan kastil


"ayah kenapa melakukan ini padaku bukankah kita sudah sepakat bahwa aku akan bekerja di kekaisaran" ucap Yuna dengan emosi


"apa kau tidak bisa mengerti kalau kami mengkhawatirkanmu" sepertinya sebagai seorang ayah Rafael juga berhak untuk mengkhawatirkan para anak-anaknya


" kalau ayah memang khawatir pada kami seharusnya dari awal ayah juga melarang untuk bersekolah karena situasinya sudah tidak memungkinkan untuk berada dalam keamanan seperti ini"

__ADS_1


"Yuna kamu tahu sendiri kan kalau pendidikan itu penting, Rei juga harus bisa bersosialisasi dengan orang-orang lain kan" Dora mulai meninggikan nada suaranya juga


"ibu, kenapa ibu bisa bilang begitu? untuk apa pendidikan yang tinggi kalau kita tidak diperbolehkan untuk menunjukkannya? untuk apa juga kita bersosialisasi kalau akhirnya kita hanya akan dikurung di dalam rumah saja? dan ibu juga kenapa sok peduli sekali padahal ibu tidak ingin tahu apa yang sedang kami lakukan dan bagaimana perasaan kami" Yuna sudah berada dalam posisi yang tidak bisa mengendalikan emosinya


"cukup Yuna cepat masuk ke dalam kamar sebelum ayah benar-benar memarahimu"


"lebih baik ayah marah padaku daripada ayah tidak peduli dan pura-pura tidak mengetahui semuanya, aku benar-benar curiga dengan keluarga kita"


untuk pertama kalinya Rafael menggunakan kekuatannya dan menekan anak-anaknya


"cukup dan masuk ke dalam kamar" hanya itu kata-kata terakhir dari Rafael sebelum dia menggunakan kekuatannya dan membuat Yuna serta Ryuji melangkah dengan paksa ke dalam kamar mereka masing masing


"apa yang harus kita lakukan sekarang Rafael?" tanya Dora pada suaminya yang masih kalau dengan situasi barusan


"putus aja kita harus mengamankan anak-anak kita terlebih dahulu, kita harus mencari kedua putra kita itu"


"Rafael apa perlu kita keluar dan mencari mereka?, apakah kita sudah keterlaluan membuat mereka tidak mengetahui apapun tentang kebenaran keluarga kita" ucap Dora hati-hati, dia takut menyinggung perasaan Rafael


"apa yang kita sembunyikan dari mereka dan apa yang perlu mereka ketahui tentang kita itu adalah masa lalu dan sekarang kita sudah memilih jalan ini untuk bertahan di dunia yang kejam ini, bukankah menjadi penonton VIP itu lebih baik daripada kita harus turun tangan dan menjadi pion seperti yang mereka harapkan"

__ADS_1


keduanya hanya diam, Rafael menghela nafas, dia tidak tahu harus melakukan apa selanjutnya yang jelas dia sangat mengkhawatirkan Reizekiel dan juga Farel


__ADS_2