Darahku Pedangku

Darahku Pedangku
Kebangkitan


__ADS_3

Dalam tidurnya Rei seperti berada di dalam rumahnya dan berdiri di depan pintu perpustakaan, karena penasaran rel langsung membukanya dan ternyata dia melihat Rara sudah duduk sambil membaca buku


Wanita itu menoleh dan sedikit terkejut namun kemudian dia tersenyum dan melambaikan tangannya


"Wah Rei kenapa kamu ke sini tanpa tubuhmu?" tanya Rara pada Rei


Reizakiel lalu duduk sambil menatap Rara, dia bingung apakah dia harus menceritakan semuanya atau tidak, namun saat ini dia merasa seperti mimpi dan merasa bahwa tidak apa jika dia bercerita


"apakah aku perlu memanggilmu bibi?, sebenarnya banyak hal yang ingin aku tanyakan, di mana semua keluarga kita? dan apakah aku benar-benar manusia? maksudku apakah aku bukan seorang monster?" tanya Rei dengan wajah lesu penuh dengan keputusan


"lihatlah kamu terlihat begitu buruk jika tidak tersenyum, kamu manusia dan bukan monster, aku sendiri yang menyaksikan kelahiranmu dan aku pastikan keluarga kita juga manusia" tutur Rara dengan lembut


"namun kenapa kita berbeda, kenapa kita seperti monster?, kenapa aku bisa mengendalikan seseorang dengan aliran darah"


"mungkin itu takdir atau kelainan, semua anggota keluarga kita mampu melakukan itu namun hanya beberapa yang bisa bertahan menggunakan kekuatan dalam waktu yang lama karena kekuatan itu sangat menguras energi, tentu saja orang tuamu menjadi orang tua sempurna karena mereka menikahi seseorang yang sama-sama keturunan murni, itu sebabnya kamu bisa ada di sini dan menjadi orang yang sempurna" terang Rara


"bisakah kamu jelaskan kenapa ibu seperti orang yang berbeda daripada saat aku kecil?"


"maaf Rei aku tidak bisa mengatakan itu, sebaiknya kamu mencari sendiri jawabannya atau bertanya pada Dora" balas Rara yang sepertinya enggan menerangkan hal itu


"ya tidak apa-apa jika itu memang menjadi rahasia"


keduanya terdiam namun Rara sepertinya sedang mengamati Rei yang sungguh lesu saat itu


"oh ya Rei, kenapa kamu tidak membawa tubuhmu dan kenapa kamu begitu putus asa?"


"oh itu, sepertinya aku tersesat di sini karena aku tidak mampu menahan energi dalam tubuhku" jawablah yang sudah tidak semangat untuk bahasan itu


"memang apa yang sedang kamu lakukan, kenapa sampai tubuhmu menolak dirimu"


tanya Rara yang penasaran


"kakak sedang berusaha membuka segel ku tapi entah mengapa saat aku kesakitan dan membuka mata, aku lagi aku sudah ada di sini, mungkin aku sudah tewas makanya roh ku gentayangan"

__ADS_1


Rara tahu bahwa Rei sedang bersedih namun dia tidak dapat menahan tangannya karena Rei berpikir bahwa dia sudah tiada


"apa yang sedang kamu pikirkan kenapa kamu berpikir bahwa tubuhmu bisa menolakmu?"


"sudah jangan tertawa tante aku sudah tidak punya semangat untuk berjuang, semoga gak Farhan dan teman-teman bisa keluar dari tempat itu" Ucap Rei sambil merebahkan tubuhnya di kursi


"nak tubuhmu tidak akan menolakmu dan mungkin kamu hanya merasa terkejut sehingga tubuhmu tidak bisa sadarkan diri saat ini, untuk menunggu waktu kamu bisa kembali bagaimana kalau kita berlatih dan bagaimana jika aku memberitahu cara-cara agar kamu bisa mengendalikan kekuatanmu nanti" saran karena memang ada benarnya lebih baik mereka menghasilkan kemampuan daripada hanya menunggu


Rei lalu bertanya apakah cukup waktu untuk dia menyiapkan dirinya, agar bisa menerima luapan energinya?


Lalu Rara menjawab bahwa waktu di alam ini berbeda dengan waktu kenyataan, jadi Rei bisa berlatih sesukanya tanpa harus mengkhawatirkan waktu dunia nyata


Rara mulai mengajarkan banyak hal kepada Rei dan Rei juga belajar dengan cepat, selain belajar untuk mengendalikan kekuatan dan juga mempelajari banyak hal dari buku-buku yang ia baca


Tidak terasa berminggu-minggu telah berlalu, Rei mulai memikirkan tentang nasib tubuhnya, dia lantas berpamitan kepada Rara, dandanan langsung mengingatkan niat Rei, dia juga membantu Rei untuk bisa kembali


Saat Rei membuka matanya, dia melihat kakaknya yang sangat panik dengan teman-temannya yang juga memberikan energi mereka padanya


Ternyata Rei hanya tertidur selama 2 hari, walau dia sudah berada di alam Rara begitu lama


Kak Farel menceritakan apa yang sudah terlewatkan oleh Rei, dia juga mengatakan bahwa pertandingan itu akan terjadi besok


Tentu saja Farel memberitahukan itu sambil berbisik-bisik, karena memang teman-temannya tidak ada yang tahu bahwa mereka berdua menawarkan itu kepada raja


"Rei kalau kamu merasa masih belum sehat aku akan menggantikanmu" ucap Ariel karena khawatir


"tidak kak, aku bisa melakukannya, aku yakin aku bisa"


Melihat keputusan adiknya yang sudah bulat Farel tidak bisa melakukan apapun kecuali mendukungnya


...****************...


Hari yang ditunggu sudah tiba, Rei dan Farel dipanggil oleh yang mulia raja sedangkan sisanya tetap menunggu di kamar

__ADS_1


Sesampainya mereka di hadapan raja, Rei langsung diminta untuk masuk ke dalam arena


Setelah itu putra mahkota tiba dan langsung juga naik ke arena, kemudian arena ditutup dengan pagar dinding agar keduanya tidak dapat melarikan diri


Saat semuanya sudah siap bertarung, raja tiba-tiba mengajak bicara Farel, dia mengatakan bahwa sebenarnya pertarungan ini tidaklah penting dan dia hanya ingin bermain-main saja, dia juga mengatakan bahwa farel sebaiknya tidak terlalu berharap agar teman-temannya itu bebas


Farel sedikit geram dan dia berkata sesuatu yang pedas tentang yang mulia raja, dia mengatakan bahwa raja tidak sportif dan juga penakut


Namun raja hanya tertawa dan mengatakan bahwa iblis itu memang licik, kenapa kamu harus berharap banyak tentang ini, apalagi putraku bukanlah pertandingan dari Rei


Farel lalu memalingkan wajahnya dan fokus pada pertandingan, dia berharap Rei bisa menang dan keluar dari situ, saat ini yang dipikirkan Farel adalah bagaimana cara untuk kabur dari sini karena sepertinya semuanya akan lebih sulit dari yang ia perkirakan


Di awal pertandingan Rei memang kalah namun semakin lama Rei menunjukkan kekuatannya yang semakin meningkat dan stabil


Farel yang melihat itu sedikit tidak percaya karena Rei juga baru saja bangun dari pingsannya


Untuk yang pertama kalinya putra mahkota terbunuh namun saat Farel melihat reaksi raja, Farel terkejut karena raja tidak menunjukkan reaksi apapun, dia tidak sedih dan juga tidak kaget


lalu Farel berkata kepada raja bahwa semuanya sudah selesai dan seharusnya raja menempati janjinya untuk mengeluarkan mereka


Raja hanya tersenyum dan menunjuk ke arah arena pertandingan di mana putra mahkota perlahan sadar dan sembuh dari lukanya


Farel terkejut namun Rei sepertinya tidak masalah dengan itu


"kenapa kamu tidak kaget? apakah kamu tidak merasa bahwa tidak ada jalan lagi untuk menang? aku adalah makhluk iblis aku tidak bisa mati"


Farel yang mendengar itu langsung merasa semua keputusannya adalah keputusan yang salah


Namun dia kembali terkejut karena Rei menjawab dengan kalimat yang juga mengerikan


"kalau kamu bisa bangkit lagi, bukankah aku bisa membunuhmu lagi, itu berarti aku bisa menyiksamu jauh lebih lama dari apa yang kamu bayangkan, dan satu lagi, aku ini adalah manusia yang memiliki kekuatan tidak terbatas, aku tidak merasa lelah sedikitpun untuk hanya menghajar kamu sampai habis"


Farel tidak bisa berpikir jernih lagi, kenapa adiknya bisa memiliki kekuatan seperti itu, apakah karena kekuatannya tidak disegel lagi atau karena dalam tidurnya Rei mengalami sesuatu yang merubah dirinya

__ADS_1


__ADS_2