
Keputusan terbaik yang bisa mereka ambil adalah bersembunyi dan membiarkan rombongan itu lewat terlebih dahulu, mereka juga memutuskan bahwa tempat itu akan menjadi tempat istirahat mereka kali ini, karena mustahil juga jika mereka meneruskan perjalanan selagi rombongan itu berada di dekat mereka
Mereka semua memutuskan untuk beristirahat walaupun masih belum terasa begitu lelah
Tiba-tiba Keyla menghampiri dia mengajak Rei mengobrol lagi menuliskan apa yang mereka obrolkan tadi
Keyla ingin tahu lebih rinci tentang kehidupan Rei yang sepertinya sangat menarik, mereka berdua memutuskan untuk sedikit menjauh dari yang lainnya dan mengobrol berdua sambil melihat keadaan
Rei mulai menceritakan tentang kehidupannya lebih rinci pada Keyla
"tidak ada yang terlalu berarti di masa kecilku, aku dan para saudaraku sangat dekat saat waktu masih kecil karena kami tidak bisa keluar dan bermain bersama orang lain, ayahku sibuk bekerja, dia jarang sekali ada di rumah sedangkan ibuku adalah orang yang suka membaca buku dan tertutup, pelayan di rumah juga sangat sedikit, rata-rata dari mereka tidak memiliki keluarga sehingga menetap di kediamanku, ya hanya seperti itu saja" tutur Rei
"lalu apa saja yang biasanya kamu lakukan?, apa yang kamu sukai dan tidak kamu sukai?, apa yang kamu pelajari saat kecil, apa kamu bersekolah di sekolah normal?" tanya Keyla yang juga tidak tahu bagaimana cara manusia mendidik anak-anak mereka karena sepanjang umur Keyla sampai saat ini dia masih belum pernah naik ke dunia manusia lagi
"wow banyak sekali pertanyaanmu, baiklah akan ku jawab satu persatu, saat kecil aku hanya belajar dan juga bermain dengan saudara-saudaraku, aku tidak bersekolah di sekolah umum seperti anak-anak lainnya, ada guru khusus yang mengajari kita cara mengendalikan kekuatan kita, kami memiliki sihir keluarga dan hanya itu yang kami pelajari dari kecil, guruku itu juga salah satu pelayan yang paling senior di rumah. yang lucu adalah guruku itu tidak bisa mengendalikan energi seperti kami, dia hanya tahu dasar-dasarnya dan tahu teorinya saja, jadi kami harus mengembangkannya sendiri dan bertanya pada ibu apakah itu sudah benar atau tidak" terang Rei pada Keyla
"wah keluargamu tertutup sekali ya, apa kamu tahu alasannya?. eh bukan maksud aku ingin ikut campur atau menyelidikimu ya, aku hanya penasaran"
Rei tersenyum manis dan mengatakan bahwa dia juga tidak tahu alasan keluarganya menjadi sangat tertutup seperti itu, Rei mengatakan dia bisa keluar dari kediamannya saat ayahnya pulang atau mengajaknya untuk membeli beberapa keperluan yang memang harus dibeli di luar
Rei mulai menceritakan bagaimana kisahnya saat pertama kali harus menginjakkan kakinya di Menara Agung atau sekolahnya yang pertama, yang menceritakan bahwa teman pertama yang dia dapatkan adalah Felix, itu sebabnya Rei sangat menyayangi Felix
__ADS_1
Walaupun akhir-akhir ini Felix menjadi menyebalkan karena cemburu buta, dia tetap bisa memakluminya karena memang dia tidak memiliki perasaan apapun pada Zanet selain perasaan persahabatan atau persaudaraan
Keduanya tertawa lepas jika membahas tentang masalah Felix dan Zanet, karena memang keduanya sama-sama tidak mau mengungkapkan perasaan mereka masing-masing
alam pembicaraan itu sebenarnya Felix berada di balik dinding dan dia sudah mendengarkan pembicaraan mereka dari beberapa waktu yang lalu, Felix benar-benar malu karena dia harus cemburu buta pada Rei
Mereka berdua sudah selesai berbincang, lalu memutuskan untuk beristirahat walaupun hanya sebentar agar saat mereka hendak keluar nanti kondisinya sudah benar-benar maksimal
Rei mendekati Felix yang pura-pura tertidur, sepertinya Rei ingin tidur di sebelah Felix karena memang biasanya Rai tidur di dekat Felix
Felix yang menghubungi Rei memulai pembicaraan dengan tetap membelakangi Rei
"loh kamu belum tidur?, apa aku mengganggu?" tanya Rei yang merasa tak enak
"jawab pertanyaanku apa kamu membenciku sekarang?"
"kenapa kamu tanya begitu kita kan bukan sepasang kekasih yang akan membicarakan hal seperti itu dengan sedih" tutur Rei dengan santai
"aku kan sudah menuduhmu tadi, pasti kamu kesal padaku kan" ucap Felix
"Felix kita sudah bersama sangat lama, kita berbagi kamar dan berbagi cerita setiap hari, bagaimana mungkin aku membencimu hanya gara-gara hal semacam itu, lagian aku juga merasa berdosa padamu" nada suara Rei semakin merendah
__ADS_1
" berdosa kenapa?" Felix mulai penasaran dan membalikkan pandangannya menata Rei
"seharusnya aku bilang padamu Kalau Zanet juga menyukaimu tapi dia kan perempuan jadi dia tidak bisa mengatakan perasaannya padamu begitu saja" sebenarnya Rei tidak ingin ikut campur dalam urusan kedua temannya namun karena kedua temannya ini sama-sama bergengsi tinggi jadi Rei memutuskan untuk turun tangan membantu mereka
" serius? " tanya Felix yang masih belum percaya dengan apa yang dikatakan Rei
"kamu itu bodoh atau tidak peka sih?, jelas-jelas Zanet selalu mendekatimu dia bahkan selalu menanyakan apakah kamu baik-baik saja atau menanyakan apakah kamu sudah makan atau sekedar basa-basi yang menurutku tidaklah terlalu penting, apa kamu tidak pernah merasa bahwa Zanet selalu jaga jarak dengan yang lainnya agar kamu tidak cemberut seperti tadi?" terang Rei yang sudah tidak sabar menghadapi kedua bocah yang sama-sama saling suka itu
"maaf karena aku tidak menyadari semua itu, aku terlalu kalu dalam pikiranku sendiri dan sering menerka-nerka bahwa Zanet sangat dekat dengan Yusha, dan kamu adalah orang yang paling bisa diandalkan untuk Zanet, jadi mana sempat pikiranku itu berpikir bahwasanya bisa menyukaiku"
"kamu adalah orang yang paling mau mendengarkan Zanet bicara panjang lebar, kamu juga yang paling berusaha untuk memahami apa yang Zanet katakan walaupun bahasa Zanet tentang sihir sangatlah rumit menurutku" Rei memang merasa kagum pada Felix karena dia memiliki kesabaran yang tinggi untuk menghadapi Zanet apabila sedang menerangkan apa yang dia pernah lakukan
"kalau itu bukan hanya untuk Zanet, aku kan memang seorang pendengar yang baik, itu sebabnya banyak wanita menyukaiku"
Rei yang mendengar itu seketika membuang wajahnya karena tidak sanggup menghadapi kepedean Felix
Di tengah-tengah perbincangan itu tiba-tiba Kak Farel menunggu keduanya dan meminta keduanya untuk segera tidur karena 2 jam lagi mereka harus bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan
Walaupun tanpa mengatakannya jelas terlihat bahwa Farel senang mendapati adiknya memiliki banyak kawan setia, sesekali dia mengingat masa-masa dahulu saat Rei masih menjadi orang yang sangat dingin dan acuh pada lingkungan sekitarnya
Ingin rasanya dia membagikan seluruh cerita bahagia ini pada Yuna namun apalah daya karena mereka masih belum bisa keluar secepat itu dari negeri iblis
__ADS_1