
Keyla berhasil melacak keberadaan Zanet yang memang mulai memancarkan sinyalnya juga, Farel dan Keyla langsung bergegas menuju lokasi keberadaan Zanet.
saat tiba di bawah pohon mereka langsung melihat ke atas dan di sana Zanet sudah melambaikan tangan, Farel dan Keyla menaiki pohon itu dengan bahagia, mereka benar-benar mengkhawatirkan Zanet karena hanya dia yang tidak terlihat dalam penglihatan Keyla
di atas Zanet sudah menyiapkan beberapa buah dan makanan untuk menyambut Keyla dan Farel, bukan karena Zanet mencari bahan makanan tapi karena memang dia yang membawa bahan makanan di kantong magic nya
Zanet menceritakan bagaimana dia bisa sampai di tempat itu dan kenapa dia harus berada di atas pohon, itu dilakukan karena Zanet memfokuskan tenaganya untuk memancarkan sinyal yang pasti akan dilacak oleh Keyla. Karena hal itu juga Zanet memiliki kondisi tubuh yang masih lemah tidak seperti Kayla dan Farel yang sudah membaik
"karena Zanet masih belum sembuh sepenuhnya maka sebaiknya kita harus tinggal di sini untuk sementara waktu, setidaknya sampai Zanet bisa menggunakan kekuatannya dengan baik" ucap Farel dengan bijaksana
"kakak tidak perlu mengkhawatirkan aku, sebaiknya Kakak mengkhawatirkan diri sendiri karena Kakak kan tidak bisa memperbaiki imun Kakak saat ini" ucap Zanet sambil tersenyum
"kok kamu tahu?" Farel yang merasa belum menceritakan apa-apa pada Zanet merasa heran pada apa yang dikatakan Zanet
"tentu saja aku tahu energi Kakak benar-benar buruk saat ini, walaupun Kakak bisa berjalan dengan baik dan memanjat tapi Kakak tidak bisa memberikan hill atau menyembuhkan diri sendiri kan"
"aku tidak tahu harus melakukan apa untuk mengembalikan energiku"
"sepertinya aku punya cara" ucap Zanet
Zanet lantas mengeluarkan sebuah buku mantra yang di dalamnya ada beberapa mantra untuk menyembuhkan luka energi dalam
__ADS_1
Zanet membaca mantra itu sembari langsung mempraktekkannya pada Farel, Keyla yang sedikit khawatir lalu bertanya apakah Zanet yakin akan apa yang dia kerjakan saat ini, karena Keyla mengira Zanet hanya coba-coba
"sebenarnya aku kemarin bermimpi bertemu dengan kakek, kondisinya sungguh tidak baik mungkin, itu sebabnya dia memberikan banyak hal sebelum aku terbangun dari tidurku. Saat-saat aku sendiri itu aku mempelajari banyak hal, mungkin Tuhan buat kita berpisah agar kita berkembang masing-masing" terang Zanet dengan senyum yang dia paksakan.
Farel tahu bahwa Zanet sedang khawatir pada kakeknya tapi tidak ada yang bisa mereka lakukan kecuali terus bertahan hidup dan melewati perang yang sulit ini
"sudah jangan mengatakan sesuatu yang bisa membuatmu sedih, ayo praktekkan ilmu barumu itu padaku" cara menepuk pundak Zanet seolah memberikan kekuatan lebih untuk Zanet bertahan di situasi yang buruk ini
ritual pun dimulai dengan Zanet yang membaca mantra, sedangkan Kayla memberikan energinya untuk Zanet yang memang belum sembuh total, setengah hari mereka melakukan ritual itu hingga Farel bisa merasakan aliran energinya kembali seperti semula
Zanet berpesan agar Farel tidak lagi memaksakan dirinya, keberuntungan seperti ini tidak bisa dijadikan jaminan untuk keselamatan Farel. semua tahu bahwa Farel adalah orang yang paling banyak berkorban dalam survival kali ini, dia memang tidak bertarung melainkan memberikan seluruh energinya untuk men-support yang lainnya
"karena hari sudah mulai malam sebaiknya kita makan malam lalu istirahat" ucap Farel yang merasa sangat lelah
Malam berlalu dengan tenang, saat mentari menyingsing ketiganya bangun dengan keadaan yang segar, setelah dirasa cukup beristirahat mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan mencari yang lainnya
Tidak seperti sebelumnya kali ini perjalanan mereka akan lebih sulit karena tidak ada yang memiliki sinyal sekuat Zanet atau Keyla, itu sebabnya tidak ada tujuan pasti kemana mereka akan mencari
dalam perjalanan itu mereka bertemu dengan tim-tim yang lain dari Menara Agung, tapi kali ini tidak ada yang saling berkompetisi atau menyerang karena semua tahu bahwa kondisi mereka tidak lagi melakukan persaingan
Mereka harus fokus untuk mempertahankan hidup dan melanjutkan perjalanan ke arah yang tidak pasti. mereka hanya saling bertegur sapa dan menanyakan informasi apa yang mungkin bisa untuk dibagikan
__ADS_1
Keyla dan Zanet merasa sedikit tenang karena situasinya sudah tidak seperti dulu lagi, jujur saja jika untuk pertarungan team, Keyla, Zanet dan Farel tentu saja tidak siap karena mereka semua masih belum dalam kondisi yang fit apalagi tiga anggota kelompok lainnya masih belum berkumpul
Setelah berpapasan dengan banyak tim itu mereka memilih jalan yang berbeda karena Zanet merasakan energi usaha yang sepertinya sangat jauh dari mereka namun dengan arah yang pasti
Ketenangan itu tidak berlangsung lama karena mereka harus bertemu dengan beberapa rombongan prajurit pemberontak, mereka tidak bisa menghindari para prajurit itu karena mereka terlebih dahulu mengetahui keberadaan Zanet, Farel dan Keyla
Keyla dan Zanet berusaha membuat dinding pelindung sedangkan paral mulai menyalurkan energinya untuk memperkuat dinding
"aku akan menyerang mereka jadi tolong ambilkan kekuatan Kakak untuk mensupport saja" ucap Kayla
"baik instruksikan saja apa yang terbaik menurut kalian, aku akan ikuti" balas Farel sambil terus berkonsentrasi
"aku akan perlahan menggeser dinding ini, kalian harus tetap dekat dan berada dalam lingkaran ini, jika waktunya sudah tepat aku akan berlari sedangkan Kayla akan terus menyerang dari dalam sini" perintah Zanet
Semua setuju dengan rencana Zanet walaupun menjalankan rencana itu tidak semudah dan sesimpel yang Zanet katakan. Mereka terus berusaha berlari dan menyerang agar para pemberontak itu ketinggalan, namun jumlah prajurit yang begitu banyak membuat ketiga orang ini kewalahan, sedikit demi sedikit dinding pelindung buatan Zanet mengalami keretakan yang semakin serius
Keyla juga sudah kelelahan untuk menyerang, namun sepertinya keadaan masih memihak kepada mereka karena tiba-tiba ada embun yang menutupi pandangan, seolah embun itu menyesatkan para gerombolan prajurit itu
tanpa mencari tahu hal mengenai embun yang tiba-tiba datang itu, Zanet langsung menginstruksikan kepada dua rekannya untuk berlari dan menjauhi lokasi itu. Kali ini Farel tidak akan membiarkan kelompok kecil ini terpisah seperti sebelumnya, mereka bertiga benar-benar berlari dengan tetap terhubung dengan kekuatan Farel
Mereka bertiga sudah terluka parah namun terus berlari hingga di satu titik mereka bertemu dengan beberapa warga yang membawa kayu bakar
__ADS_1
Para warga itu menanyakan keadaan ketiganya namun sepertinya Zanet belum bisa mempercayai siapapun saat ini, wajah saja hal itu terjadi karena mereka baru saja dikejar oleh orang-orang jahat