
Sepanjang perjalanan Rei hanya menatap keluar jendela, paman Buga menanyakan apa yang membuat Rei resah, Rei mengatakan
" sudah lama dia tak pulang, mungkin akan sedikit tidak nyaman untuk berinteraksi seperti dulu, aku sudah banyak mengetahui tentang banyak hal di luar kediamanku dan mengetahui rumor tentang keluargaku yang macam macam membuat aku ragu apakah aku benar benar tau soal keluargaku sendiri".
Paman Buga mengangguk, dia faham apa yang sedang di rasakan Rei, paman Buga mengatakan memang sangat sulit membedakan yang benar dan buruk apalagi kalau kau hanya tau sedikit, kalau kau ingin tau dan bisa memilih, kau harus mencari semua kebenarannya kan. Rei tersenyum dia merasa pamannya punya semua jawaban yang dia butuhkan
Ibu dan Ayahnya sudah menunggunya di depan kastil, Rei turun dari keretanya dan memberi salam pada orangtuanya, Rei menatap ibunya sambil berjalan memasuki kastil, sang ibu menoleh dan bertanya ada apa, Rei memalingkan pandangannya dan berkata sedikit lirih "apakah ibunya tak bertanya kabarnya atau memeluknya seperti orang tua lainnya Bu?",
Ny Dora berhenti berjalan di ikuti Rei dan ayahnya, ibunya bertanya lagi Rei kenapa, namun Rei hanya memalingkan wajah dan masuk ke dalam meninggalkan kedua orang tuanya
Farel kakaknya menyambutnya dengan hangat, memeluknya dengan erat seolah ingin mengungkapkan kerinduannya pada sang adik, Rei membalas pelukan Farel namun bukannya senang Farel malah terkejut dan bertanya Rei tumben bersikap manis.
__ADS_1
Setelah di ingat ingat Rei memang sangat cuek pada keluarganya, hanya pada kakak perempuannya dia bersikap sedikit hangat. Rei membalas pertanyaan itu " aku juga sangat merindukan kakak" dia tersenyum seindah yang dia bisa
Mereka merasa aneh dalam dadanya, rasanya dingin yang menggelitik pada setiap hembusan nafasnya, Rei meninggalkan kakaknya dan masuk ke kamar. dia baru memahami apa kata rindu dan keluarga, dia belajar banyak di sekolah dan akhirnya mulai tau seperti apa bahagia dan empati karena para sahabatnya, dia tak menyangka begini yang rasanya membebaskan diri dari kepatuhan dan keangkuhan yang selama ini dia lakukan sedari kecil
Sorepun tiba dan Rei sudah rapi dengan pakaian santainya, dia berjalan menuju kolam tempat terakhir dia berkumpul dengan kakak kakaknya, saat sampai dia melihat Ryuji yang sedang membaca buku sendirian, Rei menghampirinya dan duduk di sebelahnya, Ryuji terkejut karena dia tak di neri tau kalau Rei akan pulang dan bahkan sudah datang di rumah. Rei menanyakan kabar Ryuji dan seperti biasa Ryuji menjawabnya dengan enteng tanpa melihat ke arah kakaknya. Rei seperti melihat dirinya di masa lalu pada diri Ryuji, sekarang dia faham apa yang membuat Farel begitu aktif mengganggu Rei. mungkin Farel juga melihat dirinya pada diri Rei yang dulu
Yuna datang dan menegur Rei dia bilang kalau langsung pulang setelah tau Rei sedang ada di rumah, Yuna tersenyum lebar pada Rei, Rei membungkuk lalu setelahnya memeluk kakak perempuannya itu, Yuna berkata bahwa Rei sudah dewasa dan jadi orang yang hangat ya, Rei tersenyum lalu mereka berbincang sambil meninggalkan Ryuji yang masih sibuk dengan bukunya
Rei berjalan menuruni anak tangga, seperti dejavu dia melihat Yuna menunggunya di bawah, Rei berkata sepertinya aku sampai hafal kalau kakak akan berada di tempat itu dengan posisi begitu, Yuna tertawa kecil sambil mengajak Rei untuk berjalan lebih cepat
Di depan perpus Yuna membaca sebuah mantra, Rei merasa heran karena biasanya perpustakaan di buka dengan kunci bukan mantra, Yuna menoleh pada Rei dan memintanya menghafal mantra yang baru saja dia bacakan, setelah mantra itu di baca Yuna mengeluarkan kunci perpustakaan dan membukanya, Rei terkejut saat masuk ke dalam perpustakaan, ruangan itu memang perpustakaan pada umumnya namun tata letak dan kondisi di dalamnya berbeda dengan perpus yang biasanya dia kunjungi, suasana di luar seperti senja dan di dalam ruangannya begitu terang dan luas.
__ADS_1
Yuna berjalan sambil melihat buku buku sepertinya Yuna juga jarang pergi ke ruangan itu. Yuna berhenti tepat di depan sebuah buku lalu dia memiringkan salah satu buku hingga bergeraklah rak rak itu dan menampakkan ruangan lain, Rei mengikutinya masuk, di dalam terdapat bubu bubu berukuran besar yang ada rantainya, Yuna berhenti lagi di depan sebuah buku dan menunjuknya, dia meminta Rei untuk membacanya.
Rei mengambilnya dan rantai itu terputus, Rei membawanya dan membacanya di kursi ruangan itu Yuna mengatakan jangan tergesa gesa karena ruang dimensi ini memiliki waktu yang 5 kali lebih lambat dari waktu aslinya
Di dalam buku tertulis banyak hal tentang keluarga George Eden terutama tentang silsilah keluarga, Mulai dari buyut buyutnya hingga saat ini ada foto masing masing anggota keluarga beserta penjabaran keahlian mereka, ternyata juka ada anggota yang menikahi saudaranya sendiri untuk kesempurnaan dan keutuhan kekuatan anggota keluarga hal yang mengejutkan yaitu tentang ayah dan ibunya adalah saudara sepupu, mereka menikah karena.
Halaman selanjutnya hilang ucap Rei dan Yuna mengangguk, dia juga tak tau apa yang ada di halaman selanjutnya. lalu beralih pada halaman sihir , dan seperti yang sudah di pelajari Rei sihir sihir itu memang asli dari keluarganya dan hanya bisa di gunakan oleh keturunan keluarga george eden, tertulis juga sihir itu amat berbahaya dan terlarang jika di gunakan oleh orang di luar keluarga karena harus memakai korban atau menghisap energi orang lain supaya kekuatan itu bisa di gunakan dan di kendalikan.
Yuna berkata itulah keistimewaan sekaligus kutukan bagi keluarga kita, jika orang lain tau kota bisa menggunakan kekuatan sihir itu pastilah mereka akan menganggap kita Monster padahal itu memang sihir keluarga
Ada banyak halaman yang terbuang atau hilang membuat banyak pertanyaan di benak Rei, tentang kemana para anggota keluarga besar George Eden kenapa hanya ada ayah dan ibu padahal ayah punya saudara dan begitupun dengan ibu, dan juga mengapa tidak ada informasi satupun tentang keluarganya yang bisa di dapat dari luar
__ADS_1
Seminggu sebelum berangkat kembali ke menara agung Rei menyempatkan diri pergi menemui Dora Eliezer yang merupakan ibunya, dia mengatakan dengan lirih bahwa dia merindukan ibunya yang dulu, setelah itu Rei pergi dan benar benar meninggalkan ibunya sendiri sambil terheran heran pada anaknya. Rei mengatakan pada Farel kalau mungkin dia mau meminta bantuan Farel jadi tolong tunggu suratku.