Darahku Pedangku

Darahku Pedangku
Tempat Sembunyi


__ADS_3

Keluarga kecil itu mulai kehabisan makanan mereka juga meminta maaf pada Yusha dan kawan-kawan karena tidak bisa menjamu mereka dengan baik, Yusha merasa tidak nyaman dengan keadaan ini, dia lantas menawarkan bantuan kepada keluarga kecil itu


Pertama Yusha dan kawan-kawan mengeluarkan semua persediaan makanan mereka, yang sekiranya cukup untuk beberapa hari ke depan, bisa juga berkata bahwa mereka akan mencari persediaan makanan lainnya di luar, sekalian untuk membantu orang-orang di desa itu yang masih belum berani untuk keluar dari rumah


Operasi penyelamatan ini pun segera dilakukan oleh tim 33 yaitu tim Yusha. tentu saja Zanet dan juga Keyla bergantian menjadi pemandu untuk teman-teman mereka yang bertugas sebagai pemburu


Bukan tanpa alasan meminta Zanet dan Kayla bergantian hal itu dikarenakan hanya Keyla dan Zanet yang bisa menggunakan kekuatan pendeteksi jarak jauh


Felix akan berpasangan dengan Rei sedangkan Yusha akan berpasangan dengan Farel, semuanya sudah direncanakan secara matang dan akan dimulai hari itu juga, giliran pertama memandu adalah Zanet dengan dua teman yaitu Yusha dan Farel


Pencarian bahan makanan ini dimulai dari mengelilingi desa, sangat terasa bahwa banyak mata yang melihat mereka dari balik rumah-rumah yang ada di sana, Zanet tiba-tiba berlari dan mengatakan bahwa sesuatu sedang berada di atas mereka, benar saja karena tak beberapa lama kemudian seekor naga melintas di atas kepala mereka


Setelah dirasa cukup aman mereka melanjutkan pencarian dan menemukan sebuah padang rumput yang sangat indah, ada beberapa rusa yang sedang bersantai di sana, Felix langsung mengeluarkan busurnya dan membidik salah satu dari rusa-rusa itu


Namun sepertinya rusa rusa itu sangat peka akan keadaan, Rei tiba-tiba memiliki sebuah ide, dia mencoba menggunakan kekuatannya untuk mengendalikan salah satu rusa yang ada di sana, dirasa cukup stabil Rei langsung meminta Felix untuk memanah rusa itu


Rei mulai mencoba memperdalam kemampuan yang diwariskan oleh keluarganya itu, dia juga langsung berkonsultasi dengan kakaknya saat sudah sampai di rumah yang mereka singgahi


Saat memotong rusa, Rei juga memanfaatkan darah rusa itu untuk dijadikan bahan percobaan atau latihan, sedikit demi sedikit Rei mulai bisa mengendalikan darah atau cairan darah


Hasil buruan dibagikan kepada warga sekitar juga, karena kebaikan mereka ini semua warga menjadi lebih percaya kepada mereka


Setiap hari Rei terus mengasah kemampuannya, hingga dia benar-benar mahir menggunakan kemampuannya kali ini


Untuk mengendalikan air dia sudah biasa, dan sekarang dia sudah mampu mengendalikan darah bahkan yang masih berada di dalam tubuh makhluk hidup

__ADS_1


Tapi Rei masih kesulitan apabila makhluk yang harus dia kendalikan memiliki tubuh yang besar seperti contohnya sapi, badak apalagi naga


Warga desa mulai berani keluar rumah apabila Zanet dan teman-temannya berada di luar rumah, karena mereka tahu kalau Zanet atau Kayla sudah di luar rumah berarti keadaan saat itu sangatlah aman


Yusha mulai mencari informasi yang bisa membantu mereka untuk mengetahui apa yang terjadi sebenarnya saat mereka tidak ada di dunia manusia


Salah satu warga menceritakan bahwa kerajaan telah dipukul mundur oleh naga, yang membuat mereka masih bisa bertahan adalah retakan itu tidak bertambah besar sehingga tidak banyak naga yang bisa masuk secara bersamaan, kerajaan tidak menyerah begitu saja mereka tetap mengirimkan bantuan dan prajurit untuk mengadakan naga walaupun sepertinya saat ini keadaan sudah sangat kacau


Seorang warga yang lain mengatakan bahwa perbatasan dijaga cukup ketat sehingga banyak naga yang tidak bisa masuk lebih dalam ke wilayah manusia, adapun naga yang bisa masuk tidak akan mudah untuk kembali ke wilayah mereka


Dapat diartikan bahwa sebenarnya kedua belah pihak memiliki kerugian yang sama besarnya, namun karena dendam dan pembenaran satu sama lain maka perang ini tetap berlangsung


Warga lainnya yang juga ada di sana mengatakan bahwa sang peramal muda sedang menjadi orang yang paling dicari, namun pihak kerajaan sepertinya menjadi dua pihak yang tidak kompak


Setelah cukup lama singgah di desa itu akhirnya mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan, walaupun warga desa merasa berat akan ketinggian mereka namun ini semua demi kebaikan dunia manusia juga, mereka ingin mencoba berpartisipasi walaupun kemungkinannya sangat kecil


Rei tidak lagi menceritakan perkembangannya pada Farel bukan karena ingin menyembunyikannya tapi memang Rai merasa itu tidaklah terlalu penting untuk diceritakan lagi


Mereka lantas bertemu dengan kelompok lain yang juga sama-sama dari Menara Agung, walaupun tidak mengenal secara detail mereka tetap saja bertegur sapa


Kelompok itu terdiri dari empat orang gadis dan satu pengawas. Sepertinya tidak buruk jika mereka harus bermalam bersama saat ini karena kelompok dengan empat gadis itu tidaklah memiliki ambisi yang besar sehingga tidak mungkin terlalu berbahaya jika bersama dengan mereka


Risa salah satu anggota kelompok itu mulai mengajak kelompok Yusha untuk mengobrol


" apa kalian tidak pergi ke negeri iblis seperti yang lainnya? "

__ADS_1


Felix Rei dan juga Zanet saling menatap satu sama lain


"kami tidak bisa masuk ke sana memang ada apa?" jawab Yusha dengan santai


"untunglah kalian tidak berangkat, katanya orang-orang yang masuk ke dalam portal itu tidak kembali, adapun yang hampir masuk malah kembali melompat keluar karena melihat banyak monster di dalam sana" ucap Risa


Memang benar ucapan Risa bahwa banyak korban berjatuhan saat memasuki lubang portal itu, seperti yang mereka alami bahwa terdapat banyak monster yang menunggu kedatangan mereka saat memasuki portal


"wah mengerikan sekali ya. Lalu kenapa kalian bisa tahu? apa kalian juga mau masuk ke sana saat itu?" Yusha pura-pura bodoh dan balik bertanya


Dila salah seorang dari anggota itu menggeleng lalu menjawab pertanyaan Yusha


" kami hanya sampai perbatasan danau saja, karena merasa banyak yang tumbang jadi kami kembali, sebelum kami benar-benar meninggalkan perbatasan danau itu kami mendengar rumor bahwa semuanya telah habis mati di tanah iblis"


"lalu tentu saja kami langsung pulang, tapi kan hanya 4 gadis yang terpaksa untuk ikut survival ini" gadis paling kecil di antara mereka yaitu Rofik menerangkan bahwa sebenarnya mereka tidak memiliki minat sedikitpun untuk survival ini, tapi karena ini sebuah keharusan jadi mereka terpaksa ikut


"kami ini hanyalah bagian medis jadi kami tidak tahu apapun selain pengobatan, selama ini kami hanya menghindari pertarungan, dan hanya kak pembimbinglah yang mengamankan kami bila ada kesulitan" terang Dian salah satu dari mereka


Yusha memahami hal itu, dia juga tidak bisa berkata apapun atau berkomentar karena memang perjalanan survival ini bukanlah ajang untuk unjuk gigi melainkan aja untuk bertahan hidup di masa yang sulit seperti ini


" Kenapa kalian tidak pulang ke rumah masing-masing saja? kan kita sudah tidak diawasi" tanya Felix


"Keluarga kami sudah mengungsi saat kami sampai di kediaman masing-masing, itu sebabnya kami memutuskan untuk tetap bersama agar bisa bertahan hidup" Rofik menunduk, dan suasana menjadi hening juga suram


Dunia memang benar-benar sangat kacau saat ini, Bertahan hidup adalah tujuan utama, karena memang jangankan untuk hal lain, untuk bisa hidup dan menghirup nafas lega saja sudah sangat sulit

__ADS_1


__ADS_2