
dengan kejadian di taman dengan terpaksa Riska menerima perjodohan . hingga Riska datang menemui mereka di meja makan dan memutuskan menerima perjodohan ini.
" aku minta maaf bikin kalian menunggu lama".
" eee, gpp kok nak, oh ya ayo makan nak".
" emmm" lalu duduk dan makan.
" maaf ya jeng, Riska memang kayak gitu maklumin aja".
" gpp kok jeng" senyum.
" oh ya sayang, kamu udah memutuskan menerima perjodohan ini kan?".
" ia dad, aku menerima perjodohan ini" dengan terpaksa.
" wah, bagus donk, mami senang mendengarnya" gembira .
" makasih ya nak, kamu mau menerima perjodohan ini papi senang bangat akhirnya kita jadi besanan" bahagia.
" ia bro akhirnya yg kita tunggu- tunggu terkabul juga dan kita bisa menjalin silaturahmi dengan ketat".
" oh ya besok adalah pertunangan kalian berdua".
" oh" ngak senang mendengarnya.
" kalau gitu kita makan dulu yuk selesai makan nanti kita bicarakan di ruang tamu".
" oh ia ayo".
__ADS_1
di meja makan cuma ada keheningan.dari tadi Angga terus memandangi Riska dengan tersenyum tanpa kedip.hingga tanpa sadar Riska menatap Angga dengan tatapan horornya namun Angga hanya membalasnya dengan mengedipkan matanya.
" nih cowok resek bikin gue pengen tampol tuh wajahnya yg sok ganteng" gumam dalam hati.
" loh kenapa lihatin gue kayak gitu gue tahu kok gue ganteng" dengan kepedeannya membuat mereka tertawa.
" isss gaje" muka marah dan cemberut.
" hahaha, kalian ini berantam mulu kerjaannya padahal sebentar lagi kalian mau tunangan".
" benar tuh kalian tuh harusnya akur bukan berantam kayak gini".
setelah perdebatan di meja makan mereka pun terdiam. beberapa menitpun mereka selesai makan lalu menuju keruang tamu membahas pertunangan Riska dan Angga besok.
" nak, sini duduk dengan mami".
" hahaha, loh bego apa pura- pura bego sih Ris, kan loh calon istrinya Angga jadi otomatis loh yg di suruh sama camer loh duduk di sampingnya".
" apaan sih loh Cath, gue kan cuma kaget aja" kesal.
" sudah kalian ini bertengkar mulu, Riska sana duduk sama camer kamu".
" emmm, ia mom" berlalu duduk kearah mami KARIN.
" mumpung zkarang kita udah kumpul kita langsung ke intinya saja".
" ia mas".
" besok adalah hari pertunangan anak kita yaitu Riska dan Angga jadi semua keperluan yg di perlukan besok semuanya sudah beres tinggal menunggu acara pertunangannya".
__ADS_1
" hah, kok cepat bangat persiapannya" kaget.
" ia nak, kita sudah menyiapkan jauh- jauh hari jadi besok kalian berdua tinggal duduk diam dengan pertunangan kalian" mengusap kepala Riska.
" kok mommy sama Daddy ngak kasih tahu gue sih nyebelin bangat" marah dan bergumam dalam hati.
" emm, Ris, gue boleh bicara sebentar boleh?".
" oh yaudah kalian berdua ngobrol dulu sana biar kalian tambah akrab".
" yaudah sana Ris, sama calon suami loh" mengejek.
" apaan sih loh Cath, gue ngak mau gue tetap di sini".
" sayang ,kamu ngak boleh kayak gitu kalau calon suamimu bilang ya kamu harus turuti permintaannya".
" lah kalau gitu mommy aja yg sana sama cowok resek ini".
" Riska..!!!" geram .
" hehehe, maaf dad".
" ayo sana temani calon suamimu".
" ia mom" pasrah.
mereka pun langsung pergi menuju halaman belakang. disana Angga ngak henti- hentinya menatap Riska dengan senyum. namun tatapan itu membuat Riska ilfil.
" woyy, loh kenapa natap gue terus" jengkel.
__ADS_1