
Dari kejauhan Stella cs tidak sengaja melihat pertengkaran Angga dengan Randy. Pertengkaran tersebut membuat Stella tersenyum smirk hingga membuat rencana licik untuk menghancurkan hubungan Angga dengan Riska.
" hmmm, ini kesempatan gue untuk menghancurkan hubungan my emmes dengan sih ulat bulu itu" gumam dalam hati.
" bos, itukan Angga cs sama ulat bulu itu trus cowok itu siapa ya kok gue baru lihat"penasaran dengan laki- laki yg belum dia lihat.
" ia yah Rin, apa lagi cowok itu ganteng bangat kayak oppa lee min ho" memandangi Randy dengan tatapan mendambakan.
" bos kok benggong sih bos lagi mikirin rencana licik lagi ya".
" ya seperti itu gue akan mencoba mendekati cowok itu dan gue ajak kerjasama untuk menghancurkan hubungan my emmes dengan sih ulat bulu itu" dengan senyum smirk.
" caranya gimana" penasaran dengan rencana yg disusun oleh Stella.
" astaga Adswa ...!!!loh kenapa sih otak loh oon bangat " pusing dengan satu temannya yg memiliki kadar otak lemot.
__ADS_1
" lah salahnya di mana coba gue kan cuma bertanya kok gue di bilangi oon sih emank ia ya otak gue lemot" binggung dengan perkataan Karin hingga membuat Stella mendengus dengan temannya yg otaknya slalu bikin Stella naik darah.
" Rin, urus nih teman loh yg lemot ini gue mau cabut kepala gue pusing melihat otaknya yg slalu bikin gue naik darah" lalu pergi meninggalkan Karin Adswa di depan koridor Kantin.
" lah kok bos malah ninggalin kita sih Rin" memandangi punggung Stella yg sudah menjauh dari mereka.
" ini semua salah loh gara- gara loh bos pergi " marah penuh dengan kejengkelan Adswa.
" memangnya gue bikin salah apa kok loh malah marah sama gue" binggung dengan perkataan Karin.
sedangkan di tempat lain di sebuah taman Yoonchi yg menyaksikan semuanya sangat marah hingga bunga yg di taman tanpa berbuat salah menjadi sasaran amukannya. Dia marah karna orang yg dia cintai dan di perjuangkan mati- matian di perebutkan dua orang yg sama dia benci hingga timbul ide gila untuk memisakan mereka yg masih setia merebut hati Riska pujaan hatinya.
" sial!!! Gue kira cuma bocah ingusan itu yg menjadi saingan gue tapi ternyata menambah lagi bocah ingusan yg lain.berani- beraninya dia mau merebut Riska dari gue" menggepalkan kedua tangannya.
" bos, apa bos ngak langsung menghajar mereka berdua secarakan mereka berdua mau merebut calon pacar bos".
__ADS_1
" ia bos hajar aja mereka biar mereka kapok dan ngak menganggu calon pacar bos".
" jangan gegabah dulu karna gue punya rencana buat basmi parasit seperti mereka" senyum menyeringai.
" ok bos".
" ayo pergi sebelum sih bocah ingusan melihat kita di sini" berlalu pergi.
mereka pun pergi sedangkan di tempat yg sama Angga terus- terusan memaki dan penuh kemarahan terpancar di wajahnya hingga membuat Randy hanya menantangnya tanpa rasa takut sama zkali.
" dasar brengsek, bedebah!!! Gue ngak akan biarkan loh merebut Riska dari gue sampai gue matipun gue ngak akan rela" emosi yg meluap -luap.
" yank udah tahan emosi dan kemarahan loh lihat semua orang memandangi kita terus ".
" ngak akan cinta karna aku belum memberi pelajaran sama orang brengsek seperti dia" menunjuk Randy dengan tatapan yg penuh kebencian.
__ADS_1