
" aku ngak bisa diam cinta saat kamu di perlakukan seperti ini aku ngak trima ini semua" marah dengan emosi yg meluap- luap sehingga membuat Saskia melihatny ngeri.
" ya ampun kak Angga kalau lagi marah seram juga ya lebih menyeramkan daripada hantu" gumam dalam hati dan ngeri membayangkan Angga yg bersifat menyeramkan baginya.
" yank udah ya jangan emosi kayak gitu aku takut melihat kamu seperti itu".
" maaf cinta, aku ngak bermaksud bikin kamu takut" menarik Riska dalam pelukannya dan menenangkannya.
" khmmm" berdehem untuk menyadarkan Riska dan Angga.
" eee, Saskia" melepaskan pelukan dari Angga.
" bisa ngak kakak sama kak Angga jangan bermesraan di depan Saskia kalau kakak mau bermesraan nanti aja setelah Saskia pergi " kesal.
" hehehe" mengaruk kepalanya yg tidak gatal.
" kalau kamu mau bermesraan kayak kita makanya suruh sih Clay cepat pulang dari amerika" mengejek Saskia hingga membuat Saskia cemberut.
" isshh, kakak mah mengejek Saskia mulu" memanyungkan bibirnya hingga membuat Riska terus mengejeknya.
" loh cantik dek kalau bibir loh kayak gitu" ketawa.
" sudahlah cinta, kamu jangan mengejek Saskia terus kasian dia" menasehati Riska kekasihnya itu yg terus- terusan mengejek Saskia.
" hahahaha, dengarin tuh kak Angga ".
" isshh, yank kok kamu belain Saskia sih" kesal.
" jelaslah kak Angga belain Saskia kan Saskia adek yg imut dan kece".
" kece dari mana orang penampilan loh kayak bocah, wleee".
Angga yg melihatnya cuma tersenyum dan menggeleng- gelengkan kepalanya hingga dia pun meleraikan perdebatan mereka berdua.
" Cinta cukup jangan mengejek Saskia lagi kau juga dek udah jangan balik mengejek".
" ya maaf yank" menunduk.
" Saskia juga minta maaf kak".
" yaudah aku maafin kalian berdua tapi kalian janji jangan berdebat lagi".
" kalau itu sih aku ngak janji yank, hehehe" kabur.
" cinta...!!!!!" mengejar Riska.
" ya ampun mereka kayak bocah" menggeleng- gelengkan kepalanya lalu pergi.
__ADS_1
sedangkan di parkiran Cathy yg terus- menerus ngomel- ngomel tanpa henti hingga membuat Sarah, Dania, dan Cerys jengkel melihatnya.
" Cathy, loh bisa diam ngak kuping gue sakit lihat loh ngomel- ngomel tanpa henti" kesal di buatnya.
" loh tuh ya kayak orang gila sana sini mondar- mandir kayak setrikaan".
" apaan sih kalian gue kayak gini karna Riska belum datang dia bilang tadi mau nyamparin kita di parkiran tapi sampai zkarang tuh anak ngak kelihatan batang hidungnya" kesal.
" loh ngak tahu aja sih Riska mungkin lagi bucin sama ayank Angganya".
" ia juga ya bikin greget aja tuh anak".
" woyyy!!! Kalian ngomongi gue ya" menghampiri.
" astaga Riska...!!!!" kesal langsung mencubit Riska tapi Riska malah sembunyi di belakang Angga.
" sini loh Ris, loh ngak usah sembunyi di belakang Angga".
" ngak mau gue tetap sembunyi di belakang ayank gue".
" astaga kalian ini kayak bocah tahu ingat umur tuh".
" issshhh, Riska mulai duluan " menunjuk kearah Riska.
" lah kok gue".
" yah kalau copot kan bisa di pasang lagi, hehehe".
" Riska....!!!! Sini loh!!!".
" hahahah".
" Ngga, geser dikit biar gue tangkap teman laknat ini".
" jangan yank, aku ngak mau ketangkap".
Angga pun tanpa menghiraukan Riska hingga dia tanpa sengaja mengeser tubuhnya dan membuat Riska hampir ketangkap sama Sarah".
" isshh, kamu resek bangat yank" kesal.
" apaan sih cinta marah- marah mulu" ketawa.
" hahahaha, emank enak Ris, wleee".
" awas aja loh Sar, gue balas" geram di buatnya.
" udahlah beb, jangan berdebat lagi".
__ADS_1
" tapi beb".
" udah ayo kita pulang" mereka pun naik ke mobil masing- masing. Sedangkan Riska masih kesal dengan Angga dia pun meninggalkan Angga tanpa mau bicara sama dia. Angga yg melihat kekasihnya kesal dan cemberut cuma menggeleng- gelengkan kepalanya dan langsung mengikuti Riska.
" Ris, loh ngapain masuk mobil gue".
" lah memangnya kenapa kalau gue masuk mobil loh ".
" bukan gitu Ris, gue tuh pengen mau berduaan sama ayank Joned".
" isshh ,pelit amat sih sama sahabat sendiri" kesal.
" yaellah Ris, gue tuh ngak pelit mending loh sana sama ayank Angga loh".
" cinta!!! Menghampiri Riska.
" tuh sih ayank loh nyamperin loh".
" apaan sih".
" cinta ayo pulang" meraih tangan Riska tapi Riska menghempaskan tangannya.
" pulang aja sendiri" jengkel.
" cinta jangan gitu donk, ayo cintaku kita pulang" merayu Riska namun rayuannya tidak mempan sehingga Angga terus membujuknya sampai Riska mengalah dan masuk ke mobil Angga dengan muka kesal.
" cinta, kita mampir makan dulu yuk".
ngak ada jawaban dari Riska hingga membuat Angga menghentikan mobilnya tiba- tiba".
" ngapain berhenti".
" kamu kenapa sih cinta dari tadi kamu cuekin aku terus" jengkel dengan sikap kekasihnya yg terus menerus membuatnya jengkel.
" tanya sendiri sama diri kamu" berbicara tanpa menatap Angga hingga Angga langsung murka di buatnya.
" kalau orang lagi bicara tuh tatap matanya bukan menghadap ke jendela!!!!".
Riska yg mendengarnya kaget karna slama ini Angga ngak pernah berbicara sekasar itu hingga membuat Riska langsung menatap Angga dengan ketakutan. Angga yg masih terbawah emosi langsung mencium Riska dengan rakus.
" hmmmpp....hmmmp...ya..nkkk. Le....pas...kan" mencoba mendorong Angga namun dorongannya tetap membuat Angga semakin menjadi - jadi hingga dia terus mencium Riska tanpa mempedulikan Riska yg terus menanggis. Setelah melepaskan ciumannya dari Riska , Angga yg melihat Riska menanggis langsung menghapus air mata kekasihnya itu.
" cinta, aku minta maaf aku ngak bermaksud menciummu dengan kasar- maafkan aku cinta" menatap Riska dan menghapus air mata Riska dipipinya.
" kamu jahat yank, aku benci sama kamu" memukul Angga dengan kecewa.
" maafkan aku cinta" menarik Riska kedalam pelukannya.
__ADS_1
" hiks....hiks...hiks..." menanggis dalam pelukan Angga.