
" memangnya ngak boleh gue menatap calon istri gue ini" mengusap kepala Riska dengan senyum.
" apaan sih malah main sentuh kepala gue" kesal.
" udahlah cinta jangan marah terus lebih baik kita duduk disana yuk ".
" hmmm" berlalu menuju kursi yg ada di halaman itu.
" cinta, gue mau bertanya sesuatu boleh" menatap Riska.
" emmm, loh mau tanya apa".
" apa loh juga ada perasaan terhadap gue".
" loh kenapa bertanya kayak gitu".
" gue cuma mastiin perasaan loh terhadap gue".
" emm, jujur ya gue sebenarnya belum ada perasaan sama loh".
dengan perkataan Riska membuat Angga kecewa namun Angga tidak bisa egois hingga Angga terus bersabar dan tidak akan pernah menyerah untuk terus mengejar Riska.
" loh kenapa diam".
" gpp kok, gue cuma sedikit kecewa aja karna cinta gue bertepuk sebelah tangan".
" maaf gue belum bisa membalas cinta loh" menunduk.
" emmm, gpp kok gue akan terus bersabar sampai loh membuka hati loh buat gue".
" oh ya loh kenapa nekat mau bertunangan sama gue".
" trus kenapa juga loh mau menerima perjodohan ini".
" lah gimana sih gue kan bertanya sama loh kenapa loh bertanya balik sama gue" geram.
" hehehe, ok gue akan jawab pertanyaan loh itu ,sebenarnya gue udah jatuh cinta sama loh sejak insiden itu di taman kampus, entah kenapa setiap gue dekat sama loh gue merasakan debaran jantung gue semakin cepat dan gue juga merasa nyaman saat bersama loh itulah gue nekat mau menikah sama loh dan menjadikan loh permaisuri di hati gue dan zkarang giliran loh jawab pertanyaan gue tadi".
" emm, itu gue menerima perjodohan ini karna gue ngak mau melihat orang tua gue dan orang tua loh kecewa dan gue mau jadi anak yg berguna bukan mengecewakan".
__ADS_1
" gue yakin itu bukan jawaban yg benar yg loh kasih tahu ke gue ya kan?".
" kok dia bisa tahu ya itu jawaban salah yg gue kasih ,aduh gimana nih kalau gue jawab jujur pasti dia kecewa" gumam dalam hati.
" loh kenapa malah diam".
" emm, ia gue jujur sebenarnya gue menerima perjodohan ini karna gue ngak mau semua fasilitas yg di berikan mommy dan daddy ke gue di ambil karna gue ngak mau hidup susah, makanya gue terpaksa menerima perjodohan ini".
" jadi itu yg bikin loh menerima perjodohan ini".
" emmm, ia".
" cuma gara- gara fasilitas loh malah terpaksa menerima perjodohan ini, kalau memang loh ngak bisa menerima perjodohan ini loh kenapa ngak batalkan saja Ris" kecewa.
" gue minta maaf ngga, gue tahu loh kecewa tapi sebenarnya gue mau nolak tapi gue ngak bisa".
" tapi bukan seperti ini caranya Ris, loh udah menyakiti perasaan gue" marah.
" maaf Ngga, gue tahu itu semua bikin loh sakit hati tapi gue ngak bisa membohongi diri gue sendiri".
" ok, kalau gitu gue mau kasih tahu mereka kalau pertunangan kita besok di batalkan".
" loh yg egois Ris, justru dengan semua ini bikin mereka kecewa ".
"ya gue tahu tapi gue ngak bisa membatalkan pertunangan ini cobalah loh mengerti dikit Ngga".
" loh yg harus mengertiin perasaan gue Ris, gue cinta dan sayang sama loh tapi kenapa loh malah permainkan pertunangan kita besok".
" maaf Ngga, gue tahu gue memang ngak bisa balas perasaan loh karna hati gue sudah di miliki cowok lain".
" apaaa...!!! cowok lain siapa cowok itu yg sudah merebut hati loh dari gue katakan Ris..!!!" sangat marah.
" kak Yoonchi dialah cowok yg gue cintai".
" kak Yoonchi..!!!".
" emm, ia gue sama dia saling mencintai tapi gue sama dia belum pacaran ".
" loh keterlaluan Ris, gue yg dari dulu mengejar loh tapi kenapa loh malah buka hati sama cowok lain" kecewa.
__ADS_1
" gue minta maaf Ngga, gue cuma.....!!!
pembicaraan Riska di potong Angga.
" sudahlah Ris, kalau memang loh bahagia sama dia, gue iklas mengubur rasa cinta ini dan gue rasa pembicaraan kita cukup sampai di sini dan anggap aja ini pertemuan terakhir kita smoga loh bahagia sama dia" berlalu pergi tanpa menghiraukan Riska yg kebinggungan dengan sikap Angga.
" baru pertama kali gue melihat Angga marah sebesar ini apa lagi gue melihat dia sangat kecewa sama gue apa gue salah telah menyakiti perasaannya maafin gue Ngga, gue belum bisa membalas perasaan loh smoga loh mendapatkan cewek yg baik buat loh" bergumam dan sedih .
setelah percakapan itu di halaman belakang Angga pun menyamparin mereka di ruang tamu.
" mami, papi, mommy dan daddy" lalu duduk.
" eee, ia nak, oh ya calon mantu mami kemana kok ngak balik sama kamu".
" mungkin masih di halaman belakang mi".
" kalian ngak ada masalah kan".
" ngak kok mi, kita baik- baik aja kok".
" maaf semua aku tadi habis dari kamar mandi hingga membuat kalian semua menunggu" tiba- tiba datang dan menyamparin mereka.
" ee, calon mantu mami gpp kok justru mami ngak sabar menunggu hari esok buat pertunangan kalian" senang.
" ia jeng, saya juga seperti itu ngak sabar melihat mereka berdua tunangan" bahagia.
" apa lagi daddy, mom, yg ngak sabar minang cucu" bahagia.
" hahahaha, ia yah bro kepengen di panggil kakek nenek".
" tuh kode Ris, dari mommy, daddy dan camer loh" mengejek.
" hmm".
mereka berdua cuma diam tanpa merespon pertanyaan orang tua mereka hingga membuat Angga merasa sedih melihat orang tua mereka menginginkan mereka berdua tunangan namun itu semua ngak bisa bersatu tanpa dasar cinta.
" gue merasa sedih melihat papi, mami , mommy KIARA dan daddy JUNA yg mengharapkan gue bertunangan sama Riska, apa gue mengatakan yg sebenarnya kalau gue mau membatalkan pertunangan ini tapi gue ngak bisa melihat mereka sedih tapi gue juga sakit hati melihat orang yg gue cinta malah mencintai laki- laki lain apa yg harus gue lakuin ya Tuhan" gumam dalam hati.
" gue tahu Angga sangat kecewa sama gue tapi kalau sampai Angga mengatakan yg sebenarnya trus dia tiba- tiba mau membatalkan pertunangan ini gimana dengan nasib mommy, daddy, papi KEVIN dan mami KARIN pasti mereka sangat kecewa sama gue karna harapan mereka gagal dan ngak terkabul" sedih dan bergumam dalam hati.
__ADS_1