
dari kejauhan tanpa sengaja Stella melihat Angga keluar dari kelas hingga dia memutuskan mengikuti Angga dari belakang. namun Stella sedikit kecewa dan kesal melihat Angga yg terus memandangi Riska .
" cihh, dasar cewek centil berani- beraninya dia mempermainkan perasaan cowok udah dekat sama kak Yoonchi zkarang dia malah dekat sama bebeb Angga, awas aja cewek centil gue ngak akan biarkan loh menyakiti kak Yoonchi terutama bebeb Angga" berlalu pergi meninggalkan taman.
setelah kepergian Stella, Riska pun pamitan sama Yoonchi untuk kembali ke kelas.
" emmm , kak, aku ke kelas dulu ya".
" kamu yakin mau ke kelas dengan keadaan seperti ini".
" ia kak, aku gpp kok aku udah agak mendingan".
" tapi Ris, kondisi kamu ngak memungkinkan untuk mengikuti pelajaran lagi kalau gitu aku minta izinkan kamu sama pak herman".
" ngak usah kak, aku benar- benar udah membaik aku tetap mau mengikuti pelajaran pak herman makasih kakak sangat perhatian sama aku" senyum.
" kamu cantik Ris, kalau lagi senyum bikin tambah aku cinta sama kamu" gombal.
" kakak bisa aja oh ya aku pergi dulu ya kak".
" yaudah tapi kalau kamu ada apa- apa kamu telpon aku ya".
" siap kak" berlalu pergi meninggalkan Yoonchi di taman.
setelah kepergian Riska, Stella datang menghampiri Yoonchi. hingga membuat Yoonchi binggung dengan kedatang adiknya itu.
" hy kak" duduk di samping Yoonchi.
" tumben kamu datang menemui kakak biasanya kamu slalu sibuk mengejar laki- laki sok ganteng itu".
" apaan sih kak Yoonchi malah katain bebeb Angga sok ganteng memang bebeb Angga tuh udah ganteng, baik dan bikin hati aku klepek- klepek" tersenyum membayangkan Angga .
" ciihh, kamu udah ngak waras ya dek" kesal.
" isss, kakak tuh yg ngak waras malah katain aku ngak waras" cemberut.
__ADS_1
" to the point aja kenapa kamu datang kesini kamu pasti ada maunya kan?".
" hehehe, kakak bisa tahu aja apa yg aku mau".
" to the point aja Stell".
" baiklah kakak ku yg paling imut, oh ya kakak suka kan sama cewek centil itu".
" cewek centil siapa".
" itu loh kak sih Riska cewek centil yg suka tebar pesona sama cowok- cowok lain".
" aku ingatkan ya sama kamu jangan pernah kamu menyebut Riska cewek centil " geram.
" lah memang dia tuh cewek centil yg suka menggoda cowok- cowok lain ".
" cukup Stella!!!! aku sudah peringatkan jangan pernah menyebut milikku dengan perkataan kotor dari mulutmu" marah dan emosi yg meluap- luap.
" kenapa sih kakak slalu membela cewek centil itu aku kan adek kakak seharusnya kakak membelaku bukan cewek centil itu aku ngak habis pikir sama pikiran kakak itu apa cewek centil itu udah mencuci otak kakak hingga kakak seperti ini".
" ya udah aku minta maaf kak, aku udah bikin kakak marah dan emosi maafin aku kak".
" hmm".
" kakak cinta kan sama Riska".
" terus aku harus mengatakan ia kalau kamu sudah tahu jawabanku".
" iss, kakak ini aku kan cuma bertanya malah bicara ngegas" cemberut.
" ia kakak cinta sama Riska memangnya kenapa".
" gimana kalau kita kerjasama kak".
" kerjasama untuk" binggung.
__ADS_1
" ya kita kerjasama untuk mendapatkan hati orang yg kita cintai".
" maksud kamu apa ngomon seperti".
" gini kak, bebeb Angga tuh cinta mati sama Riska".
" apaa...!!!!"kaget.
" ia kak, bebeb Angga tuh slalu mengejar Riska untuk itu aku mengajak kakak kerjasama untuk memisahkan mereka setelah mereka berpisah kan otomatis kakak bisa mendapatkan Riska begitupun dengan aku mendapatkan bebeb Angga".
" kamu benar juga kalau gitu kakak setuju kerjasama denganmu".
" karna kita sudah kerjasama kita deal dulu kak" .
" hmm" .
" jadi sebentar lagi kita bisa mendapatkan orang yg kita cintai" senyam - senyum.
" trus rencanamu apa selanjutnya".
" kakak lihat saja nanti" berlalu pergi".
" tuh anak aku belum selesai bicara malah pergi padahal gue pengen tahu rencana apa yg dia susun nantinya".
lain di kantin dimana sebagian mahasiswa makan, ada yg di perpus. di sana Riska cs makan.
" akhirnya, jam pelajaran pak bimo free enak bangat jamkos kayak gini".
" ia yah tumben pak Bimo ngak masuk biasanya tuh orang ngak pernah izin masuk".
" ia juga mungkin lagi ada urusan kali makanya ngak masuk".
dari kejauhan Angga terus menatap Riska hingga tanpa sengaja Riska juga balik menatap Angga terjadilah tatap- tatapan.
" Ris, gue kangen sama loh "gumam dalam hati.
__ADS_1
" gue juga kangan sama loh Ngga, entah kenapa gue merasa ada yg hilang sebagian dari hidup gue mungkin ini kah yg di namakan rasa benci jadi cinta" bergumam dalam hati dan menatap Angga dengan perasaan bersalah.