
" Riska, saya ngak tahu jalan pikiranmu seperti itu" menghela napas.
" maaf pak bukannya saya lancang bicara tapi saya mau tahu kesalahan saya apa sehingga saya di suruh datang kesini".
" kamu masih bertanya apa kesalahan yg kamu perbuat hah!!! " marah.
" n...n..gak pak, saya ngak tahu apa salah saya" menunduk.
" baiklah kamu ngak tahu kesalahanmu kan, Rendy kasih perlihatkan cctv yg ada di ruang pak Bimo, cepat!!!".
" baik pak" lalu mengambil laptop dan memperlihatkan kepada Riska dimana dia mencuri dokumen penting kampus hingga membuat Riska syok dengan apa yg dia lihat.
" zkarang kamu sudah tahu kan apa kesalahanmu".
" tapi pak, saya ngak mengambil dokumen itu".
" kalau kamu ngak mengambil dokumen itu trus bukti di cctv itu apa hah!!!" mengeprak meja dengan keras.
" saya berani sumpah pak, saya ngak mengambil dokumen itu apa lagi masuk keruangan pak Bimo saya ngak pernah, tolong bapak percaya sama saya".
__ADS_1
" Riska, saya tahu kamu adalah keponakan saya tapi bukan seperti ini tindakan yg kotor kamu lakukan sama saja kamu mau menjual kampus ini ke orang lain apa lagi musuh keluarga kita".
" pak tolong percaya sama saya semua yg bapak lihat itu ngak benar pak itu bohong".
" kalau bukti itu bohong kenapa kamu ada di dalam ruangan pak Bimo".
" saya juga ngak tahu kenapa bisa saya ada di dalam ruangan pak Bimo apa lagi di dalam bukti itu".
" tindakan konyolmu ini menghancurkan kepercayaan daddy kamu kepada saya dan saya ngak mengerti jalan pikiranmu itu".
" tolong pak ini semua salah paham saya ngak pernah lakuin itu".
" Rendy!!!".
" cepat ambil surat itu dan kasih ke anak ini" menunjuk ke arah Riska.
" baik pak" lalu mengambil surat diatas meja dan memberikan kepada Riska.
" ambil surat itu dan kamu keluar dari ruangan saya!!!".
__ADS_1
Riska pun mengambil surat itu dari tangan Rendy dan lalu pamitan pada pak Rio.
" baik pak kalau gitu saya permisi" .
setelah pamitan gue pun langsung pergi dari ruangan terkutuk itu menuju ke kelas. Namun gue sedikit penasaran dengan surat ini hingga gue memutuskan membuka dan membaca surat ini . Sedikit demi sedikit gue langsung membacanya betapa kagetnya gue saat gue tahu isi surat itu dimana isi surat itu mengatakan kalau gue diskors selama 2 minggu hingga membuat gue syok dengan semua ini. Tanpa gue sadari kak Yoonchi tiba - tiba datang menghampiri gue yg sedang sedih.
" Ris" memanggil Riska dari kejauhan.
" eee, kak Yoonchi, kakak ada apa ya memanggil gue".
" oh ya kamu kenapa kok menanggis, siapa yg sudah bikin kamu menanggis katakan padaku Ris biar aku hajar orang itu" .
" gue gpp kok kak jadi kakak ngak usah khawatir lagian gue menanggis bukan karna gue di hajar atau di bully sama orang lain tapi gue menanggis karna gue diskors" menunduk.
" apa..!!! Diskors!!! Kenapa kamu bisa diskors Ris" kaget .
" gue di jebak kak gue ngak tahu siapa yg sudah menfitnah gue hingga gue diskors kayak gini".
" kurang ajar beraninya memfitnah kamu , aku ngak trima kamu diskors kayak gini" marah dan geram.
__ADS_1
" gue gpp kok kak dan makasih kakak peduli sama gue ".
" Ris, aku lakuin itu semua karna aku sayang sama kamu".