Dari Kebencian Jadi Cinta

Dari Kebencian Jadi Cinta
20. kesedihan Riska...!!!


__ADS_3

" yank, kamu kenapa ngak mau mendengarkanku " gumam dalam hati yg terus memandangi Angga yg sudah pergi .


Yoonchi yg melihat Riska terus memandangi Angga sangat kesal hingga dia pura- pura kesakitan.


" awhhh!!!!".


" kak Yoonchi, kakak gpp kan?" khawatir.


" gpp kok cuma sedikit sakit" memegang pipinya yg memar akibat pukulan Angga.


" ya ampun kak, pipi kakak memar sama sudut bibir kakak berdarah , ayo kak ,aku antar kakak keruang panitia disana nanti aku obati" .


" ia Ris" .


di sepanjang koridor kampus , Angga tak sengaja melihat Yoonchi yg tersenyum kemenangan hingga membuat temannya jadi murka melihatnya.


" gila ya tuh sih yonco- yonco itu beraninya dia mencari kesempatan dalam kesempitan" geram.


" kalau gitu gue beri perhitungan tuh sama sih brengsek itu".


" sudahlah biar gue yg mengatasinya" berlalu pergi ke ruang panitia.


" yaellah bos, malah nyolong- nyolong terus".


" sudahlah biarkan bos menyelesaikan permasalahan mereka berdua kita ngak boleh ikut campur, ayo kita pergi".


mereka pun pergi. sedangkan di ruang panitia Yoonchi tak henti- hentinya pura- pura kesakitan hingga membuat Riska merasa bersalah.

__ADS_1


" kak, maafin gue ya, gue udah bikin kakak seperti ini" menunduk.


" ngak kok Ris, justru aku senang kamu mau merawat dan mengobatiku di sini" memegang tangan Riska namun langsung di tepis oleh Angga.


" yank".


" loh ngak usah sok cari perhatian sama pacar gue" geram.


" memangnya kenapa, lagian gue seperti ini karna ulah loh".


" cuihh, gue ngak akan memukul loh kalau loh tahu batas".


" yank, udah kalian jangan berantam lagi cukup!!!".


" dia yg duluan cari gara- gara Ris".


" kak Yoonchi cukup!!! jangan bikin suasana tambah panas".


" maaf Ris".


" gue juga minta maaf kak udah membentak kakak tadi kalau gitu gue pergi dulu kak, ayo Ngga" menarik tangan Angga.


" kita lihat aja nanti gue alan merebut Riska dari loh".


sedangkan di luar panitia Angga pura- pura cuek hingga membuat Riska terus- terusan menggomel dan memberitahukan yg sesungguhnya.


" yank, stopp, kamu dengarin dulu penjelasanku" mengejar Angga.

__ADS_1


" hmm".


" yank, semua yg kamu lihat tadi itu cuma salah paham".


" salah paham gimana maksud kamu hah!!".


" yank, aku mohon kamu dengarin penjelasan aku ".


" baiklah aku akan kasih kamu kesempatan untuk menjelaskannya sama aku tapi aku mau kita dusuk disana, ayo" menarik tangan Riska menuju ke bangku kosong yg ada di taman itu.


" ayo , cinta kamu jelaskan zkarang".


Riska pun memjelaskan semua yg dia alami selama di toilet hingga membuat Angga murka dengan apa yg dialami sama Riska.


" ciit, brengsek beraninya mengunci kamu dari dalam toilet" emosi.


" aku juga ngak tahu kenapa pintunya tiba- tiba terkunci dan ada tulisan pintu rusak padahal waktu aku mau masuk ke toilet itu pintunya aman- aman dan ngak ada tulisan, mungkin ada yg coba mengerjain aku".


" aku minta maaf cinta, aku malah membentakmu tadi dan menuduhmu ngak- ngak" bersalah.


" ngak yank, aku tahu kamu seprti itu karna kamu cemburu ".


" aku memang cemburu tadi tapi pas aku mendengar semuanya dari kamu, aku merasa bersalah memukul Yonco itu".


" Yoonchi yank, bukan yonco" geli mendengarnya.


" mau Yoonchi atau yonco kan sama aja cinta" mencubit pipi Riska dengan gemas.

__ADS_1


" isss, sakit yank" cemberut.


" hahaha, habisnya kamu gemas bangat cinta" senyum.


__ADS_2