
" yank, kamu kenapa ngak mau mendengarkanku " gumam dalam hati yg terus memandangi Angga yg sudah pergi .
Yoonchi yg melihat Riska terus memandangi Angga sangat kesal hingga dia pura- pura kesakitan.
" awhhh!!!!".
" kak Yoonchi, kakak gpp kan?" khawatir.
" gpp kok cuma sedikit sakit" memegang pipinya yg memar akibat pukulan Angga.
" ya ampun kak, pipi kakak memar sama sudut bibir kakak berdarah , ayo kak ,aku antar kakak keruang panitia disana nanti aku obati" .
" ia Ris" .
di sepanjang koridor kampus , Angga tak sengaja melihat Yoonchi yg tersenyum kemenangan hingga membuat temannya jadi murka melihatnya.
" gila ya tuh sih yonco- yonco itu beraninya dia mencari kesempatan dalam kesempitan" geram.
" kalau gitu gue beri perhitungan tuh sama sih brengsek itu".
" sudahlah biar gue yg mengatasinya" berlalu pergi ke ruang panitia.
" yaellah bos, malah nyolong- nyolong terus".
" sudahlah biarkan bos menyelesaikan permasalahan mereka berdua kita ngak boleh ikut campur, ayo kita pergi".
mereka pun pergi. sedangkan di ruang panitia Yoonchi tak henti- hentinya pura- pura kesakitan hingga membuat Riska merasa bersalah.
__ADS_1
" kak, maafin gue ya, gue udah bikin kakak seperti ini" menunduk.
" ngak kok Ris, justru aku senang kamu mau merawat dan mengobatiku di sini" memegang tangan Riska namun langsung di tepis oleh Angga.
" yank".
" loh ngak usah sok cari perhatian sama pacar gue" geram.
" memangnya kenapa, lagian gue seperti ini karna ulah loh".
" cuihh, gue ngak akan memukul loh kalau loh tahu batas".
" yank, udah kalian jangan berantam lagi cukup!!!".
" dia yg duluan cari gara- gara Ris".
" kak Yoonchi cukup!!! jangan bikin suasana tambah panas".
" maaf Ris".
" gue juga minta maaf kak udah membentak kakak tadi kalau gitu gue pergi dulu kak, ayo Ngga" menarik tangan Angga.
" kita lihat aja nanti gue alan merebut Riska dari loh".
sedangkan di luar panitia Angga pura- pura cuek hingga membuat Riska terus- terusan menggomel dan memberitahukan yg sesungguhnya.
" yank, stopp, kamu dengarin dulu penjelasanku" mengejar Angga.
__ADS_1
" hmm".
" yank, semua yg kamu lihat tadi itu cuma salah paham".
" salah paham gimana maksud kamu hah!!".
" yank, aku mohon kamu dengarin penjelasan aku ".
" baiklah aku akan kasih kamu kesempatan untuk menjelaskannya sama aku tapi aku mau kita dusuk disana, ayo" menarik tangan Riska menuju ke bangku kosong yg ada di taman itu.
" ayo , cinta kamu jelaskan zkarang".
Riska pun memjelaskan semua yg dia alami selama di toilet hingga membuat Angga murka dengan apa yg dialami sama Riska.
" ciit, brengsek beraninya mengunci kamu dari dalam toilet" emosi.
" aku juga ngak tahu kenapa pintunya tiba- tiba terkunci dan ada tulisan pintu rusak padahal waktu aku mau masuk ke toilet itu pintunya aman- aman dan ngak ada tulisan, mungkin ada yg coba mengerjain aku".
" aku minta maaf cinta, aku malah membentakmu tadi dan menuduhmu ngak- ngak" bersalah.
" ngak yank, aku tahu kamu seprti itu karna kamu cemburu ".
" aku memang cemburu tadi tapi pas aku mendengar semuanya dari kamu, aku merasa bersalah memukul Yonco itu".
" Yoonchi yank, bukan yonco" geli mendengarnya.
" mau Yoonchi atau yonco kan sama aja cinta" mencubit pipi Riska dengan gemas.
__ADS_1
" isss, sakit yank" cemberut.
" hahaha, habisnya kamu gemas bangat cinta" senyum.