
" benar bos kata Riska ,loh harus tenangkan diri loh ".
"ia bos jangan kepancing emosi biarkan saja sih pengecut ini berbicara apa pun tidak ada gunanya juga meladeni pengecut seperti dia" dengan emosi menunjuk kearah Randy sedangkan yg di tunjuk hanya menatap dengan tatapan smirk dan mengejek kearah Angga.selama pertengkaran Angga dan Randy membuat seisi kampus menjadi riuh . Mereka yg awalnya berniat makan di kantin tidak jadi datang kesana karna pertengkaran Angga dan Randy. Pertengkaran mereka berdua mengundang seluruh mahasiswa dan para cleaning servis mendatangi mereka hingga salah satu mahasiswa melaporkan aksi pertengkaran mereka berdua ke Dekan Fakultas.
" ada apa ya kok rame- rame disana sepertinya ada yg bertengkar tuh" tanya salah satu mahasiswa yg lewat di toilet tapi tidak jadi ketoilet karna pertengkaran Angga dan Randy.
" bisa jadi yuk kita kesana melihatnya" menarik tangan temannya .
" ayukk!!!" bergegas menuju kearah jalan ke Fakultas ekonomi.
setelah kepergian mereka datanglah pak Rio selaku Dekan di kampus itu. Berbeda halnya di tempat pertengkaran Angga dan Randy yg masih sama- sama adu mulut hingga membuat teman- temannya kewalahan dengan mereka berdua. Kedatang Dekan membuat mereka terkejut . Mereka tidak menyangkah pertengkaran yg di lakukan mereka berdua sampai membuat seisi kampus datang sebagai penonton terutama pak Rio selaku Dekan yg memiliki sikap tegas dan killer yg slalu di takuti seluruh mahasiswa dan dosen.
" astaga idola kita kenapa tuh kok marah besar kayak gitu".
" ia yah terus cowok itu siapa ya kok gue baru lihat" penasaran dengan Randy.
" ia yah trus apa hubungannya sama kak Angga dan teman- temannya ya".
" apa jangan- jangan perebutan cinta kak Riska ya".
" wah bakalan ada cinta segitiga nih antara kak Angga, kak Riska dan cowok itu".
" issshh, dasar cewek tidak tahu malu sana sini mau tebar pesona" menyindir Riska .
__ADS_1
" benar tuh kalau gue jadi dia mah gue ogah jadi cewek murahan".
" hahaha, loh benar Ta , dasar ganjeng".
" kasian ya kak Angga babak belur kayak gitu " memandangi Angga dengan tatapan khawatir.
" ia yah lagian siapa sih tuh cowok malah menganggu hubungan Angga dan Riska padahalkan Angga dan Riska cocok bangat".
" benar bangat tuh gue aja ngefans sama mereka berdua".
" pokoknya mereka berdua tidak boleh jadi putus ngak rela gue".
Stella yg berada diantara kerumunan mahasiswa itu mengepalkan tangannya ketika mendengar perkataan mahasiswi yg terus- menerus memuji Riska membuat hatinya tambah marah terlebih mereka menjodohkan Riska dan Angga membuat kemarahan dan emosinya sampai keubun- ubun.
setelah beberapa menitpun pak Rio beserta dosen yg lainnya datang menghampiri semua mahasiswa yg berkerumun . Kedatangan pak Rio dan dosen lain membuat mahasiswa mundur dan memberikan jalan kepada pak Rio dan dosen itu lewat. Pak Rio yg melihat Angga dan Riska yg selaku keponakannya sangat kaget begitupun dengan dosen yg lain ikutan kaget dan terkejut.
" ada apa ini kenapa kalian malah berkerumun disini" tanya pak Rio kepada mahasiswanya. Sedangkan mereka tak ada satupun yg menjawab perkataan pak Rio hingga membuat pak Rio murka.
" CEPAT JAWAB....!!!!!!" dengan emosi yg meluap - luap.
mereka yg mendengar teriakan pak Rio mrnjadi terkejut dan menunduk hingga salah satu mahasiswa maju kedepan dan mengatakan semuanya.
" ma....maaf pak ,i....tu....itu pak mereka lagi bertengkar" menunjuk kearah Angga dengan gemetaran.
__ADS_1
" apa ada yg bisa jelaskan kenapa kalian bertengkar" menunjuk kearah Riska dan temannya.
miss Jesika selaku dosen bahasa inggris pun ikut bicara kepada mereka.
" Riska, apa kamu bisa jelaskan sama miss,kenapa kamu dan juga temanmu bertengkar".
" maaf miss, cuma kesalahpahaman aja kok" jawab Riska.
" kalau gitu kalian semua ikut masuk keruangan saya biar disana kalian jelaskan semuanya".
" ia pak" jawab mereka.
" kalian semua bubar dan masuk ke kelas masing- masing".
" huuuu...!! Padahalkan gue pengen dengar alasan mereka kenapa mereka bertengkar".
" bapak mah ngak asik " pura- pura merajuk.
" mau saya hukum kamu Tiara".
" hehehe, saya cuma bercanda aja pak".
" maaf ya pak dengan sikap Tiara kalau gitu kami permisi dulu pak, bu, ayo Tiara yuk ke kelas" menarik tangan Tiara.
__ADS_1