Dari Kebencian Jadi Cinta

Dari Kebencian Jadi Cinta
22. Rencana Awal Stella...2 !!!!


__ADS_3

" awas kamu cinta , aku dapat aku cium kamu".


" coba kalau berani yank" menantangi.


" ok" lalu mengejar Riska.


terjadilah kejar- mengejar di taman hingga membuat sebagian orang yg melihatnya irih, ada yg mencibir mereka berdua dan ada yg sakit hati melihat idola mereka menjadi pasangan yg romantis.


" hah, huh, hah, udah yank aku capek" duduk dan menghela napas.


" ketangkep kamu sekarang cinta, kamu ngak akan bisa kabur lagi" menangkap Riska hingga membuat Riska cemberut.


" ia yank, aku menyerah".


" hahaha, ternyata pacarku yg bawel ini menyerah juga ya".


" aku ngak akan menyerah tapi aku udah capek main kejar- kejaran" jengkel.


" oh ya, sayangnya aku ngak percaya kamu bilang aja cinta kamu ngak kuat lari".


" siapa bilang aku ngak kuat lari kamu aja tuh yg lamban kayak siput".


" apa kamu bilang cinta" menggelitik Riska hingga membuat Riska geli dan tertawa.


" hahaha, udah yank, geli tahu".


" siapa suruh kamu mengejek ku lamban kayak siput, kayaknya kamu harus di hukum cinta" senyum smirk.


" hah, hu...kumm". Kaget.


Angga pun mendekatkan wajahnya ke arah Riska hingga membuat Riska memundurkan dirinya kebelakang tapi sayangnya dia terjebak di pohon hingga dia ngak bisa lagi memundurkan dirinya dan Angga pun langsung mengunci Riska dengan kedua tangannya lalu mendaratkan bibirnya ke bibir Riska dan ******* bibir Riska dengan lembut tanpa memberi Riska kesempatan untuk bernapas.


" emm, A.....A..n....gga le...hmmmpp" memukul dada Angga hingga Angga melepaskan ciumnya dari Riska.


" hah, hah ,hah" menghela napas.


Angga yg melihat Riska menghela napas tersenyum senang karna berhasil membuat Riska bernapas tersenggal- senggal.


" kamu kenapa cinta, tersenggal- senggal kayak gitu seperti habis di kejar setan" tanpa merasa bersalah.


Riska yg mendengarnya pun langsung kesal dan terus memukul Angga.


" ampun cinta" menyerah.


" ngak,aku akan terus memukulmu yank".


" aduh, cinta udah aku menyerah".


" siapa suruh kamu ngak kasih aku kesempatan untuk bernapas" kesal.


" hehehe, maaf cinta habisnya bibir kamu menggoda makanya aku ngak kasih kamu napas " menggaruk kepalanya yg tidak gatal.


" issshh, alasan aja kamu yank bilang aja kamu ketagihan".


" hehehe, ia aku ketagihan dan aku masih pengen itu".


" oh kamu masih mau ya yank ok" mengambil ranting kayu lalu memukuli Angga.

__ADS_1


" cinta kenapa kamu mukul aku sih " kesal.


" kan kamu yg bilang masih mau yaudah aku pukulin aja kamu biar kamu tahu rasa".


" tapi bukan itu yg aku maksud tapi yg ini" memegang bibir Riska.


" Angga...!!!! Kamu yah!!" mengejar Angga hingga terjadi lagi kejar- kejaran.


dari kejauhan Stella yg menyaksikannya pun langsung murka hingga dia pergi begitu saja tanpa kata yg keluar dari mulutnya hingga membuat ganknya itu merasa aneh dengan tingkah laku Stella.


" sih bos, kenapa ya kok aneh bangat hari ini".


" ia yah bukannya dia marah kok malah pergi tanpa berbicara sekata pun biasanya tuh anak kalau melihat Angga sama cewek centil itu langsung menyumpah serapahi lah ini malah langsung pergi".


" yaudah yuk kita susul bos sebelum bos ngamuk".


" ok ayo".


" lah kok gue di tinggal sih" berlari mengejar temannya.


berbeda halnya di kelas, Sarah yg terus menerus mencari Riska yg sedari tadi dia ngak melihat batang hidungnya hingga membuat dia berbicara komat kamit kayak dukun.


" astaga Sarah!!! Loh bisa ngak diam dikit mata gue sakit melihat loh mondar- mandir dari tadi kayak setrikaan" jengkel.


" tahu tuh bukannya duduk malah mondar - mandir kayak orang gila".


" apaan sih gue kayak gini karna Riska yg dari tadi belum kelihatan batang hidungnya" kesal.


" ia yah tuh anak kemana sih bentar lagi mau masuk malah belum datang lagi".


" biasalah orang yg lagi pacaran itu aja kalian ngak tahu".


" udahlah memangnya kalian ngak pernah ngebucin" kesal dengan tingkah sahabatnya.


" hehehehe" menggaruk kepalanya yg tidak gatal.


" yg parah ngebucin itu loh Sar".


" kok gue".


" ya jelaslah kalau ketemuan ayank beb langsung kumat tuh sikap alay loh".


" biarin dari pada luh".


" woyy, berantam aja kerjaan kalian berdua" kesal lalu tiba- tiba datang.


" astaga Ris, loh tuh ya ngagetin aja sih" kesal.


" tahu tuh kayak jalangkung aja tiba- tiba datang tanpa di undang".


" hahaha, ternyata sahabat gue yg laknat ini suka juga ya bercanda gue kira ngak" ketawa tanpa bersalah hingga membuat Sarah dan lainnya kesal.


" udah donk berantamnya nanti aja kalian lanjutkan di lapangan sekalian adu tinju biar gue yg jadi wasitnya nanti".


Cathy yg mendengar perkataan Dania langsung menjitak kepala Dania hingga membuat Dania marah dan kesal di buatnya.


" awwhh....!!!, apaan sih loh Cath, main jitak- jitak segala kepala gue sakit tahu" kesal dan jengkel.

__ADS_1


" harusnya loh meleraikan mereka bukannya loh adu domba" kesal.


" kan gue cuma bercanda Cathy markonah!!! Marah.


" aisshh, mulai lagi deh" memegang kepalanya yg sedikit sakit melihat sahabatnya berantam lagi.


" udah stoooppp...!!!" .


teriakan Riska membuat mereka terdiam.


" udah puas berantamnya kalau belum puas sana di lapangan atau di jalan raya berantam biar salah satu diantara kalian siapa yg menang" berlalu ke kursinya dengan muka kesal dan marah.


" ya ampun gue baru lihat Riska semarah itu".


" apa lagi gue ".


" tuh anak kalau lagi marah ngeri juga ya lihatnya".


" udah ah ayo kita duduk sebelum dosen killer itu masuk".


" ok" berlalu ke kursi mereka masing- masing. Tak beberapa lama dosen killer yg mereka maksud langsung masuk dengan muka datarnya. Tak selang beberapa menit tiba- tiba seorang mahasiswa mengetok pintu kelas hingga membuat kami kaget dan beralih menatap kearah suara itu.


" eee, maaf pak, saya kesini mau memanggil kak Riska" sopan.


" hah , gue" kaget.


" ada apa kamu manggil Riska, kamu ngak tahu ini pelajaran saya dan saya tidak suka saat pelajaran saya ada yg mengganggu" marah dengan tatapan menyeramkan.


" emm, maaf pak saya cuma di tugaskan pak Rio memanggil kak Riska" menunduk ketakutan.


" Riska!!!" .


" eee, i...i..a pak, saya".


" cepat kamu keluar dan temui pak Rio".


" baik pak, saya permisi ".


" Riska kenapa ya kok malah di panggil sama pak Rio".


" mana gue tahu loh tanya gue trus gue tanya siapa" marah.


" ya kan gue cuma bertanya aja kenapa loh sewot".


" udah kalian ini berantam mulu kalian mau di hukum sama dosen killer itu".


" ngak maulah".


sedangkan di ruang pak Rio, Riska terus- terusan di introgasi hingga membuat Riska ketakutan .


" Riska!!!! "Marah dengan emosi yg meluap- luap.


" i...i....a pak" takut gemetar.


" apa kamu tahu perbuatanmu seperti apa hah!! Marah yg sangat besar.


" a...a...ku ngak tahu pak apa kesalahan saya" menuduk.

__ADS_1


" kalau orang bicara harus di tatap bukan malah menunduk!!! Geram.


" ma...af pak" menatap.


__ADS_2