
" kamu benar nak, paman tidak habis pikir dengan rencana tuan David klopper saking pengennya memiliki kampus ini hingga dia rela menyuruh anaknya mencuri dokumen itu".
" zkarang aku sudah paham paman kenapa slama ini kak Yoonchi terus mendekatiku hanya sebuah tujuan yaitu dokumen penting kampus ini, aku ngak menyangkah kak Yoonchi yg slama ini baik padaku ternyata ada udang di balik batu".
" benar nak ,untuk itu paman harap kamu harus hati- hati sama Yoonchi karna keluarga mereka sangat berbahaya, paman khawatir mereka bisa mencelakai kamu nak" penuh kekhawatiran terhadapa Riska keponakannya.
" paman ngak usah khawatir aku bisa jaga diri baik- baik kok jadi yg harus kita khawatirkan yaitu dokumen itu jangan sampai dokumen itu beralih ketangan pak David".
" kamu benar untuk itu paman menyerah dokumen ini untuk kamu nak" mengambil dokumen dari dalam laci mejanya lalu memberikan ke Riska.
" ambillah nak dokumen ini " menyerah dokumen ke Riska.
" tapi kenapa paman malah menyerahkan dokumen ini padaku " binggung.
" ini saatnya kamu memegang dokumen ini karna dokumen ini beserta kampus ini nanti kamu yg kelolah ".
" hah...!!! maksud paman apa " terkejut mendengar perkataan pamannya hingga membuatnya binggung.
" nak, kampus ini waktunya kamu kelolah karna daddy kamu sudah menyerahkan semua urusan kampus ini pada kamu terlebih kampus ini atas nama kamu " memberitahukan Riska tentang perihal kampus yg harus di kelolah oleh Riska sendiri .
" tapi paman kenapa harus aku yg kelolah kampus ini kan paman sendiri tahu aku masih kuliah belum tahu tentang pengurusan kampus ini".
" paman mengerti dengan maksud kamu tapi paman tidak bisa mencegah tugas dan tanggungjawab dari daddy kamu nak, jadi paman mau kamu trima ya keputusan dari daddy kamu".
__ADS_1
" maaf paman untuk itu aku harus bicarakan dulu sama daddy".
" yasudah kamu telpon daddy kamu dulu dan bicarakan semuanya ini" pasrah dengan keponakannya yg keras kepala.
" baiklah paman ,aku telpon daddy dulu" mengambil telponnya lalu menelpon daddynya. Sedangkan di perusahan Vernandes, tuan Juna selaku pemilik perusahaan itu sibuk dengan pekerjaannya. Selama beberapa menit telponnya pun berbunyi hingga dia mengalihkan pandangannya kearah handponenya . Senyuman terbit di bibirnya saat mengetahui siapa yg menelponnya hingga tuan Juna langsung mengangkat telponnya itu.
" halo anak daddy yg cantik ada apa sayang kamu nelpon daddy apa kamu ada masalah di kampus sayang" berbicara dengan lembut.
" aku ngak ada masalah kok di kampus jadi daddy jangan khawatir , aku cuma mau bertanya sesuatu sama daddy ".
" kamu mau bicarakan apa sayang".
" ini dad, masalah kampus apa benar daddy telah menyuruh paman menyerahkan kampus ini buat aku kelolah dad" penasaran .
" bukan itu maksud aku dad, aku cuma mau bilang kenapa daddy malah menyerahkan kampus ini padaku kan daddy tahu aku masih kuliah".
" sayang kamu kan tahu daddy sengaja menyerahkan kampus ini buat kamu karna daddy percaya kamu bisa mengelolah kampus kita dengan baik".
" tapi dad, aku ngak bisa menerima semua ini".
" sayang dengerin daddy ya kalau daddy tidak menyerahkan kampus ini trus siapa lagi yg akan mengurus kampus ini selain kamu apa lagi kamu adalah anak daddy satu- satunya yg akan meneruskan bisnis daddy".
" kan masih ada Saskia dad, yg bisa mengelolah bisnis daddy".
__ADS_1
" ya daddy tahu tapikan kamu anak kandung daddy dan soal Saskia masih terlalu kecil dan belum mengerti bisnis ".
" tapikan dad, Saskia kan juga anak daddy kenapa daddy malah pilih kasih sih" cemberut.
" daddy tidak pilih kasih sayang soal Saskia kan daddy akan kasih bisnis lain yg ngak menyusahkan buat dia untuk di kelolah jadi daddy mohon sama kamu terima ya keputusan daddy ini" penuh harap.
" hufttt, yaudah tapi aku masih butuh waktu dad, buat menerima semua ini".
" yaudah sayang daddy paham dengan perasaan kamu tapi daddy tidak meminta apa- apa sama kamu selain mengurus kampus kita".
" ia dad, aku akan berusaha memberikan jawaban yg tepat buat daddy".
" daddy tunggu jawabanmu itu daddy harap jawabanmu itu memuaskan daddy".
" ia dad, kalau begitu aku matiin dulu ya telponnya".
" ia sayang ,kamu semangat ya belajarnya ingat pesan daddy tadi".
" ia dad, aku akan ingat kok trus daddy juga semangat bekerjanya".
" ia sayang".
" byyy dad" mematikan telponnya.
__ADS_1
" hmmm".