
Setelah mengantarkan Cathy pulang ke apartemennya aku pun langsung pulang kerumah. selama perjalanan yg cukup jauh akhirnya aku sampai dirumah dan langsung memasukkan mobilku ke garasi.
" huftt, akhirnya sampai juga" menghela nafas.
saat aku masuk kerumah tiba- tiba bik Ira datang menghampiri aku.
" ee, non, sudah pulang ya"?.
" e, ia bik".
" kalau begitu langsung masuk aja non, soalnya nyonya sama tuan sudah menunggu di dalam non".
" mommy sama daddy sudah pulang ya bik, bukannya hari ini daddy ada meeting di kantor".
" kalau itu bibik tidak tahu non".
" oh gitu ya bik, kalau gitu aku masuk dulu ya bik".
" baik non".
" oh ya bibik lanjutkan saja menyiram bunganya".
" ia non, kalau begitu bibik permisi dulu non" berlalu pergi.
" ia bik".
setelah perbincanganku dengan bik Ira, aku pun langsung masuk kedalam rumah. namun tiba- tiba mommy datang dari arah dapur dan mengagetkanku.
" e, anak mommy sudah pulang ya".
" astaga mommy bikin kaget tahu" kesal.
" hehehe, ternyata anak mommy yg bawel ini kaget juga ya".
" jelaslah mom, harusnya mommy datang tuh ucapin salam kek, bukannya kayak tadi. untung saja jantung aku ngak copot mom" kesal.
__ADS_1
" hahaha, iihhh kamu lucu bangat sih, mommy jadi gemes sama anak mommy yg bawelnya minta ampun" mencubit pipi Riska.
" iihhh, mommy sakit tahu..!!!!" kesal.
" hihihi, habisnya kamu gemes sih makanya mommy cubit" mengejek.
" tapi ngak usah juga kali cubit- cubit pipi aku, bisa- bisanya pipi aku tambah tembem kayak bakpao mom, tadi sih Cathy mencubit pipi aku zkarang mommy juga cubit pipi aku".
" hahaha".
" iihh, mommy nyebelin deh" cemberut.
" hahaha, jadi ceritanya anak mommy yg bawel ini ngambek ya" menggoda.
" tahu akhhh" kesal.
" jangan ngambek donk sayang, ia mommy mengaku salah nih, mommy minta maaf ya" merayu.
" ngak, aku ngak mau maafin mommy, aku tetap ngambek sama mommy" pura- pura ngambek.
" beneran ya mom".
" ia mommy janji suer deh" mengangkat tangannya berbentuk huruf v.
tak selang beberapa lama tiba- tiba daddy datang menghampiri aku dan mommy yg masih berdebat.
" ee, anak daddy yg cantik sudah pulang ya".
" ia dad" cemberut.
" ummm, anak daddy yg cantik ini kenapa sih kok mukanya cemberut amat".
" tahu akhhh, tanya sendiri sama mommy" berlalu pergi.
" hufttt, kebiasaan nih anak belum selesai bicara malah pergi lagi" menggeleng- gelengkan kepalanya melihat tingkah laku Riska.
__ADS_1
" sabar aja dad, biarin aja kasian tuh anaknya lagi capek pulang kuliah".
" ia mom, btw mommy lagi ngapain Riska sehingga cemberut gitu" penasaran.
" oh itu ,mommy ngak ngapain- ngapain tuh, mommy cuma mengombalin aja kok".
" ummm, mommy jahil juga ya kerjain anaknya".
" hahaha, daddy baru tahu ya".
" hmm, oh ya mom, gimana sudah beres kan semua persiapannya".
" sudah donk dad, semuanya sudah beres ngak ada yg tertinggal sedikitpun".
" syukur deh kalau semuanya sudah beres tinggal menunggu calon besan datang".
" ia dad, ngak sabar nih jodohin mereka".
" ia mom, daddy juga sama".
" huftt, ngak sabar punya mantu nih apalagi mantunya ganteng, hahaha, ngak kebayang nih".
" daddy juga ngak sabar besanan sama pak Esa, oh ya mommy sudah kasih tahu tuh sama Riska kalau nanti malam calon suaminya datang" bertanya.
" belum dad, soalnya mommy belum kasih tahu".
" yaudah kalau gitu mommy kekamarnya Riska dan kasih tahu untuk bersiap- siap".
" ok dad, nanti mommy kasih tahu kalau dia sudah turun dari kamarnya".
" kalau gitu daddy masuk kamar dulu ya mom, soalnya daddy mau tanda tangan berkas- berkas yg belum daddy tanda tangan di kantor tadi".
" yaudah sana dad, soalnya mommy juga mau cek- cek dulu di dapur apakah makanannya sudah selesai semua atau belum".
" ok mom" berlalu pergi.
__ADS_1