Dari Kebencian Jadi Cinta

Dari Kebencian Jadi Cinta
7. awal perjodohan...!!!!.


__ADS_3

Setelah mengantarkan Cathy pulang ke apartemennya aku pun langsung pulang kerumah. selama perjalanan yg cukup jauh akhirnya aku sampai dirumah dan langsung memasukkan mobilku ke garasi.


" huftt, akhirnya sampai juga" menghela nafas.


saat aku masuk kerumah tiba- tiba bik Ira datang menghampiri aku.


" ee, non, sudah pulang ya"?.


" e, ia bik".


" kalau begitu langsung masuk aja non, soalnya nyonya sama tuan sudah menunggu di dalam non".


" mommy sama daddy sudah pulang ya bik, bukannya hari ini daddy ada meeting di kantor".


" kalau itu bibik tidak tahu non".


" oh gitu ya bik, kalau gitu aku masuk dulu ya bik".


" baik non".


" oh ya bibik lanjutkan saja menyiram bunganya".


" ia non, kalau begitu bibik permisi dulu non" berlalu pergi.


" ia bik".


setelah perbincanganku dengan bik Ira, aku pun langsung masuk kedalam rumah. namun tiba- tiba mommy datang dari arah dapur dan mengagetkanku.


" e, anak mommy sudah pulang ya".


" astaga mommy bikin kaget tahu" kesal.


" hehehe, ternyata anak mommy yg bawel ini kaget juga ya".


" jelaslah mom, harusnya mommy datang tuh ucapin salam kek, bukannya kayak tadi. untung saja jantung aku ngak copot mom" kesal.

__ADS_1


" hahaha, iihhh kamu lucu bangat sih, mommy jadi gemes sama anak mommy yg bawelnya minta ampun" mencubit pipi Riska.


" iihhh, mommy sakit tahu..!!!!" kesal.


" hihihi, habisnya kamu gemes sih makanya mommy cubit" mengejek.


" tapi ngak usah juga kali cubit- cubit pipi aku, bisa- bisanya pipi aku tambah tembem kayak bakpao mom, tadi sih Cathy mencubit pipi aku zkarang mommy juga cubit pipi aku".


" hahaha".


" iihh, mommy nyebelin deh" cemberut.


" hahaha, jadi ceritanya anak mommy yg bawel ini ngambek ya" menggoda.


" tahu akhhh" kesal.


" jangan ngambek donk sayang, ia mommy mengaku salah nih, mommy minta maaf ya" merayu.


" ngak, aku ngak mau maafin mommy, aku tetap ngambek sama mommy" pura- pura ngambek.


" beneran ya mom".


" ia mommy janji suer deh" mengangkat tangannya berbentuk huruf v.


tak selang beberapa lama tiba- tiba daddy datang menghampiri aku dan mommy yg masih berdebat.


" ee, anak daddy yg cantik sudah pulang ya".


" ia dad" cemberut.


" ummm, anak daddy yg cantik ini kenapa sih kok mukanya cemberut amat".


" tahu akhhh, tanya sendiri sama mommy" berlalu pergi.


" hufttt, kebiasaan nih anak belum selesai bicara malah pergi lagi" menggeleng- gelengkan kepalanya melihat tingkah laku Riska.

__ADS_1


" sabar aja dad, biarin aja kasian tuh anaknya lagi capek pulang kuliah".


" ia mom, btw mommy lagi ngapain Riska sehingga cemberut gitu" penasaran.


" oh itu ,mommy ngak ngapain- ngapain tuh, mommy cuma mengombalin aja kok".


" ummm, mommy jahil juga ya kerjain anaknya".


" hahaha, daddy baru tahu ya".


" hmm, oh ya mom, gimana sudah beres kan semua persiapannya".


" sudah donk dad, semuanya sudah beres ngak ada yg tertinggal sedikitpun".


" syukur deh kalau semuanya sudah beres tinggal menunggu calon besan datang".


" ia dad, ngak sabar nih jodohin mereka".


" ia mom, daddy juga sama".


" huftt, ngak sabar punya mantu nih apalagi mantunya ganteng, hahaha, ngak kebayang nih".


" daddy juga ngak sabar besanan sama pak Esa, oh ya mommy sudah kasih tahu tuh sama Riska kalau nanti malam calon suaminya datang" bertanya.


" belum dad, soalnya mommy belum kasih tahu".


" yaudah kalau gitu mommy kekamarnya Riska dan kasih tahu untuk bersiap- siap".


" ok dad, nanti mommy kasih tahu kalau dia sudah turun dari kamarnya".


" kalau gitu daddy masuk kamar dulu ya mom, soalnya daddy mau tanda tangan berkas- berkas yg belum daddy tanda tangan di kantor tadi".


" yaudah sana dad, soalnya mommy juga mau cek- cek dulu di dapur apakah makanannya sudah selesai semua atau belum".


" ok mom" berlalu pergi.

__ADS_1


__ADS_2