Dari Sahabat Menjadi Cinta

Dari Sahabat Menjadi Cinta
Aku Sayang Kamu


__ADS_3

"Mana ada maling ngaku maling" kata Jesica.


"Adrian, kamu urusi pacar kamu. Aku mau pulang" kataku.


"Kamu nggak mau makan dulu, An?" tanya Adrian.


"Udah kenyang" kataku berlalu.


"An, an" suara Adrian.


"Jes, kamu gila ya" kata Adrian.


"Emang kenapa?" tanya Jesica.


"Awas kalau kamu kejar" kata Jesica.


"Aku akan kejar dia, mau apa kamu" ketus Adrian.


"Aku diminta sama papa dan mamanya untuk nganterin dia. Dan nggak mungkinlah dia pulang tanpa aku" kata Adrian sedikit berbohong.


"Nggak peduli. Dia bukan anak kecil" kata Jesica.


"Dan aku peduli" Adrian berlalu dari hadapan Jesica.


"Adrian, Adrian, Adriiiaaaan" teriak Jesica nggak peduli dengan pandangan orang disekitarnya.


Adrian mencari ku di depan mall dan berlari ke arah parkiran. Adrian mendapatiku duduk bersandar di samping pintu masuk salah satu ruko yang tertutup sambil tertunduk menangisi kebodohanmu sendiri.


Adrian langsung menarikku berdiri dan langsung memelukku. "Maafkan aku, An" katanya.


"Lepaskan aku. Lepaskan" kataku.


Adrian mengeratkan pelukannya "Nggak An, nggak" katanya.


"Aku bilang lepaskan" kataku.


"Nggak sampai kamu tenang" katanya masih memelukku erat.

__ADS_1


"Aku tahu kamu marah, An. Dengan kejadian tadi. Tapi aku nggak sengaja. Dan tentang Jesica, aku minta maaf atas kelakuannya" kata Adrian.


Hiks, hiks, hiks.


"An, aku sayang kamu" kata Adrian membuat ku terkejut dan melepaskan pelukan yang tadi coba aku balas.


"Ya, aku sayang kamu" katanya melihat ke dalam mataku.


"A, aku" kataku tersendat.


"Aku akan menunggu. Dan tentang hubunganku dan Jesica. Aku akan ceritakan padamu ketika kamu sudah siap mendengarkan nya" katanya.


"Ayo, kita pulang" ajaknya sambil menggenggam tanganku dan membawaku ke mobil.


Aku hanya mangut dan mengikutinya berjalan. Dia membukakan pintu mobil untukku dan segera masuk. Tanpa kami sadari, Jesica melihat kami dari kejauhan.


"Kita cari makan dulu, aku laper" katanya.


Mobil dipacunya ke suatu tempat makan di dalam kota Ambon. Dan kamipun berhenti di salah satu tempat makan. Kami berdua masuk mencari tempat duduk dan memesan makan.


Akupun makan mengikuti ajakannya. Karena memang, asam lambungku sering kambuh karena keseringan terlambat makan. Apalagi kalau aku sudah sibuk dengan tugas kuliahku.


"Setelah makan, akan ku antar pulang" katanya.


Aku hanya diam sambil mengunyah makananku. Tiba - tiba HP ku bergetar.


drrtt, ddrrrrt, ddrrrrttttt.


"........" papa


"Ade lagi sama temen, pa" jawabku.


"........." papa


"Siap, Komandan" jawabku dengan sikap hormat dan memutuskan sambungan telepon.


"Kita pulang?" tanya Adrian dan aku hanya mengangguk.

__ADS_1


Singkat kata, kamipun pulang. Dalam perjalanan tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut kami.


"Maafkan untuk yang tadi" ucap Adrian.


Aku hanya diam tanpa respon.


"An" katanya lagi.


"Hhmm" gumanku.


"Maafkan untuk yang tadi" ucapnya lagi.


"Eh,hhmm" jawabku.


"An, jawabnya yang bener Napa" katanya.


"Ia" kataku.


"Aku anter sampe disini saja. Nggak enak masuk ke dalam, ada Rony" katanya.


"Ia" kataku.


"Salam untuk mama kamu" katanya


"Ia" jawabku.


"An" suaranya dan menggenggam tanganku yang hendak keluar dari mobil dan langsung menciumi dahiku.


"Terima kasih untuk hari ini" katanya dan melepaskan pegangan tangan nya.


Akupun turun dari mobil tanpa bicara sepatah katapun dan berjalan menuju pintu rumahku.


"Sayang baru sampe?" tanya papa sontak membuat ku terkejut.


"Kamu kenapa, sayang. Seperti melihat setan aja. Ini papa loh" kaya papa lagi.


"Ade kaget kan pa" jawabku merengek masih sambil memegang tangan dadaku masih terkejut.

__ADS_1


__ADS_2