Dari Sahabat Menjadi Cinta

Dari Sahabat Menjadi Cinta
Rahasia


__ADS_3

"Hallo, selamat pagi" sapaku dengan suara yang berat dan mata masih tertutup.


"........."


"Kenapa, aku masih ngantuk. Bentar lagi ya, atau besok aja deh" jawabku.


"........."


"Hah, ini mami?" kataku sambil melotot ke handphone. "Ya, ampun mi. Maaf, An capek ngerjain tugas sampe jam 3 pagi. Mata nggak sanggup kebuka, mi" kataku lagi.


"........."


"Mampus gue. Kan udah di ingatkan hari ini mau anterin mami ke kantor walikota" kataku seraya bangun dan masuk kamar mandi.


"Kamu kenapa, An?" kayak orang kesurupan aja" kata mama.


"An ada janji mau nganterin mami ke kantor walikota, ma" jawabku dari kamar mandi.


"Mami kamu Dateng toh? Gimana kabarnya, badannya udah kurusan belom atau masih sama pacarnya yang itu ya?" tanya mama bawel.


"Ih, diet mami berhasil loh ma. Kalau tentang pacarnya mami sih, mama ketinggalan informasi alias kurang update" kataku.


"Udah punya pacar baru, dia?" tanya mama.


"Ntar siang, An mau di kenalkan sama beliau. Kalau mama sama papa tahu. Bakalan bingung alias heran, karena orangnya kenal baik sama keluarga kita" jawabku.


"Jangan main rahasia dong sama mama" kata mama.


"Nggak di rahasiakan ma. Tapi maminya belum mau bilang ke keluarga aja. Takutnya kejadian kemarin terjadi lagi kan" kataku.


"Ya, sudah. Buruan nanti bawelnya kumat, kamu nggak bisa atasi lagi" kata mama.


Setelah mandi, aku berlalu ke kamar. 10 menit kemudian, aku keluar.


"Ma, pa. An jalan ya" kataku.

__ADS_1


"Eh, eh, eh. Mau kemana putri papa ini? pagi-pagi udah rapi dan wangi?" tanya papa.


"Biasa emak bawel kan lagi Dateng, jadi anak usilnya mau anterin urusan" kata mama


"Mami kamu Dateng toh? Bilangin pesan papa. Sore ini papa tungguin pesanan papa atau papa batalin semua" kata papa.


"Wuih, berarti papa udah tahu dong?" tanyaku.


"Eits, jangan salah. Papa kan sering dicurhatin sama orang itu" kata papa sambil senyum.


"Ooooh, jadi papa sama anak sudah tahu. Mama yang blo'on aja, pake nggak tahu" kata mama.


"Udah ma. Pasti mama bakalan tahu kok" jawab papa.


"An jalan ya pa, ma. Handphone An udah getar bikin bulu kuduk An pada berdiri nih" kataku dan melajukan motorku.


@@@@@@@@@@@@@@@@@


Aku mulai terbiasa dengan hati-hati ku tanpa Roni. Karena beberapa hari ini, mami ada di sampingku. Mami sedang ada urusan di kotaku, jadi setiap pulang kampus, aku akan nginap atau sekedar ngerjain tugasku dan nggak mau diganggu oleh mama yang bawel nanyain Roni.


"........."


"........."


"Lagi males aja" kataku


"........."


"Aku lagi anterin mami, urusan di kantor walikota" kataku.


"........."


"Mau ngapain? Kamu kan lagi piket?" tanyaku.


"........"

__ADS_1


"Hah, bukannya kamu di kompi? Dari mana kamu tahu, aku lagi di kantor walikota?" tanyaku.


"........."


"Oh, ya sudah" kataku. Nanti di lanjutin ya, mami sedah selesai urusannya" kataku.


"Lama ya nunggunya?" tanya mami ngelus rambutku.


"Aku suka banget liatin mami, walau dulu tubuhnya berisi tapi mami nggak kalah modis dalam bergaya seperti cewek-cewek pada umumnya. Apalagi kalau sudah dengan pakaian dinas kerjanya. Mataku nggak bakalan beralih ke tempat lain"


"An" suara mami.


"Eh, ya mi?" tanyaku.


"Nungguin mami lama ya?" tanya mami.


"Nggak juga sih, Mi. Kebetulan jaringan WiFinya bagus, jadi sekalian ngerjain tugas dan dipinjami tempat duduk sama bapak itu" kataku.


"Mami masih ada pertemuan lagi. Kalau kami capek, kami buka kamar di hotel tempat Om Anwar aja ya. Sekalian pesan makan" kata mami.


"Siap mi" kataku.


@@@@@@@@@@@@@@@@@@@


"Anaknya, ya mbak?" tanya seorang wanita di samping mami.


"Ia, anakku" jawab mami.


"Udah besar ya?" tanya yang lain.


"Udah kuliah, malah" kata mami.


"Papinya kemana Adek, kok nggak anterin mami?" tanya wanita yang pertama nanyain mami itu.


"Papi lagi di kantor, Bu. Jadi nggak bisa nganterin mami" jawabku.

__ADS_1


__ADS_2