
"Nggak mampir?" tanyaku ketika mobil Adrian berhenti di depan rumahku.
"Boleh?" Adrian balik bertanya
"Ya, udah kalau nggak mau mampir" kataku.
Tiba-tiba tanganku di tarik, Adrian memelukku di dalam mobil. Aku agak risih dengan caranya. "Biarkan sebentar saja, An" kata Adrian
"Tapi" kataku
Adrian melepaskan pelukannya dan mencium keningku "Makasih ya, mau jadi kekasihku" kata Adrian
"Jangan pernah tidak jujur padaku. Apapun itu, sesakit apapun kejujuranmu. Aku akan tetap terima" kataku
"Aku akan selalu jujur padamu, An" jawab Adrian. "Ayo masuk. Nanti papamu curiga lagi" kata Adrian
"Ayo' kataku dan turun dari mobil
"Selamat sore Om, Tante" sapa Adrian saat masuk rumah
"Selamat sore, Adrian" balas mama
"Oh, pantesan. Nggak mau dijemput papa" kata papa. "Ternyata mau jalan bareng gebetan baru" kata papa lagi
"Ih papa, apaan sih. Kok ngomong begitu" kataku
"Duduk nak Adrian" kata mama
"Ia, tante" jawab Adrian
"Oh, ini yang namanya Adrian?" tanya papa
"Siap" jawab Adrian sambil menegakkan tubuhnya
"Kamu pacaran sama Anak saya?" tanya papa
"Siap" jawab Adrian
"Maksudnya siap?" tanya papa
"Saya pacaran dengan An" jawab Adrian
"Saya tidak meminta banyak dari kamu. Saya hanya mau bilang ke kamu, tolong jaga anak saya seperti kamu menjaga Senjata kamu" kata papa
"Siap" jawab Adrian
"Tugas di mana?" tanya papa
"Siap, Satuan Brimob" jawab Adrian
"Pangkat?" tanya papa lagi
"Siap Briptu" jawab Adrian
"Pa, sudah dong tanya-tanyanya. Adrian tegang loh" kata mama menghampiri papa dan Adrian
"Papa hanya ingin An nggak dikecewakan lagi, ma" jawab papa
"Saya janji sama om dan tante. Saya akan menjaga An seperti saya menjaga senjata saya dan bahkan seperti saya menjaga Ibu dan Adik perempuan saya" jawab Adrian dengan lantang
"Bagus. Saya percayakan anak saya ke kamu. Jika nanati kamu tidak lagi bisa menjaga anak saya. Kamu bisa datang dan bicara kepada saya" kata papa serius
"Siap om" jawab Adrian
"Bagus" kata papa. "Ayo ma, kita masuk ke dalam. Biar mereka berdua lanjutin pacarannya" kata papa lagi
"Oke pa" kata mama
Setelah papa dan mama masuk ke kamar. "Itu kenapa langsung jawab ke papa kalau kita pacaran?" tanyaku sambil mukulin lengannya Adrian
"Kan jujur lebih baik" jawab Adrian
"Ia, tapi kan nggak harus ngaku kalau kita pacaran" kataku
"Tapi emang kita beneran pacaran kan" kata Adrian mengelus lengannya yang tadi aku pukul. "Sakit sayang" katanya
"Sayang matamu" kataku
"Ia. Kan kamu mataku" kata Adrian. "Udah sore. Aku pamit pulang ya. Besok pagi jam 10, aku jemput ya" kata Adrian
"Ya, sudah. Hati-hati bawa mobilnya" kataku mengantarkan Adrian ke depan
"Aku jalan ya" pamit Adrian.
"Adrian udah pulang, An?" tanya mama yang baru keluar dari kamar
"Sudah dari tadi ma" jawabku
"Terus An mau ngapain?" tanya mama
"Mau bikin teh manis, ma" jawabku
"Nggak makan aja, biar sekalian nggak makan malam lagi" kata mama
"An kenyang ma. Tadi kan makan banyak sama Adrian" kataku
"Ya, udah" kata mama
"An masuk kamar ya, ma" kataku
"Oke sayang" kata mama
__ADS_1
@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
[Selamat malam, sayang] pesan dari Adrian
[Hey. Lagi apa?] pesan Adrian
[Sayaaaaaaaang] pesan Adrian
[Aku baru selesai mandi] balasku
[Lama amat mandinya] pesan Adrian
[Nama juga perempuan] balasku
[Sudah makan?] tanya Adrian
[Udah minum teh sore tadi] jawabku
[Kenapa cuma teh aja? Makanlah sayang] pesan Adrian
[Lagi nggak suka makan malam aja] balasku
[Diet? Nggak boleh diet-diet. Ntar kamu sakit lagi. Lambung kamu nggak cocok buat diet] pesan Adrian
[Aku nggak pernah diet, Adrian. Cuman emang kalo udah minum teh sore, malamnya aku nggak lagi bisa makan. Paling aku makan roti aja] jawabku. [Kamu tenang aja, ada vitaminku yang nggak pernah alpa buat aku konsumsi] balasku lagi.
[Ya sudah kalau begitu. Tidur ya. Jangan lupa mimpiin aku] pesan Adrian
[Maunya kamu] balasku
[Ya, iyalah. Sama pacar sendiri kok] pesan Adrian lagi
[Ntar mampir ya di mimpiku] kataku. [Ya, udah. Aku mau tidur. Kan besok pagi mau belja ke pasar buat masakin pak pacar] balasku
[Oh, ia. Lupa aku] pesan Adrian. [Selamat tidur sayang] lanjut Adrian
@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
"Selamat pagi, ma" sapaku
"Loh, bangunnya jam berapa sayang?" tanya mama
"Bangunnya jam 05.00, ma" jawabku
"Emang mau kemana kok bangun sepagi itu?" tanya papa
"Mau jalan sama Adrian, pa" jawabku
"Mau kemana?" tanya papa
"Mau ke rumah Adrian, pa" jawabku
"Jam 10, pa" jawabku
"Ya, sudah. Hati-hati ya" pesan papa
"Siap bosku" kataku
Sambil menunggu jam dijemput sama Adrian. Aku bantu mama di dapur. "Ma, nanti An nggak makan siang di rumah ya" kataku
"Mau makan siang dirumahnya Adrian?" tanya mama
"Ia, ma" jawabku
"Ya, sudah. Kalau begitu mama mau me time bareng papa aja deh. Mumpung akhir pekan juga kan" kata mama
"Ia, ia ma. Pacaran aja. Ntar bilang mager lagi" kataku
Tok tok tok
"Selamat pagi" sapa Adrian
"Selamat pagi" sapa mama. 'Sudah datang Adrian?" tanya mama
"Ia, tante" jawab Adrian
"Masuk ya. An lagi di kamarnya. Tante ambil minum ya" kata mama
"Ia, tante" jawab Adrian. "Om mana tante?" tanya Adrian
"Om lagi di belakang" jawab mama. "Mau ke belakang ikut om?" tanya mama
"Nggak papa tante?" tanya Adrian
"Nggak papa kok. Sekalian tante juga mau bawain kopinya, Om" kata mama
"Ia, tante" kata Adrian lamgsung ikutin mama ke teras belakang
"Pa. Ada tamu" kata mama
"Tamu?" tanya papa. "Oh, kamu. Adrian" kata papa
"Selamat pagi, Om" sapa Adrian
"Mau jemput An?" tanya Adrian
"Siap om" jawab Adrian
"Nggak usah siap-siap" kata papa
__ADS_1
"Pulangnya jangan terlalu sore ya" pesan papa
"Ia, om" jawab Adrian
"Diminum ya, Adrian" kata mama mempersilahkan Adrian untuk minum
"Kamu minum kopi juga Adrian?" tanya papa
"Ia, om. Kalau lagi piket aja, om. Selebihnya air putih saja" jawab Adrian
"Pa, ma. An jalan sama Adrian ya" kataku
"Bentar kopinya dihabisin dulu sama Adrian, An" kata mama
"Ia, An. Kopinya baru dibuat sama tante' kata Adrian
"Oke. Ditunggu sampe kopinya habis" kataku
@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
"Nanti mampir di pasar ya" kataku
"Nggak di fr*** aja?' tanya Adrian
"Nggak usahlah. Kalau ada yang murah kenapa harus yang mahal? Lagian yang tradisional itu lebih enak dan bisa ditawar sesuai kantong" kataku
"Kamu mirip banget mamaku" kata Adrian
"Ya, iyalah. Jangan suka boros" kataku
Akhirnya mobil di parkirkan dekat pasar tradisional. Masih tetap Adrian yang bukain pintu mobilnya supaya aku bisa keluar. Tanganku di genggam dan berjalan beriringan
"Mau belnja apa duluan?" tanya Adrian
"Kita liat ikan dulu" kataku
"Aku nggak bisa makan ikan, sayang" bisik Adrian membuatku kaget
"Kamu nggak bisa makan ikan?" tanyaku heran dan di balas anggukan
"Ayam atau dagung sapi bisa kan?" tanyaku
"Bisa" jawab Adrian
"Kalau gitu kita ke tempat daging ayam aja ya" kataku
Masih berjalan dengan gandengan tangan. "Ayam berapa sekilo, bang?" tanyaku ke penjual ayam
"Kalau ayam kampung sekilo Rp. 50.000, Ayam potong sekilo Rp.40.000. Mau yang mana, bu?" tanya si abang
"Mau ayam kampung atau ayam potong, Yang?" tanyaku
"Ayam potong aja" jawab Adrian bingung karena aku sebutin Yang ganti namanya
"Ayam potong Setengah kilo aja, bang. Bisa kan bang" kataku
"Bisa, bu" jawab si abang dan langsung ditimbang sama abangnya. "Ini bu, ayamnya" kata si abang sambil menyerahkan plastik berisi ayam yang langsung diambi sama Adrian. Pas aku mau bayar. Sudah duluan dibayar sama Adrian
"Makasih ya bang" kataku
"Sama-sama bu" jawab si abang
"Kamu yang milih belanjaannya nanti aku yang bayarin" bisik Adrian
"Siap pak bos" jawabku. "Kita beli sayur sama bumbu masak ya" kataku. "Kamu makan sayur apa?" tanyaku
"Aku nggak suka makan kacang panjang sama terong" jawab Adrian
"Kenapa? Padahal enak loh" kataku
"Nggak aja. Dari dulu, aku nggak suka sama 2 macam sayur itu" kata Adrian
"Ya sudah. Kalau begitu aku beli kol sama timun aja ya. Rencananya mau bkin lalapan sama nasi uduk tapi kamunya nggak bisa makan kacang panjang sama terong" kataku
"Sambal pake terasi?" tanya Adrian
"Ya iyalah. Mau? Suka?" tanya aku
"Suka pake banget. Kamu bisa buatin" kata Adrian
"Bisa dong" kataku.
Semua belanjaan siap. Sekarang waktunya otw kosannya Adrian. 10 menit sudah sampe di kosan. Adrian bukain pintu kosannya lebar-lebar takut ada yang berprasangka yang nggak-nggak sama kita.
Semua belanjaan di cuci sama Adrian. "Berasnya di mana, Yang?" tanyaku
"Ada di samping kulkas, Yang" jawab Adrian
Aku mengambil beras kemudian di cuci bersih dan di campur sama santan yang tadi sudah aku peras ditambah sedikit garam. Kemudian aku masak setengah masak di wajan, setelah itu aku masukin di dalam ricecooker untuk ditanak lagi biar masak sempurna. Sambil nunggu nasi uduknya masak, aku bikinin sambal terasinya. Adrian giliran motongin kol, timun dan siapain daun kemangi. Dan siap juga masak-masaknya.
"Wah, enak nih, Masakan pacarku" kata Adrian
"Ayo makan" kataku
"Makan sambil lesehan aja ya, Yang" kata Adrian
"Nggak papa juga. Yang penting makannya nikmat aja" kataku. "Aku sendok nasinya atau kamu sendiri?" tanyaku
"Kamu dong, sayang" kata Adrian sambil menyodorkan piringnya.
"Segini?" tanyaku sambil nunjukin banyaknya nasi
__ADS_1
"Ia, itu dulu. Ntar aku nambah lagi" kata Adrian.