
Tiga hari setelah mama Tessa di rawat di rumah sakit. Akhirnya dokter memutuskan untuk mengoperasi mama Tessa. Karena takut penyakitnya lebih tambah parah.
Aku tidak punya hak untuk menandatangi surat persetujuan operasi. Tapi karena banyak perimbangan akhirnya aku memberanikan diri untuk menandatangani surat persetujuan operasinya mama Tessa.
Mama Tessa lalu dibawa ke ruangan operasi diantar olehku dan Della juga ada papa dan mamaku.
"Tenang, sayang. Mama kamu baik-baik saja" kata mama sambil memeluk Della
"Ia, Tante. Terima kasih" kata Della
"MUngkin sorean, Adrian sudah bisa sampe di sini, An" kata papa
"Papa tahu dari mana kalau Adrian akan pulang?" tanyaku
"Kemarin, Adrian telepon kamu sayang. Tapi kamu ketiduran jadi papa yang bicara sama dia" jawab papa
"Kakak akan pulang, om?" tanya Della
"Ia, sayang. Kakak kamu sedang dalam perjalanan pulang kesini" jawab mama
Sambil menunggu mama Tessa yang sedang dioperasi. Kami duduk di kurdi depan ruangan operasi. Hampir 4 jam, mama Tessa berada diruang operasi. Della tertidur di pangkuan mama. Sedangkan aku bersandar di pundak papa.
Lampu ruang operasi padam dan seorang perawat keluar memanggil kami.
"Keluarga Ibu Tessa" suara perawat
"Ya, saya" jawabku
"Kami akan antarkan ibu Tessa ke ruang pemulihan. Dokter meminta mbak ke ruangannya" kata perawat tersebut
"Baik Suster" jawabku. "Pa, aku tinggal ya" kataku ke papa
"mau papa temani?" tanya papa
"Nggak usah pa. Temani mama sama Della saja" kataku
Aku menuju ruangan dokter yang sudah mengoperasi mama Tessa
"Selamat sore, dok" sapaku
"Selamat sore, mbak" balas dokter. "Silahkan duduk" kata dokter mempersilahkanku duduk" kata dokter
"Terima kasih dokter" kataku
"Operasi kami berjalan dengan lancar. Kami sudah berhasil mengangkat benjolan di rahim, ibu anda" kata dokter
"Saya akan resepkan beberapa obat untuk ibu anda" kata dokter sambil memberikan resep kepadaku
"Terima kasih dokter. Saya permisi" Kataku
"Yang" suara Adrian pas aku buka pintu ruangan dokter langdung memelukku membuatku kaku tak bergerak dan bersuara.
"Maafkan aku karena meninggalkan tanggung jawab padamu. Kenyataannya kamu hanya pacarku bukan istriku" kata Adrian masih tetap memelukku
"Yang. Banyak orang melihat kita" kataku. "Mama baik-baik saja" kataku lagi
"Terima kasih sudah mau bantu aku jagain mama" kata Adrian melepaskan pelukannya dariku
"Sudah liat mama di ruang pemulihan?" tanyaku
"Aku belum kesana. Tadi pas aku liat kamu keluar dari ruang dokter langsung aku kemari.
"Ayo. Kita liat mama dulu" Ajakku sambil menggandeng tangannya Adrian
"Pa, ma. Maafkan aku. Sudah repotin An, papa juga mama" kata Adrian
"Nggak papa Adrian. Lagian kalau buka kita, masa Della yang harus sendiri urusin mama kalian" kata papa
"Terima kasih pa" kata Adrian lagi
"Pasti papa dan mama capek. Pulang dan istirahat saja. Biar saya yang jagain mama" Kata Adrian.
__ADS_1
"Nggak papa, nak" kata mama
"Kamu pulang dan istirahat sejenak, biar papa dan mama yang gantian jaga dulu" kata mama
"Nggak papa, ma?" tanyaku.
"Nggaklah An" jawab mama
"KAlau gitu An juga ikut pulang ya. An ganti baju dulu, ma" kataku
"Ia, sayang" kata mama
"Della, sayang" kata mama. "Kak Adrian sudah ada. Ayo, pulang sama kak Adrian sama kak An, yuk. Biar mandi dan istirahat dulu.
"IA, tante" jawab Della. "Kakak. Della takut banget mama kenapa-napa" kata Della
"Mama baik-baik saja, dek" kata Adrian. "Tadi kakak sudah liat mama" kata Adrian
"Kita pulang ya" ajak Adrian
"Kita kerumah dulu ya, Yang. Anterin Della dulu. Biar dia bisa istirahat. Kasihan dia, kecapean" kataku. "Sekalian aku masak buat kalian berdua makan" kataku
"Kamu nggak capek, Yang?" tanya Adrian lagi nyetir mobil
"Sebenarnya capek. Tapi mau gimana lagi. Mau jadi menantu dan istri yang baik, harus capeklah" kataku
"Beneran kamu, Yang" kata Adrian
"Ya, iyalah" jawabku
"KIta nikah yuk" ajak Adrian
"Yang" kataku
"Maaf. Tapi pastikan menikah denganku kan?" tanya Adrian
"Memangnya kamu harapkan menikah sama siapa?" tanyaku
"Kamu, Yang" kataku sambil mencubit pinggang Adrian
"Auch. Aku sedang nyetir ini loh" kata Adrian
"Della udah tidur, Yang" kataku ketika mobil masuk ke pekarangan rumah Adrian.
"Nanti aku yang gendong Della, Yang" kata Adrian turun dari mobil
"Aku turunin tasmu ya" kataku
"Nggak usah, Yang. Nanti aku aja" kata Adrian
"Loh. Aden sudah pulang?" tanya bi Inah, tetangga mama Tessa. Beliau sering bantu-bantu mama Tessa
"Nyampe sore, bi. Langsung ke rumah sakit" jawab Adrian sambil gendong Della ke kamar tidurnya
"Mbak Aninditta mana?" tanya bi Inah
"Hadir bi" jawabku
"Mbak. Gimana kondisi ibu?" tanya bi Inah.
"Mama sudah selesai operasi, bi. Masih di ruang pemulihan" jawabku
"Alhamdulilah kalau begitu" kata bi Inah.
"Makasih ya bi. Sudah jagain rumah" kataku
"Sama-sama Mbak" jawab bi Inah.
"Den. Bibi pamit pulang ya" kata bi Inah.
"Lah, bibi mau pulang?" tanyaku
__ADS_1
"Ia, mbak. Suami bibi lagi nggak enak badan" kata bi Inah lagi
"Ya, sudah. Terimak kasih ya, bi" kata Adrian.
Bi Inah pun pulang ke rumahnya. Aku berlalu masuk ke dapur. Sebelum aku masak. Aku ke kamar mandi untuk sekedar mencuci mukaku dengan air bersih. Kemudian kembali lagi ke dapur dan mencuci tangan sebelum aku masak.
"Yang, masak apa?" tanya Adrian
"Nasi, ayam kecap sama tumis kangkung" jawabku. "Della masih tidur?" tanyaku
"Della masih tidur, Yang: jawab Adrian. "Kamu mau aku antar pulang?" tanya Adrian
"Kita harus kembali ke rumah sakit lagi kan, Yang" kataku
"Aku sudah hubungi adiknya mama yang di kampung untuk datang menjaga mama. Mungkin besok pagi, sudah ada" kata Adrian
"Terus kamu dapet ijin berapa hari?" tanyaku
"Hanya seminggu, Yang" Jawab Adrian
"Ya, sudah. Kamu tunggu disini. Aku bangunin Della buat makan" kataku
"Biarin Della tidur dulu. Kita berdua makan saja" kata Adrian
"Ya, sudah. Aku temani kamu makan. Biar nanti Della bangun. Aku makan sama dia" kataku
"Kok gitu, Yang" jawab Adrian
"Kasihan Della kalau makan sendiri" kataku
"Ya, sudah. kamu temani aku makan" kata Adrian pasrah.
"Ketika Adrian lagi makan. Della bangun "Kak An" suara Della
"Kakak disini, dek" jawabku. "Kakak di ruang makan" kataku
"Della laper, kak" kata Della
"Ayo, sini. Kita makan sama-sama" ajakku
"Kak Adrian mana?" tanya Della
"Ini kakak, dek" jawab Adrian
"Della kangen sama kakak" kata Della sambil peluk Adrian
"Ayo, kita makan dulu. Biar kita bisa ke rumah sakit, jenguk mama" kataku
Della duduk dengan teratur dan kita makan bersama. Sesudah itu Della pamit untuk mandi.
"Yang, kamu nggak mandi?" tanya Adrian
"Aku nggak ada baju ganti, Yang. Nanti aja, dari sini. Antar aku ke rumah ya, biar aku ganti baju disana" kataku
"Ada baju mama. Biar kamu pakai aja" kata Adrian
"Badan kamu sama kayak badan mama. Jadi nggak apa-apa" kata Adrian. "Nanti aku ambil bajunya mama. Ada dalaman mama juga yang masih baru. Mandi aja di kamarku" kata Adrian lagi.
"Nggak papa, mandi di kamarmu? Nggak enak sama Della" kataku
"Nggak papa, sayang. Kan nanti juga kamar itu jadi kamar kita kan" kata Adrian
"Kamu mulai lagi. Mau aku cubit lagi" kataku
"Sudah. Sana mandi. Ada handuk bersih di lemari pakaianku bagian atas. Handuknya warna biru ya, Yang" kata Adrian
Aku masuk ke kamarnya Adrian. Ternyata kamar dirumah dan kamar dikosan sama rapihnya. Nggak ada minusnya. Aku bukain lemari pakaiannya bikin aku takut untuk mengambil handuk. Karena semua pakaian tersusun rapih. Aku ambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandinya Adrian.
"Ya, ampun. Kamar tidur sama kamar mandinya sama rapihnya" kataku.
"Yang, bajunya aku letakkan di tempat tidur ya" kata Adrian.
__ADS_1
"Ia, Yang" kataku