Dari Sahabat Menjadi Cinta

Dari Sahabat Menjadi Cinta
Buah dari Kesabaran 1


__ADS_3

Setelah mengerjakan laporan dan membersihkan ruangan tempat aku biasanya kerja dengan beberapa bidan. Aku bersiap-siap untuk pulang.


"An" Panggil kak Nia (tenaga administrasi di puskesmas tempat praktek).


"Ya, Kak" jawabku


"Kamu sudah selesai beres-beres ya?" tanya Kak Nia.


"Iya, kak" jawabku


"Kalo udah selesai, kamu boleh pulang. Tuh, ada yang nunggu di parkiran" kata kak Nia


"Hmmm" gumanku bingung.


"Itu Ponakannya BiNa" jawab kak Nia seakan-akan tau apa yang sedang ku pikirkan.


"Oh, iya. Kak Nia, maksih ya" kataku sambil melempar senyum manis seperti biasanya.


Kak Niapun berlalu dari ruanganku. Dan sesegera aku keluar, tidak lupa menyapa kepala puskesmas dsan beberapa mantri yang masih mengerjakan pekerjaan kasar di belakang puskesmas.


"An" Suara Adrian yang sedari dari duduk di parkiran.


"Kenapa kamu jemput aku. Kan sudah dibilang nanti ketemu di tempat makan rujak saja." kataku

__ADS_1


"Kita jangan ke tempat itu terlalu rame, An. Aku nggak mau nanti ada yang kenal kamu dari video itu" kata Adrian


"Aku hanya ingin menyelesaikan masalah ini dengan baik. Agar nggak ada kesalahpahaman berkepanjangan. Karena kita berduapun nggak ada hubungan apa-apa Adrian" kataku


"Oke. Kita jalan. Aku akan cari tempat yang pas buat kita bicara" kata Adrian.


Adrian menyalakan motornya dan aku duduk dibonceng. Tidak butuh waktu yang lama, kami sampai disalah satu cafe yang memang nggak terlalu banyak orang yang ada disitu.


Kita berdua masuk ke dalam cafe. Dan disambut sama seseorang. "Adrian" sapa seorang lelaki gemulai.


"Kak" dibalas Adrian.


Laki-laki itu menghampiri kami. "An, ini kakak sepupuhku Kak Bima. Kak Bima ini An, temanku" kata Adrian memperkenalkan


"Nggak, Aku dan Adrian nggak pacaran kak" spontan aku menjawab.


"Sayang. Sekarang memang enggak tapi nanti, iya kan" kata kak Bima sambil mengelus pipiku.


"Waduh" kataku


"Aku dan An, butuh tempat cerita yang tenang kak" kata Adrian.


"Ikut kakak" kata kak Bima sambil berjalan. Adrian tiba-tiba menggenggam tanganku mengikuti arah langkah kak Bima menaiki tangga.

__ADS_1


"Nah, ini tempat yang cocok buat kalian berdua cerita sesuka kalian" kata kak Bima


"Ruang kerja kak Bima?" tanyaku


"Nggak" jawab kak Bima serius membuatku agak sedikit risih. "Tenang sayang. Ini ruang kerjaku sekalian kamar tidurku" jawab kak Bima tertawa terbahak-bahak melihat ekspres takut


"Adrian. Hati-hati anak orang. Masih polos dia" kata kak Bima berbisik.


"Kakak pikir aku ini seperti apa????? Jangan membuat An berpikir yang macam-macam tentangku" kata Adrian.


"Okelah. Kakak mau turun" kata kak Bima dan berlalu pergi.


```````````````````````````````````````````````````````````


Tiba-tiba handphone Adrian bergetar. Adrian melirik dan meletakkan di atas meja kerja.


"An. Aku minta maaf karena video itu tiba-tiba beredar begitu saja. Aku sudah menanyakan kepada Jesica dan jawabnya, dia tidak menyebarkannya" kata Adrian


"Apa Om Hendra sudah tahu?" tanyaku


"Setelah apel pagi. Aku menghadap karena dipanggil oleh komandan dan sudah disampaikan. Akupun kaget dan langsung aku konfirmasi sama Jesica dihadapan komendan" jawan Adrian


"Adrian. Aku nggak mau kesalahpahaman ini berlanjut. Aku hanya ingin tenang. Sudah cukup apa yang aku hadapi dengan sikap Ronny" kataku

__ADS_1


__ADS_2