Dari Sahabat Menjadi Cinta

Dari Sahabat Menjadi Cinta
Hari Yang Mengesankan


__ADS_3

"Loh, pagi bener bangunya, sayang" kata mama yang baru masuk dari pintu depan


"Ia, ma. Mau siap-siap, hari ini kan ada senan jantung sehat buat para lansia di derah pelayanan puskesmas" kataku


"Sarapan dulu ya, baru berangkat. Itu papa juga udah tungguin di depan buat anterin" kata mama


"Ia, ma" jawabku


Setelah mandi, aku berpakaian trening dan menguncir rambut pajangku tidak lupa juga aku memoles lipsgloss di bibirku. Setelah itu aku menuju meja makan untuk sarapan bersama papa dan mama.


"Dek jangan lupa bawa air putih nak" kata papa mengingatkan


"Ia, pa. Itu wajib. An nggak pernah lupa" jawabku.


"Ayo, berangkat. jangan sampai telat" kata mama


"Jam berapa mulai giatnya?" tanya papa


"Jam 08.30, pa" jawabku


"Masih 30 menit lagi kan. Masih keburu kok. Puskesmas nggak jauh juga" kata papa


"Ayo, pa. An sudah selesai sarapan" kataku


"Udah minum vitaminnya?" tanya mama


Aku menepuk jidatku tandanya aku lupa "Buruan minum" kata mama. Aku melangkah meninggalkan mama ke arah kulkas untuk mengambil vitaminku yang ada di atas kulkas untuk diminum.


"Da da, mama" salamku


"Hati-hati bawa motornya pa" kata mama


Masih pagi dan jalanan masih agak sunyi. Mungkin karena hari jumat ya, jadi belum terlalu banyak kendaraan yang lalu lalang. Seperti biasa, sampai di depan puskesmas, papa yang harus buka pengait helmku dan selalu mengelus puncak kepalaku sambil nasehati aku.


"Nanti pulang papa jemput lagi atau gimana?" tanya papa


"Nanti An telepon papa ya. Hari ini An agak terlambat pulang" jawabku


"Ya, sudah. Papa balik ya. Semangat anak papa" kata papa. "Da da, sayang" kata papa


"Da da, Pa" salamku


Dengan semangat aku memasuki pelataran parkir puskesmas "Selamat pagi Bunda" sapaku ke Bunda Tari


"Selamat pagi calon mantu" jawab bunda Tari senyum-senyum


"Tari, apa-apaan sih. An kan calon mantuku" kata BiNa nggak mau kalah


"Pagi-pagi udah rebutin An. Lama-lama aku jadiin An istri ke empat nih" kata PaMan Agus mengundang tawaku


"Ya ampu, PaMan nggak salah tuh. Mau jadikan An istri ke empat? Gimana reaksi papa dan mamany An ya kalau dengar anaknya mau dijadika istri ke empat?" tanyaku


"Dari kemarin, BiNa dan Bunda kamu ini memperdebatkan calon mantu jadi kesel juga dengernya" kata PaMan Agus


"Mana-mana ajalah PaMan. An sih santai aja, kalau jodoh ya pasti ketemu juga kan" kataku


"Lagi ngomongin apa ni?" tanya dokter Herru yang tiba-tiba nongol di sampingku


"Y, ampun kaget dokter" jawabku

__ADS_1


"Daripada dengan BiNa dan  bunda Tari mendingan sama saya aja ya An" kata dokter Herru


"Ini apaan lagi coba. Dokter juga. Tuh ada teman-teman An yang lain juga kan. Ada Lala dan Nisa juga" kataku


"Eh, jangan bawa-bawa nama kami ya. Enak aja" kata Nisa


"Dokter, itu Nisa masih jomblo. Kalau di kampus, kita menamainya Aisyah" kataku. "Cocok kalau dengan dokter. Sama-sama ganteng dan cantik" kataku lagi


"Ini anak dari dulu suka banget jodohin orang" kata Nisa


"Ya, dari pada kamu jomblo terus sayang" kataku


"Itu para lansia udah pada datang. Ayo kita bergegas" kata Nisa menarik tanganku


Hari ini, hari jumat. Program andalan puskesmas di jalani yaitu senam jantung sehat juga pengecekan kesehatan gratis buat para lansia. Dimulai dari jam 08.30 pagi dan berakhir pada jam 12.00 siang. Buat yang beragama Muslim, diijinkan untuk melakukan Sholat. Yang Non Muslim tetap lanjutin kegiatan. Pokoknya hari ini hari yang mengesankan yang nggak bisa dilupakan


"Akhirnya selesai juga" kata kak Nia


"Capek kak?" tanyaku


"Nggak capek juga sih, An. Tapi aku ada janji sama temen jadinya mau pulang cepet hari ini" kata kak Nia


"Oh, ia" jawabku


"Duluan ya, An" kata kak Nia


"Ia, kak" kataku


@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@


Drrrttt ddrrttt drrttt


"Hallo" sapaku


".................."


"..................."


"Bisa nunggu nggak. Ini udah siap-siap mau pulang" kataku


".................."


"Oke" jawabku langsung putusin sambungan telepon


@.Whatsapp Group


[Oi, ini group masih ada fungsinya nggak?] pean masuk dari Joan


[Ini manusia pada hidup atau sudah almarhum dan almarhumah]  sambung Diana


[Bacot kalian] kataku


[Rupanya ada yang masih hidup] balas Joana


[S*al** Loe] kataku


[Ketemuan di mana?] tanya kak Bara


[Emangnya hari ini mau kemana?] tanyaku

__ADS_1


[Kamu ada janjian ya, An?] tanya Diana


[Nggak juga. Barusan ada yang ngajak makan siang] jawabku lupa kalau di group ini Adrian juga ada


[Siapa?] tanya Diana dan Joana kepo


[Jiwa kepo kalian berdua meronta-ronta ya?] tanyaku


[Adrian, loe di mana? Ngajak sahabatku diam-diam. Awas loe] kata Diana


[Emangnya aku bilang kalau Adrian yang ngajak makan siang?] tanyaku


[Ya, ampun. An. Kamu pikir aku bego] kata Diana. [Aku udah baca chatnya ke kak Bara] kata Diana


[Siap, hadir] balasan Adrian atas pesannya Diana


[Loe ngapain ngajak-ngajak sahabatku untuk makan siang berdua?] taya Diana


[Maaf ibu Ratu] balas Adrian di tambah emoji senyum lagi


[Janjian makan di mana kalian berdua? Aku mau ikut juga] kata Diana


[Beb, kita mau jalan kan?] tiba-tiba pesan Gery masuk


[Nggak jadi. Aku mau pergi bareng An dan Adrian] kata Diana


[Kalo nggak jadi kau pergi dugem bentar malam] kata Gery


[Mau cari m*mp*s loe] kata Diana


[Nggak usah gangguin mereka.] kata Gery


[Liat tu, pacarmu Ger] kata Adrian


[Di, bentar temani Joan beliin kakak perlengkapan mandi dan p3k dong] kata kak Bara


[Buat apa?] tanya Diana


[Kakak mau berangkat tugas Papua] kata kak Bara


'Kalau kak Bara berangkat berarti Adrian juga dong' batinku


[Oh, jadi ceritanya ngajak makan mau pamitan berangkat tugas ni. Ya udah, sana. Hati-hati dan jaga sahabat gue" kata Diana


[Baik ibu Ratu] balas Adrian


[An, kamu disana kan?] tanya Diana


[Aku lagi d toilet puskesmas] jawabku


[Ngapain loe?] tanya Diana


[B*k*r lah] jawab Joan


[Mau aku vc hah?] kataku


[Kebiasaan loe, An] kata Joan


[Ya, abis. Nih anak belum percaya kalau nggak vc] jawabku

__ADS_1


[Buruan. Si Adrian udah nyampe tu] kata Diana


[Siap ibu Ratu] balasku


__ADS_2