Dari Sahabat Menjadi Cinta

Dari Sahabat Menjadi Cinta
Setelah Seminggu


__ADS_3

Semua orang yang merekan kejadian tadi, seketika menghapus video yang diambil. Jesica juga menunjukkan wajah yang berbeda. Namun tak di sangka sepenggal video telah tersebar di media sosial karena siaran langsung seseorang yang tidak di ketahui.


“Ayo kita pulang” kata Mami yang langsung menarik lenganku


“Adrian. Kamu ikuti Saya” kata Papi dan berjalan berlainan arah dengan ku dan mami


“Kamu nggak kenapa-napa sayang?” tanya mami


“Nggak kok, mi. Hanya sedikit sakit di sini” jawabku sambil menunjukkan bagian kepala yang rambutnya di jambak oleh Jesica.


“Kita ke dokter ya” kata mami


“Nggak perlu, mi” jawabku. “Om Hendra mana, mi?” tanyaku.


“Lagi urusan sama si Adrian” jawab mami


“Terus kita pulang, gimana dong?” tanyaku memelas


“Dianterin papi kan?” suara berat tiba-tiba muncul dibelakangku dan mami


“Kiarain menghilang lagi” kataku


“Nggak lagi kok. Janji” kata Om Hendra sambil mencubit kedua pipiku


“Sakit, om” kataku meraba kedua pipiku.


“Adrian mana, Yank?” tanya mami


“Nungguin di parkiran, Yank” jawab om Hendra


“Kamu apain Adrian, Yank” tanya mami


“Aku kasih dia hukuman kecil aja kok, Yank” jawab om Hendra


“Sebelum pulang, kita cari makan dulu” kata mami


“Restauran biasa, Yank?” tanya Om. Dijawab anggukan sama mami


Aku dan mami kalo jalan nggak pernah, nggak peganggan atau gandengan tangan. Seketika jalan sam om Hendra, aku berasa anak paling gede dan paling di manja. Karena kali ini aku digandeng sama 2 orang makhluk Tuhan yang begitu mencintaiku dengan Tulus.


Semua mata terus memperhatikan kami sepanjang kami jalan di mall. Sampai tiba di eskalatorpun. Om Hendra dan mami nggak ngelepasin tanganku.


[‘Jadi iri sama cewek itu, sudah segede itu tapi aja digandeng sama papa dan mamanya’, ‘Iya, aku juga iri deh’] pasti adakan terdengar kalimat-kalimat itu.


Adrian berdiri memainkan ponselnya sambil bersender di samping mobil. Langsung membukakan pintu untukku dan mami juga om Hendra. Sekilas aku lihat matanya merah sembab dan pipi bagian kirinya juga merah.


“Adrian” ya Bu


“Kita ke restauran ikan bakar tempat biasa ya” kata mami


“Baik bu” jawab Adrian formal


Perasaanku mulai nggak enak ketika Adrian membukakan pintu mobil samping tempat ku duduk. Benar – benar kulihat wajahnya yang memerah memendam sakit dan marah.

__ADS_1


“Kamu kenapa?” tanyaku


“Nggak” jawabnya


“Ayo, masuk. Kita makan” ajakku


“Aku sudah makan” jawab Adrian


“Kamu belum makan. Aku tahu itu” kataku


“Aku sudah makan, An” katanya mengelus pundakku. “Komandan dan ibu menunggumu” katanya melihat kearah mami dan om


Selama makan, perasaanku nggak enak. Aku ingin bertanya ke Om Hendra tapi aku takut dan tidak mau mencampuri urusan om dan Adrian. Selesai makan, aku dan mami di antar om sama Adrian ke rumah ku.


“Nggak mampir dulu, Yank?” tanya mami


“Aku ada apel malam. Besok libur, aku datang” jawab om Hendra


“Ya, sudah. Jangan lupa kamu kabari kak Danu biar aku nggak ditanya-tanya, Yank” kata mami


“Iya, Yank. Tadi aku udah telepon Bang Danu” jawabnya


“Salam buat papa dan mama ya, An” kata Om Hendra


“Iya, Om” jawabku.


Adrian tak lagi menunjukkan sikap agresif seperti biasanya lagi.


Seminggu setelah kejadian di mall itu. Aku dikagetkan oleh video kiriman di group ku bersama 2 sahabatku yang lain.


Dreet, dreet, dreeet


“Ada apa, say? Aku lagi sibuk ni” kataku di telepon


“Loe udah liat chat group?” tanya Joana.


“Belum sempat, say” kataku


“Sekarang loe liat. Sekarang nggak pake lama” perintah Joana


Aku matikan telepon dan membuka chat group. Disana aku lihat penambahan 2 anggota group lagi. Kak Bara dan Gery. [‘Perasaan mau nambah 2 orang ini aja pake suruh gue liatain group nggak pake lama. His dasar bucin’] kataku. Namun sekilas mataku terperangah dan melotot melihat potongan video rambutku dijambak dan Adrian yang mengelak tangan Jesica dan memrahainya.


Yang membuatku kaget adalah captin dari cuplikan tersebut “Keciduk selingkuh”. Seketika hawa panas menyelimuti tubuhku bahkan aliran darah terasa panas membara seakan-akan ingin ku kejar si Jesica dan kupatahkan jari-jarinya.


Aku cari nomor Adrian dan langsung ketelepon setelah seminggu aku nggak berhubungan dengannya dan melihat wajahnya yang terus-menerus mencariku.


“Hallo” sapaku


“...................”


“Kamu dimana?” tanyaku


“....................”

__ADS_1


“Bisa bicara sebentar” kataku


“....................”


“ia, sekarang. Lewat telepon saja” kataku


“...................”


“Kamu sudah lihat potongan video yang beredar di media sosial?” tanyaku


“.................” jawabnya lemas


“Bukannya hari itu sudah disuruh hapus sama Om Hendra?” tanyaku


“.................” jawabnya. “.................” pintanya


“Bisa. Tapi sepulang praktek siang ini. Karena sore, aku ada bimbingan” kataku


“..................”


“Oke. Jam 2 ya. Di tempat makan rujak” kataku.


“.................”


Setelah mematikan sambungan telepon, aku lanjutkan dengan tugas praktekku sebagai tenaga kesehatan di salah satu puskesmas di kotaku.


“An” sapa salah satu bidan yang biasa ku panggil BiNa [Namanya Bidan Nari]


“Ya, BiNa” jawabku


“Kamu udah liat video yang beredar?” tanya BiNa


“Sudah BiNa” jawabku


“Bagaimana sampai biasa kejadian begitu?” tanya BiNa


“Lelaki yg divideo itu ajudan Omku, BiNa. Dia temani An bayarin belanjaan yang seharusnya Tantenya An yg antri” jawabku. “Setelah bayarin. An sama Dia nyariin Om dan Tante, tiba-tiba pacarnya datang samperin. Nggak pake nanya lagi langsung ditarik rambut An” lanjutku jelaskan.


“BiNa kenal sama di cewek dan cowoknya, An. Ini Adrian dan Jesica” kata BiNa


“BiNa kenal sama mereka?” tanyaku


“Ia” jawab BiNa. “Adrian adalah ponakan BiNa. Anak dari sepupuh BiNa. Sedangkan Jesica adalah tunangan Adrian. Hanya beberapa waktu belakangan ini hubungan mereka sedang tidak baik. Jesica sering menuntut Adrian selalu ada untuknya. Tapi ketika Adrian kesulitan dan butuh tempat untuk sekedar memberikan kenyamanan, Jesica nggak pernah ada” lanjut BiNa


“An juga nggak tahu, BiNa. An baru kenal dengan Adrian belum lama, sekitar dua mingguan ini” kataku


“Pertama kali BiNa liatin video ini. Hati BiNa langsung menaruh harapan. Jika nanti Adrian putus sama Jesica, semoga Adrian bisa sama An” kata BiNa.


“Ah, ngadi-ngadi aja BiNa ini” kataku tertawa


“Beneran, An” kata BiNa serius. “Kalo Adrian nyatakan cintanya ke An. Jangan ditolak ya, please. Karena BiNa tahu dan sudah menebak kalau Adrian sekarang lagi bener-bener jatuh cinta sama-sama seseorang. Dan orang itu adalah An” kata BiNa lagi


“An nggak bisa jawab itu, BiNa. Biarkan Tuhan yang menetukkan ya BiNa. Kan pada prinsipnya, kalo emang jodoh pasti ketemu deh” kataku sambil ketawa.

__ADS_1


__ADS_2