
[Selamat pagi cantik] sapa Adrian lewat pesan singkat.
10 menit berlalu belum ada balasan.
[Masih tidur ya? Atau lagi nangis?] tanya Adrian.
20 menit berlalu masih juga belum ada balasan.
“Ya, ampun. Kok bisa yanlupa sama Hp” kataku.
“Kenapa?” tanya mama.
“Hp kelupaan dirumah, ma” jawabku.
“Ya, udah. Tinggal 1 belanjaan lagi. Kita pulang” kata mama.
“Siap bos” kataku memberi hormat.
“Eh, ma. Papa tibanya jam berapa? Mau dijemput?” tanyaku.
“jam 2 siang, papa tiba. Katanya Rony yang jemput. Tadi malam, rony telepon mama ngasih tahu” jawab mama.
“Rony? Jemput papa? Dari mana dia tahu papa pulangnya besok?” tanyaku.
“Dia nelepon papa dan katanya ada yang pengen dia bicarakan sama papa, mama juga kamu” jawab mama.
“Baguslah! Biar An nggak perlu ngejelasin panjang – lebar ke papa dan mama” kataku.
“Maksydnya kamu apa, ngomong seperti itu?” tanya mama.
“Ntar kalau dia sudah ada barulah mama dengar apa yang bakalan dia ngomongin sama papa dan mama” jawabku.
“Ah, kamu mulai main teka – teki sama mama” kata mama.
“nggalah ma. Tapi yang lebih baik kan, mama dengar sendiri dari mulutnya dia” kataku.
‘Lah nih anak kok aneh. Nggak biasanya memanggil Rony dengan sebutan “Dia”, ada apa ni?’ batin mama.
Sesampai dirumah, aku langsung mencari Hpku.
__ADS_1
“Ya ampun. Kok bisa ya kelupaan” kataku.
“Wah, banyak bener nih panggilan masuk. Ish sms’annya juga banyak” kataku lagi.
[Hai, maaf ya. Baru liat hp] balesku ke Adrian.
Setelah membelas smsnya, aku menuju ke dapur bantuin mama masak.
[kamu dari mana, Non. Aku nungguin balesannya sampe lumutan loh] kata Adrian.
[maaf, tadi anterin mama ke pasar buat belanja. Hari ini papa pulang] kataku.
[katanya hari ini mau jalan kan?] tanya Adrian
[emang kamu bisa naterin?] tanyaku
[kan aku udah janji sama kamu] jawabnya.
[nggak ngerepotin?] tanyaku lagi.
[nggaklah] jawabnya.
[aku siap – siap dulu ya] kataku
“Mama nggak perlu bantuan An lagi kan?” tanyaku ke mama.
“Enggak” jawab mama.
“An mandi ya, ma. Mau jalan sebentar dulu, ada yang mau di lihat” kataku.
“Perginya dengan siap?” tanya mama.
“Sama Adrian” jawabku polos.
“Lah, itu si Rony kan mau dateng” kata mama.
“Kan dia mau jemput papa. An ada keperluan penting, ma. Dan nggak bisa lain kali. Kalau dianya mau nungguin An, mama bilang aja bakalan pulang malam An” kataku.
“Kok, gitu?” tanya mama
__ADS_1
“Ya, begitu aja mama sayang” kataku dan berlalu menuju ke kamar mandi.
“Kamu ada masalah sama Rony, Ade?” tanya mama
“Ntar mama nanya aja ke dia kalau dianya udah ada” jawabku.
15 menit waktu yang kuperlukan untuk mandi. Setelah itu aku masuk ke kamarku dan mulai dengan aktivitas berganti pakaian dan bersolek di depan kaca.
Tok, tok, tok.
“Siapa?” tanya mama dari arah dapur
“Adrian, tante” jawab sang tamu.
“Oh, masuk nak” kata mama.
“Duduk dulu ya! An lagi di kamar, biasa perempuan” kata mama lagi.
“Iya, tante. Nggak papa” jawan Adrian.
“Tante buatin teh atau kopi?” tanya mama.
“Nggak usah repot, tante. Saya udah minum teh dari rumah” jawab Adrian.
“Ya, sudah. Tante ke dapur dulu ya. Mau masak. Papanya An mau pulang hari ini” kata mama.
“Eh, udah dateng ya?” tanyaku.
“Baru nyampe, An” jawab Adrian.
“Ma, kita jalan ya” kataku sambil membawa dan 1 kardus dan 2 paper bag di tanganku.
“Itu apa’an? Banyak bener?” tanya mama.
“Oh, ini. Barang – barang dan pakaiannya Dian sama Joan ma. Mau An bawa pulang, lemari an kamar An nggak muat sama barang – barang mereka” jawabku bohong.
Adrian langsung mengambil kardus dan paper bag dari tanganku.
“Ma, kita jalan ya” kataku.
__ADS_1
“Tante, saya anterin An ya” kata Adrian pamit.
“Hati – hati di jalan ya. Cepat pulang kalian” kata mama.