
Setelah mandi dan berpakaian. Aku mengeringkan rambut dengan handuk. Tiba-tiba Adrian masuk dan langsung mengambil handuk dari tanganku dan lanjut mengeringkan rambutku
"Nanti aku aja, yang keringkan" kataku
"Biar aku aja" kata Adrian
Sambil mengeringkan rambutku, Adrian berkata "An. Maafkan aku ya"
"Untuk apa?" tanyaku
"Untuk semua yang sekarang kamu lakukan untuk keluargaku" jawab Adrian
"Yang, kok bicaranya begitu" kataku
"Aku merasa bersalah. Karena Aku memintamu untuk menjaga mama dan Della" kata Adrian
"Kalau begitu, nggak usah balik ke tempat tugasmu" kataku
"Inginnya begitu tapi itu nggak mungkin" kata Adrian. Setelah rambutku kering. Adrian kemudian menyisir rambutku.
"Nanti aku saja." kataku mengambil sisir dari tangannya
"Kak" suara Della masuk ke kamar
"Ya" jawan Adrian
"Kak An mana?" tanya Della
"Kakak lagi nyisir rambut, dek. Kita jalan ke rumah sakit ya" ajakku
"Ia, kak" jawab Della
'Ayo, Yang" ajakku ke Adrian.
Sebelum keluar rumah. Adrian pastikan rumah aman dan kita berangkat kerumah sakit
@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
Diperjalan tiba-tiba papa telepn
"Hallo pa" sapaku
"..................."
"Ia, pa" jawabku
"..............."
"Kita sudah di jalan, pa" kataku
"..............."
"Kenapa?" tanya Adrian
"Mama sudah sadar" jawabku
"Buruan kak. Della pengen ketemu mama" kata Della
"Ia, dek. Kak Adrian nggak boleh ngebut" kataku
__ADS_1
Sampai di parkiran rumah sakit. Della turun duluan dan sedikit berlari. "Dek jangan lari. Pelan-pelan aja" kataku
Adrian kemudian menggenggam tanganku berjalan menuju ruangan tempat mama Tessa dirawat.
Tok tok tok
"Masuk" suara mamaku
Aku dan Adrian masuk.
"Itu Adrian dan An sudah datang, mbak" kata mama
"An" suara mama Tessa pelan memanggilku
"Ma. Nggak usah bicara" kataku
"Terima kasih ya. Sudah menjaga dan repot dengan mama" kata mama Tessa
"Nggak papa, ma" kataku
"Kalian berdua tahu nggak, An dan Adrian?" tanya mama
"Ada apa ma?" tanyaku dan Adrian bersamaan
"Ternyata Papanya Adrian adalah abang letingnya papa Danu loh" kata mama. "Jadi nggak salah kalau kalian berdua pacaran. Apalagi menikah" kata mama lagi
"Ia, nak" sambung mama Tessa. "Dulu papanya Adrian dan papanya An pernah ada niat menjodohkan kalian berdua.
Aku dan Adrian saling berpandangan terus menatap dua orang wanita di depan kami. "Berarti kak An dan kak Adrian boleh menikah dong?" tanya Della
"Ia, sayang. Benar sekali" jawab mamaku
"Tapi kenapa, dek?" tanyaku
"Nggak deh" jawab Della.
"Ya, udah. Karna mbak sudah sadar. Aku dan kak Danu pamit pulang ya. Besok, kami akan datng lagi" kata mama
"Besok mama bawa baju ganti ya, An" kata mama
"Ia, ma" jawabku
Dikamar rawat inap mama Tessa. Ada 2 buah ranjang dan juga ada sofa di sana. Jadi kami bisa nginap di rumah sakit untuk menjaga mama pasca operasi.
"Mama mau makan?" tanyaku. "Makan buah?" makan buah
"Ia, nak" jawab mama Tessa
"An suapin ya" kataku sambil membenarkan posisi mama Tessa agar bisa duduk bersandar di tempat tidur
"Terima kasih, nak" kata mama Tessa
"Apa yang mama rasaka?" tanya Adrian yang masuk ke kamar
"Masih sakit disini" jawab mama menunjukkan tempat luka operasi
"Itu biasa, ma. Karena efek obat bius pasca operasi mulai menghilang, jadinya mama mulai merasakan sakit" kataku.
Selesai makan buah, mama Tessa istirahat. Della juga sudah terlelap di ranjang yang satunya. Aku dan Adrian duduk di sofa. Adrian menggenggam tanganku.
__ADS_1
"Satu minggu lagi, Aku akan kembali ke tempat tugas. Bisakah setelah mama sembuh dan aku kembali, kita bertunangan?" tanya Adrian
"Kamu serius?" aku balik bertanya
"Aku serius" jawab Adrian.
"Aku tidak bisa lelaki di luaran sana yang dengan mudah menunjukkan sikap sayang dan romantis untuk pacar mereka. Aku juga tidak bisa menjanjikan selalu ada di sampingmu. Tapi aku akan selalu setia dan mencintaimu sepenuh hatiku" kata Adrian
"Akan aku bicarakan dengan papa dan mama" kataku
"Aku yang akan bicarakan ini degan papa dan mama. Yang paling penting pakah kamu mau bertunangan denganku kata Adrian dan kujawab anggukan. Adrian lalu menarikku ke dalam pelukannya. Aku tertidur sambil bersandar di bahunya Adrian. Kita berrdua tiduran sambil duduk di sofa.
Kita berdua kaget dari tidur karena mendengar tangisan Della "Papa nggak pulang? Pulang, pa. Mama sakit, Della butuh papa. Della sendiri, pa. Kakak pergi tugas jauh, pa" kata Della dalam tidurnya dengan terisak tangis.
"Yang, Yang" kataku membangunkan Adrian
"HHmm. Kenapa Yang?" tanya Adrian yang bangun sambil merenggangkan ototnya
"Della, ngigau" jawabku
"Ngigau?" tanya Adrian heran
"Ia. Aku dengar Della bicara sambil nangis" jawabk?
"Spertinya Della panggil papa dan minta pulang" kataku lagi
Adrian yang tadinya sudah berjalan ke arah tempat tidur Della kemudian berbalik melihat ke arahku
"Papa?" tanya Adrian
"Ia" jawabku. "Kenapa?" tanyaku.
Adrian tidak mempedulikan tanyaku dan berjalan menuju Della. "Dek, dek" panggil Adrian
Della mengerjapkan matanya dan kemudian memeluk Adrian dan tangispun pecah.
"Kenapa, dek? Kenapa nangis? Ada kakak disini" kata Adrian
"Papa, kak. Papa" kata Della
"Kenapa dengan papa?" tanya Adrian
"Della liat papa tadi pas lri ke ruangan mama" jawab Della
"Papa nggak ada disini, dek" kata Adrian
"Nggak kaka. Papa sudah pulang. Papa sudah ada" kata Della
Aku menatap kedua kakak beradik itu dengan perasaan yang sulit diartika karena memang selama aku kenal dengan Adrian. Aku tidak pernah diceritan tentang papa mereka. Dan dirumah mereka dan juga dikosan Adrian tidak ada satupun foto papa Adrian yang terpampang di dnding rumah. Dan aku juga tidak ingin bertanya apapun.
@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
Seminggu sudah Adrian menemani mama Tessa. Dan harus kembali ke tempat tugasnya. Karena kepulangan mereka kembali dari tempat tinggal dipercepat. Setelah berpamitan dengan mama dan Della juga papa dan mama. Kemudian aku mengantarkan Adrian ke bandara
"Aku berangkat ya, Yang. Aku titip mama dan Della lagi" kata Adrian sambil memelukku di bandara.
"Ia, Yang" kataku. "Hati-hati disana. Jaga diri. Jangan lupa berdoa" kata ku lagi dalam pelkukan Adrian
"Aku akan kembali dengan seha dan baik-baik Sayangku" jawab Adrian dan mengecup puncak kepalaku. "Aku mencintaimu Aninditta" Kata Adrian lagi mempererat pelukannya.
__ADS_1