
Disela kekagetanku, aku langsung memeluk papa yang hampir 2 tahun ini terpisah karena tugasnya.
"Tadi Rony nungguin Ade lama, dia udah pulang" kata papa.
"Pa, mulai sekarang nggak usah sebut-sebut namanya lagi. Ade nggak mau dengar lagi namanya" kataku tegas.
"Cemburu itu tandanya cinta loh sayang". kata papa.
"Nggak pa, Ade nggak cemburu. Papa tahu kan cemburu nggak ada di kamusnya Ade" kataku.
"Lah, kalau gitu marahnya jangan lama-lama. Nanti keburu di ambil orang" ejek papa.
"Nggak marah-marah juga sudah diambil orang kan pa" kataku.
"Emang siapa yang bisa mengalahkan cantiknya anak papa sampai Rony bisa kepincut cewek lain?" tanya papa.
"Nggak ada yang bisa bandingin Ade lah, pa. Rony sendiri yang bermain dengan api 🔥 dan pada akhirnya dia terbakar kini" jawabku.
"Maksud Ade apa? Papa nggak ngerti" tanya papa.
"Selama Rony tugas di sana. Rony punya seseorang selain Ade dan kini, seseorang itu sedang hamil dan mereka diharuskan menikah. Dan Rony kembali ke Ambon untuk mengurusi segala sesuatu tentang pernikahannya" jawabku panjang lebar.
"Kenapa Ade nggak bilang ke papa, supaya papa ngelarang dia nggak usah jemput papa" kata papa.
"Sudahlah pa. Ade nggak nyesel ko. Masih banyak kok cowok yang lain di luar sana sedang menanti jomblonya Ade" kataku cekikikan.
"Jadi, maksud Ade. Rony mau nikah sama orang lain?" tanya mama.
__ADS_1
"Iya, ma" jawabku.
"Kalau gitu, Ade sama Adrian saja" ketus mama
"Ih, mama. ngaco deh. Adrian itu udah punya pacar loh, ma" jawabku.
"Pepet aja, sampai denger mereka putus terus Ade hadiah deh sama Adrian" kata mama
"Mama kok gitu, ngomongnya ke anak" kata papa.
"Adrian itu siapa lagi?" tanya papa.
"Itu, pa. Temennya Ade, Brimob juga. Anaknya cool, ganteng. Pokoknya 11 12 sama papa" kata mama memuji Adrian.
"Kenalan di mana, De?" tanya papa.
"Dia itu letingnya Rony dan Kak Bara, pa. Kita kenalan pas makan siang beberapa hari yang lalu, pa" jawabku.
Ya, nasihat papa sama seperti nasihat dan petuha dari mami dan Oma. Mami nggak pernah bosen untuk mengingatkan aku.
@@@@@@@@@@@@@@@@@
"Hallo mi" Sapaku saat sambungan video menampakan wajah perempuan bawel yang selalu kepo dengan curhatanku.
"Hhmm, ada apa? Mami lagi sibuk ni. Besok aja baru video callnya" kata mami nggak peduli.
"Ayolah, mi. Anakmu ini kangen loh" kataku.
__ADS_1
"Kangen???? Bukannya pacar lagi come home?" tanya mami sok Inggris.
"An lagi nggak mau ngomongin dia, mi" kataku.
"Tapi mami mau ngomongin dia. Kamu kenapa sama dia? atau dianya ngapain kamu?" tanya mami.
"Hhhmmmm" desahku.
"Apa? Ayo ngomong" perintah mami.
"Itu, anu. Ade putus sama dia, mi" jawabku.
"Kenapa? Dia punya selingkuhan atau dia mau nikah sama orang lain?" tanya mami seperti tau apa yang sedang di alamiku.
"Dia selingkuh terus mau nikah sama selingkuhan nya, mi" jawabku datar.
"Ya, udah. Biarkan, lepaskan, hanyutkan, tenggelamkan" kata mami.
"Hahahahhahaah, mami kok gitu. Anak orang loh. Kalau An ngelakuin begitu, bisa-bisa An dipenjara karena kasus pembunuhan" kataku sambil tertawa.
"Udah nggak usah mikirin dia. Masih banyak stok lain kan?" tanya mami.
"Ya, Tuhan. Mami, anakmu ini lagi kecewa di khianati kok mami malah nanya yang baru" kataku menepuk jidatku.
"Terus, maunya apa?" tanya mami.
"Maunya, Shopping, makan dan jalan-jalan" jawabku.
__ADS_1
"Nungguin mami, 3 hari lagi. Mami lagi sibuk. Okey!" kata mami.
"Okey, mami. Am waiting for you. Muuuaaacchh" kataku dengan ciuman panjang.