Demi Kasih

Demi Kasih
1


__ADS_3

Pernikahan adalah impian dari segala impian untuk semua orang. Keinginan tertinggi dari setiap insan. Berumah tangga, bersama dengan orang terkasih, mencapai keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.


Adalah pernikahan yang bahagia. Di mana di dalamnya, ada seorang suami yang tulus mencintai, juga seorang istri yang siap menjalankan tugasnya dengan sepenuh hati. Kemudian, dengan hadirnya anak-anak membuat rumah tangga terasa lengkap.


Kisahmu, kisahnya, kisah mereka mungkinlah indah. Pernikahan impian atau wedding dream sebutannya, terlaksana.


Lain orang, lain kisah. Lain juga dengan diriku yang juga punya rumah tangga impian yang sayangnya hanya dapat terwujud selama 8 tahun saja.


Ah, tidak. Selama 8 tahun pernikahanku, semuanya berjalan baik-baik saja. Ada seorang suami yang begitu mencintaiku dan anak-anak. Ada dia sebagai lelaki yang begitu mengayomi dan melindungi kami.


Tapi sayangnya, itu dulu. Sebelum 6 bulan yang lalu, hal buruk terjadi.


Aku tertawa miris. Meratapi kebodohanku yang semakin membuatku sakit teriris. Membiarkanmu terus jatuh ke dalam lubang neraka. Tanpa ada sela yang ku buat. Seperti sengaja kubuat tampak sempurna.


Beberapa menit yang lalu kamu baru saja menerima sepenggal pesan yang kemudian membuat wajahmu senang bukan kepalang.


Tanpa kamu tahu, sayang, kalau sesungguhnya aku pun mengetahui pesan yang baru saja kau baca.


Adalah aku, Salwa Azzahra, seorang wanita berumur 32 tahun. Mempunyai 3 orang anak. 2 di antaranya lelaki, dan si bungsu perempuan yang cantik.

__ADS_1


Seorang ibu rumah tangga yang sedang berjuang mempertahankan cinta. Pada seorang lelaki berwajah rupawan, yang sudah bersamaku selama 8 tahun ini.


Dialah Aji Arkana. Lelaki yang mampu menafkahiku dengan bekerja sebagai seorang manajer di perusahaan yang dipimpin Ayahnya yang juga Ayah mertuaku.


Awal kita dekat sampai menikah semuanya tampak indah. Di mana saat itu kamu benar-benar begitu membanggakanku dan memujaku sebagai seorang istri.


Bahkan, sampai kita sudah memiliki 3 buah hati pun sikapmu masih semanis gula.


Beda dulu beda sekarang. Jika dulu tampak indah. Kini malah sebaliknya. Kesuraman saja yang aku rasakan.


Sebuah badai, sebuah duri kecil, seorang wanita baru mampu membuatmu berubah.


Anehnya, seburuk apapun sikapmu, aku tetaplah aku. Seorang perempuan yang masih mencintaimu bahkan hingga detik ini. Konyol? Mungkin iya. Tanyakan saja pada hatiku kenapa masih terus saja menyebut namamu.


[Babe, udah otw, kan?]


Sebuah pesan masuk lagi ke handphonemu yang juga ada pada handphoneku. Karena tanpa kamu tahu, sejak awal perselingkuhanmu, aku telah menyadap seluruh akunmu.


Setelah membaca pesan yang masuk itu, kamu buru-buru menyelesaikan sarapanmu. Bahkan saat anak-anak memintamu untuk duduk lebih lama pun kamu tetap memilih pergi.

__ADS_1


Tuhan, sebegitu pentingkah perempuan itu di matanya? Sampai-sampai menomor dua kan keinginan anak-anaknya.


Aku hanya bisa melirih sendu dalam diam. Meskipun hatiku sangat sakit, tapi tak lupa setiap hari aku terus mendoakanmu.


"Sayang, aku pergi dulu, ya?" Dia kemudian mencium keningku singkat. Aku pun melakukan hal yang hampir sama. Mencium takzim tangannya.


Sebisa mungkin aku harus tegar. Berpura-pura baik di depannya dan juga di depan anak-anak.


Kemudian Mas Aji berpamitan pada anak-anak. Ku lihat, si cantik Natasya tampak murung. Usianya baru dua tahun. Di antara anak-anak yang lain, dialah yang paling dekat dengan Ayahnya.


Setelah beberapa kali bujukan, akhirnya Nat mengizinkan. Membiarkanmu pergi walau harus dengan diiringi deraian air mata.


[Siap-siap, Babe. Aku otw. Jangan lupa dandan yang cantik. Sepertinya aku butuh sarapan di ranjang.]


Sebuah kalimat menjijikkan yang kamu kirimkan kepada perempuan itu sebagai balasan.


Bersamaan dengan itu, mobil yang kamu kendarai pun melaju, menghilang dari pandangan. Entah mengapa, rasa sesak semakin aku rasakan. Aku terisak sambil mendekap Natasya. Zayn dan Aksa dua anak lelakiku pun menghampiri. Ikut memelukku. Bahkan ikut larut dalam genangan air mata. Walau mereka tak tahu, apa penyebabnya.


Aku hanya bisa berharap ada keajaiban yang bisa membuatmu selamat. Kemudian kembali kepada pangkuanku. Dan kau kembali mengakui bahwa hanya akulah wanitamu.

__ADS_1


__ADS_2