Demi Kasih

Demi Kasih
18


__ADS_3

Pov-Aji


Akan kuceritakan bagaimana semuanya bermula.


Kala itu, aku merasa bahwa hubungan pernikahan kami---aku dan Salwa, sedang berada di titik jenuh. Monoton. Berputar pada lingkaran yang sama. Aku yang bekerja, pulang, main bersama anak-anak, kemudian istirahat. Dan besok paginya, begitu terus.


Maka dari itu, Cynthia-lah yang kemudian menjadi pelampiasan. Sebagai pengalihan dari kejenuhan hidupku.


Kami bertemu saat dia sedang bekerja. Menawarkan produknya pada perusahanku.


Awalnya, hanya bermain-main. Tapi, lama kelamaan hubunganku dan perempuan itu, semakin terperosok jauh. Bahkan kami sampai melakukan perzinahan.


Ya, aku memang sebodoh dan semurah itu tergoda olehnya. Tapi mau bagaimana lagi. Saat itu, aku bagaikan singa yang kelaparan, lalu kemudian Cynthia datang membawa umpan. Dan dengan gampangnya, aku terima.


Hubunganku itu, berjalan sampai 6 bulan. Dan sebelumnya, di bulan ke-3 aku melihat dan mengetahui satu hal yang membuatku pening.


Saat itu, ketika aku selesai meeting di salah satu tempat, tak sengaja aku melihat Salwa. Bukan sendirian, tapi bersama laki-laki.


Mereka terlihat berjalan bersama, keluar dari sebuah restoran dengan wajah yang ceria. Bahkan kuperkirakan, senyum dari Salwa merupakan senyum yang paling bahagia saat itu.

__ADS_1


Aku kalut. Pikiranku sudah ke mana-mana. Cemburu. Walau tak tahu dengan jelas ada apa antara mereka berdua.


Ingin bertanya sedang apa dia di sana, tapi aku urungkan. Jadilah, aku mencari tahu dulu sosok lelaki yang bersama istriku itu.


Dua hari kemudian, aku mendapat kabar dari suruhanku, kalau lelaki itu bernama Karel. Seorang Dokter di salah satu rumah sakit.


Niatnya, aku akan mengakhiri hubunganku dengan Cynthia supaya tidak semakin jauh terperosok. Tapi, kenyataan bahwa aku melihat Salwa dan Karel sering jalan berdua, membuat hatiku mendidih. Jiwa balas dendamku rasanya memberontak.


Karena hal itulah, aku meneruskan apa yang sudah aku mulai. Membuat api yang aku buat semakin besar.


Dan efeknya, sudah terjadi. Salwa tahu kalau aku berselingkuh. Dampak panjangnya, dia meminta bercerai.


Sampai saat ini, aku tidak memberi tahu pada Salwa kalau saat itu aku melihatnya bersama Karel, pria sialan itu.


Dan sampai saat ini juga, aku tidak memberi tahu kalau alasan lain kenapa aku berselingkuh adalah karena itu. Karena aku melihatnya dengan pria lain.


Tolong, jangan terlalu hakimi aku secepat itu.


Aku salah. Cynthia salah. Tapi, apakah tindakan Salwa juga dapat dibenarkan?

__ADS_1


...***...


Aku memang bukan laki-laki baik. Bukan seorang Ayah dan suami yang baik pula. Brengsek, satu kata yang cocok untuk menggambarkan diriku.


Semua yang aku lakukan dulu, kini sudah aku terima akibatnya. Karma memanglah ada, dan aku mengalaminya.


Aku rasa, balasan yang aku terima ini lebih menyakitkan dari segala hal. Harus rela berpisah dengan anak-anak dan istri. Bukan cuma sehari-dua hari, tapi kemungkinan terburuknya adalah selamanya.


Tidak. Jangan sampai itu terjadi. Aku benar-benar tidak mau jikalau aku berpisah sekian lama dengan orang-orang tersayangku.


Bagaimana pun caranya, aku harus bisa membawa kembali mereka ke rumah, ke pangkuanku.


Cepat atau lambat, itu harus terjadi.


Dan aku, akan berusaha lebih keras lagi untuk mencapainya.


Berharap, semoga ada kesempatan kedua yang aku dapatkan. Semoga.


Walau sebenarnya, aku tidaklak sepenuhnya ... salah.

__ADS_1


__ADS_2