DENDAM SANG PEWARIS

DENDAM SANG PEWARIS
Pikasebel


__ADS_3

“Kak Kenta tenang saja, selama Identitasku masih belum terbongkar, aku pasti tetap aman kok , kakak sendiri bagaimana ? Apa kak Kenta sudah mempunyai celah untuk mendapatkan Informasi tentang Paman ?” tanya Ken.


“Belum sih, Bramantyo sangat teliti, apabila ada satu barang yang bergeser di ruangannya pasti dia mengetahuinya, tapi aku dapat Informasi kalau Dia akan menjodohkan Pak Arjuna dengan anak Koleganya,” ujar Kenta, tiba-tiba saja sebuah Ide muncul di kepala Kenzia.


“Aha.. bagaimana kalau aku memikat Arjuna dan membuatnya melawan pada Paman, pasti akan sangat menyakitkan apabila anaknya sendiri yang menghancurkannya.” Ucap Kenzia


“Jangan Ken, jangan bawa perasaan dalam Dendammu itu, kalau sampai mereka tahu siapa kamu sebenarnya, Bramantyo tidak akan melepaskan kamu Ken , aku sarankan kalau kamu jangan menjadikan perasaan sebagai alat membalas dendammu ,” ujar Kenta


“Tapi kak, ini adalah kesempatan membuat Misi kita Semakin mudah dan cepat, aku akan membuat Arjuna jatuh cinta Padaku lalu aku akan membuatnya membantah perintah ayahnya dan bila perlu aku akan membuatnya melawan dan menghancurkan Ayahnya sendiri,” Ujar Ken dengan serigainya.


“Ken jangan pernah melakukan itu ya ,” mohon Kenta


“Kenapa Sih kak, ini kesempatan Baik Loh,” ujar ken lagi


“Tapi aku khawatir sama kamu Ken,” ucap Kenta


Kenapa sih susah sekali kak Kenta mengungkapkan kalau dia sebernanya cemburu sama Arjuna,, Batin Kenzia.


“Aku akan tetap melakukannya, lagian aku sudah terlanjur berada di sini dan masuk lebih dalam di keluarga ini dan ini kesempatan langka yang aku dapatkan, kak Kenta tenang saja, semuanya akan baik-baik saja ,” ucap Ken


“Ya sudah kalai itu sudah keputusanmu, Kakak tidak dapat melarangnya, tapi kamu haris ekstra hati-hati ya Ken, mereka itu adalah orang yang licik, jangan pernah tertipu dengan mulut manis mereka,”


“Baik kak, aku akan selalu mengingat pesan kak Kenta, oh ya kak  Kenta sudah makan ?”


“Belum sih, tadi mau makan ini tapi kamu mengagetkan kakak,” ujar Kenta


“Yang itu jangan di makan, itu sudah aku taruh bumbu rahasia, sebentar ya aku siapin dulu makanan buat kak Kenta,”


Kenzia mengambilkan sepiring makanan yang masih tersisa dari masakannya itu lalu memberikannya kepada Kenta.


“Nih kak cobain masakan aku ,”


Kenta menyendokkan makanan itu lalu menyuapkan ke dalam mulutnya .


“Bagaimana kak ? Enak tidak ?


“Emm enak...ini kamu yang masak ?” tanya Kenta


“Iya dong, siapa lagi,” ucap Ken.


“Oh ya Kak, aku antar ini dulu ke tempat Pak Arjuna, nanti kita ngobrol lagi,” ucap Ken.


“Enggak bisa deh kayaknya Ken , aku harus ke Kantor untuk mengambilkan Berkas yang tertinggal di sana,” ujar Kenta


“Ya sudah kalau begitu, kapan-kapan saja kita ngobrolnya,” ucap kenzia kecewa namun dia tidak bisa berbuat apa-apa karena Kenta juga harus mencari celah untuk melancarkan rencana balas dendam mereka.

__ADS_1


Kenta sebenarnya juga ingin berlama-lama berada di dekat Kenzia tapi dia juga harus menjaga jarak jangan sampai Bram dan Arjuna tahu kalau dia dan Kenzia saling kenal.


“Ya sudah aku pergi dulu ya Ken, kamu hati-hati,” ucap Kenta sambil mengacak pucuk kepala Kenzia.


“Kamu hati-hati juga ya kak ,” Kenta mengangguk dan tersenyum manis ke arah Kenzia.


Kak Kenta kapan sih kamu menyatakan perasaan kamu padaku, aku tahu kalai kamu juga mencintaiku dan aku juga sangat mencintaimu kak, entah sampai kapan aku menunggu saat itu tiba,, Batin Kenzia .


Kenzia segera menuju ke Ruang kerjanya Arjuna, dia mulai mengetuk Pintu ruangan itu.


Tok...tok...


“Siapa ?”


“Saya Ken pak Bos, saya Cuma mau ngasih tahu kalau makanannya sudah siap ,” ujar Ken


“Bawa saja kemari ,”


“Huh.. tadi bilangnya kalau sudah siap di suruh panggilin dia , bukannya sekalian tadi bilang antar saja ke sini, ini kan aku bolak-balik namanya , pikasebel...


Dengan langkah kesal Ken kembali mengambil makanan itu dan membawanya kembali ke Ruang Kerjanya Arjuna.


Ceklek...


“Taruh di situ saja ,” suruh Arjuna sambil menunjuk pada sebuah meja yang terlihat Kosong.


“Kalau begitu saya permisi dulu ya pak Bos,” ucap Ken hendak pergi.


“Tunggu...!


Langkah Ken terhenti, terlihat Arjuna bangun menuju ke arah makanannya.


“Sepertinya enak, tapi Gua tidak percaya sama Lo, Cobain ,” suruh Arjuna


Apa.. kalau begini sih senjata makan tuan namanya, gimana ini ,, batin Ken.


Dengan langkah ragu Ken menghampiri makanan itu, dia mengambil sendok lalu mengambil makanan yang ada di pinggir piring karena dia yakin kalau yang ada di sana itu tidak terlalu menyatu dengan bubuk lada yang di bubuhkan olehnya tadi.


Ken mulai menyuapi makanan itu ke dalam mulutnya dan Arjuna baru yakin kalau makanan itu steril dari hal-hal negatif.


“Sudah Lo boleh keluar, jangan lupa tutup pintunya ,” suruh Arjuna.


“Pak apa saya sudah boleh pulang ?” tanya Ken


“Ya sudah untuk hari ini tugas kamu sudah selesai, Lo boleh pulang, dan jangan lupa besok pagi-pagi Lo harus datang ke sini untuk memandikan gua.”

__ADS_1


“Iya.. iya.. tapi aku boleh minta uang enggak pak buat naik taksi, soalnya aku tidak punya uang, dan aku juga harus mengambil motorku di Kantor.” ucap Ken


“Enak saja memangnya gua bapak moyang Lo apa, Lo pulang jalan kaki saja ,” ucap Arjuna lalu kembali mengerjakan pekerjaannya.


“Dasar pelit , sudah jelek pelit lagi, memang benar-benar menyebalkan ,” guman Kenzia.


Sementara kenta yang baru saja kembali ke Mansion itu melihat Kenzia berjalan kaki sambil mengomel-ngomel, dia langsung menghentikan mobilnya


“ Loh ken, kamu mau ke mana ?” tanya Kenta


“Mau pulang,” ucap Ken kesal


“Pulang kok jalan kaki sih,”


“Kan motor aku ada di kantor, ini gara-gara monster tiang Listrik itu, tadi aku di paksa naik mobilnya dan di bawa ke sini, giliran pulabg aku malah di suruh jalan kaki ,”


“Kasihan sekali kamu, ya sudah kamu tunggu di sini dulu ya, kakak mau membawakan berkas-berkas ini ke Mansion dulu, nanti kamu kakak antar pulang ,”


“Beneran kak ?


“Iya bawel, kamu duduk di sana dulu, kakak ambil motor dulu kita pulang bareng ,” Kenzia mengangguk senang, ini yang di nanti-nantikan olehnya, sudah lama sekali dia tidak jalan bareng sama Kenta.


Walaupun hanya sekedar pulang bareng namun itu sangat membuat hatinya senang.


Ken sudah lama menyukai Kenta, bahkan Sejak pandangan pertama ketika dia menolong Kenta Dulu di hutan pinus, Perasaan itu lambat laun tumbuh menjadi Cinta, namun sikap Kenta yang terlihat biasa saja padanya membuat Kenzia ragu akan perasaan Kenta terhadapnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2