
“ Aku bisa membuktikannya Kakak Ar, Aku tidak pernah berbohong dari dulu,” ucap Kenzia
“ Tapi kamu membohongiku selama ini Zia,” ucap Arjuna mulai meragukan Kenzia
“Aku terpaksa kakak Ar, Aku hanya Ingin masuk lebih dalam lagi ke dalam keluarga kalian agar aku bisa membalaskan dendamku kepada paman ,”
“ Jadi selama ini kamu hanya menjadikan aku sebagai alat balas dendammu begitu?"
“ Maafkan aku Kakak Ar, Aku terpaksa melakukannya,” ucapnya
Plok...plok...plok...
Suara tepuk tangan terdengar dari arah pintu kamar itu.
“Bagus... bagus... ternyata kamu masih hidup keponakanku sayang, Sepertinya kamu memiliki seribu nyawa ya ,” ucap Bramantyo yang sudah berdiri di depan pintu tersebut, beberapa orang masuk ke dalam kamar itu dan menodongkan senjata mereka ke arah Arjuna dan Kenzia.
“ Papa!”
“ Kenapa Ar, kamu kaget melihat Papa datang. Karena kamu sudah mengetahui semuanya kamu harus lenyap bersama dia ,” ucap Bramantyo dengan serigainya.
“ Ikat mereka,” suruh Bramantyo
Arjuna dan Kenzia di ikat di kursi dengan saling membelakangi sehingga keduanya menyatu.
“ Pa, kenapa Papa tega sekali padaku, aku ini anak Papa, darah daging Papa sendiri.” Ucap Arjuna masih meronta-ronta ingin melepaskan ikatan itu.
“Diam kamu Arjuna, Sumpal mulutnya,” suruh Bramantyo
“Jangan Pa, tega sekali Papa sama aku, awalnya aku tidak percaya dengan ceritabya Kenzia tapi sekarang Aku percaya dengan ceritanya itu kalau Papa memang kejam,” ucap Arjuna dengan mata menyala-nyala.
__ADS_1
“Papa kejam? Ya Papa memang kejam Arjuna, kamu tadi juga bilang apa, papa tega sama anak sendiri, tapi sayangnya kau bukan anakku Arjuna Ha... ha.. ha...” gelak tawa Bramantyo membahana memenuhi kamar itu.
“Maksud Papa Apa hah ?” Arjuna sudah semakin kalap, dia tambah meronta.
“Kakak Ar berhenti meronta, aku kesakitan,” ucapan Kenzia membuat Arjuna berhenti, namun tatapan matanya menatap tajam ke arah Bram.
Mulut Arjuna sudah di sumpal, namun Kenzia masih saja membisu sehingga Bram tidak menyumpal mulutnya .Dia sedang memikirkan cara untuk melepaskan dirinya dari ikatan itu.
Bramantyo berjalan menghampiri Kenzia lalu mencengkeram dagunya dengan sangat kencang.
“keponakanku sayang, kamu sudah besar rupanya ya, Aku kira kamu sudah mati saat jatuh ke sungai itu, ternyata aku salah besar. Dan apa, kamu mau membalaskan dendam kemqtian ayah dan ibumu padaku ha.. ha.. ha.. Bagaimana bisa ck..ck...ck, dalam mimpi pun kamu gak akan bisa ha... ha... ha...,”
Kenzia melepaskan cengkaraman tangan Bram dari dagunya, Dia menatap tajam ke arah Bram.
“Wah.. wah.. lihat tatapannya itu persis sama dengan Tatapan Pramana ketika menjemput ajalnya ha.. ha..”
Kenzia menggepalkan tangannya di dalam ikatannya, Ingin dia memecahkan kepala Bram dengan tangannya sendiri saat itu juga namun apa daya sekarang dia terikat di sana.
“Apa? Apa Saya gak salah dengar? Bukankah kamu yang berada dalam ikatan sekarang, bagaimana mungkin kamu bisa mencelakakan Saya... ha.. ha..,” gelak tawa Bram semakin menjadi-jadi.
“Tidak ada yang tak mungkin Bram, buktinya aku, semua mengira aku sudah tiada tapi aku berada di sini sekarang dan akan membunuhmu dengan tanganku sendiri,” ucap Kenzia dengan serigainya.
Bram bergidik melihat Serigaian Ken, tapi dia tetap tertawa dan berjalan ke arah anak buahnya lalu mengambil Pistol dan mengarahkannya ke kepala Kenzia, Kenzia menatapnya tak gentar sedikit pun.
“Sebelum itu terjadi aku yang memecahkan kepalamu duluan keponakan tersayang,” ucap Bram hendak pelatuk pistol itu akan tetapi sebuah peluru lebih dulu menembus tangannya sehingga pistol di tangannya terjatuh ke lantai.
Bramantyo berteriak kesakitan , anak buahnya mulai mengelilingi Bram dan melepaskan tembakan ke arah orang yang menembak tangan bosnya itu yang berda di kuar Jendela kamar itu dan baku tembak pun tak dapat terelakkan.
Kenzia sudah berhasil melepaskan ikatannya dan melepaskan ikatan Arjuna juga. Mereka bersembunyi di belakang King side yang ada di sana.
__ADS_1
“Kakak Ar di sini saja jangan ke mana-mana,” ujar Ken, Kenzia hendak pergi namun Arjuna mencekal tangannya.
“Kamu mau ke mana Zia?
“Aku mau membantu Mereka kakak Ar, Kamu di sini saja,”
Kenzia melepas paksa tangannya dan bergegas keluar dari kamar itu. Arjuna juga keluar dari sana, dia tidak bisa berdiam diri di sana sedangkan kenzia sedang melawan mereka.
Kenta segera menghampiri Kenzia lalu menyerahkan senjata untuknya, Kenzia mulai melancarkan aksinya yang brutal, dia menembaki semua anak buah Bramantyo yang melintas di depannya Kenzia berjalan seakan tidak takut mati seperti adegan di Film-film saja.
Netranya sekilas melihat Bramantyo menaiki mobilnya, dia di jaga ketat oleh anak buahnya. Tanpa pikir panjang Kenzia menembaki Ban mobil itu. Kenta juga membantu kekasihnya, dia dan beberapa anggota Red Scorpion menjaga Kenzia dari segala penjuru.
Arjuna melihat ke arah Kenzia, dia kaget karena di samping Kenzia ada Kenta juga, terbersit dalam hatinya sebuah rasa curiga terhadap keduanya.
“Apakah selama ini Kenta adalah pacarnya Kenzia,” gumannya.
Pasukan Red Scorpion yang di pimpin oleh Bang Jack sendiri akhirnya berhasil melumpuhkan semua anak buah Bramantyo, Bramantyo terlihat gemetar di dalam mobilnya, Kenzia berjalan ke arah mobil itu lalu menarik paksa Bramantyo keluar dari sana.
Kenzia membuang senjatanya lalu dia berjalan santai ke arah Bramantyo sambil bertepuk tangan.
“Bram... Bram... Bukankah aku sudah bilang kalau semua bisa saja terjadi, lihat sekarang siapa yang akan membunuh siapa,” ucap kenzia tersenyum mengejek.
“Kalau kau mau membunuh aku ayo tembak Saya,” tantang Bram
“Tidak Paman Bram, itu terlalu mudah buatmu, aku akan bermain-main dulu denganmu, aku akan membuatmu merasakan apa yang di rasakan oleh Ayahku dulu, bukankah kamu senang bermain-main kan
Ha... ha...” tawa Kenzia seakan menusuk jantung Bram.
“Apa yang akan kamu lakukan padaku gadis sialan,” bentak Bram
__ADS_1
“Aku ingin mengajakmu bertarung paman Bram, aku sudah lama tidak menjajal kemampuanku ini,” ujar Kenzia, Bramantyo tersenyum ketir mendengarnya, berarti masih ada harapan untuknya untuk mengalahkan gadis ingusan itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...