DENDAM SANG PEWARIS

DENDAM SANG PEWARIS
Butuh kasih sayang


__ADS_3

"Iya..iya..tunggu setengah Jam lagi ," ucap Ken


"Apa...!Setengah jam, gua gak bisa nunggu selama itu, pokoknya gua enggak mau tahu kalau Lo harus sampai ke sini dalam waktu sepuluh menit, titik enggak pakai Koma," ucap Arjuna menutup Telfonnya.


"Aagghh ..Dasar Monster tiang Listrik pemaksa, gue heran deh masih ada pria seperti dia yang tidak bisa mandi sendiri, jangan-jangan saat di Luar Negeri dia mandinya malah berduaan atau bahkan rame-rame dengan para bule-bule, Iiiihhh gue kok jadi merinding ya ngebayanginnya," ucap ken sambil bergidik.


Kenzia segera bergegas siap-siap lalu berangkat menuju Mansion Dirgantara. Saat tiba di depan Gang dia melihat ke kiri dan ke kanan akan tetapi Tidak ada satu pun angkot yang lewat sepagi ini.


“Bagaimana ini, pasti tu Monster ngamuk-ngamuk  kalau Aku tidak sampai dalam waktu sepuluh menit,” Guman Ken.


Tak terasa sepuluh menit pun berlalu akan tetapi Ken belum juga mendapatkan Angkot. Tiba-tiba sebuah motor berhenti tepat di depannya.


“Ojek neng ?” tanya pengemudi motor tersebut.


“Wah kebetulan Bang, saya lagi buru-buru, kenapa baru sekarang sih datangnya, kalau dari tadi kan saya sudah sampai di tempat kerja sekarang,” ujar Ken.


“Ini saya baru mulai narik neng, saya memang jam segini kerjanya, eneng sih kepagian,” ucap Tukang Ojek itu.


“Ayo Bang berangkat...ngebut ya, tanpa di duga Ken sudah nemplok aja di belakang Tukang Ojek itu.


“Oke neng , pegangan ya biar enggak jatuh ,”


Tukang ojek itu pun melajukan motornya dengan gesit, beberapa kali dia menyalib mobil di depannya dan akhirnya mereka sampai juga di Mansion Dirgantara.


“Wah Si eneng kerja di sini ya ?” tanya Kang Ojek itu.


“Iya, Makasih ya Kang,” ucap Ken lalu memberikan Ongkosnya.


“Nanti pulangnya abang jemput lagi ya neng ,”


“Enggak usah Bang, nanti saya pulangnya pakai motor sendiri, saya masuk dulu ya Bang ,” ucap Kenzia lalu bergegas masuk ke dalam Mansion itu.


Tanpa membuang banyak waktu Kenzia bergegas menuju ke kamarnya Arjuna, dia mulai mengetuk pintu kamar itu namun tidak ada pergerakan di kamar itu, Kenzia mulai memutar knop pintu itu dan ternyata tidak di kunci.


Dia perlahan masuk ke sana dan melihat kalau Arjuna masih berada di bawah selimutnya.

__ADS_1


“Huh dasar kebo, tadi saja ngomel-ngomel suruh Aku cepetan datang, nah sekarang malah dia masih tidur lagi, dasar Monster,” guman Ken


Ken mulai menarik selimut Arjuna, terlihat Arjuna mengigil kedinginan, dan wajahnya yang terlihat pucat, ken segera memegang kening Arjuna.


“Pak Bos sakit  ?” tanya Ken


“Lo ke mana saja sih Ken, gua sendirian tahu enggak, Papa dan Mama malah sibuk sama urusannya sendiri,” ucap Arjuna lemah.


Whaat...apa aku enggak salah Lihat, dia kelihatan manja sekali seperti anak kecil yang butuh kasih sayang, sepertinya pak Bos kekurangan kasih sayang orang tuanya deh, kasihan banget sih dia, tapi kelihatan lucu masak badan segede gitu manjanya minta ampun gini sih,, batin Ken


“Kan ada pelayan pak Bos, kenapa tidak suruh mereka yang nemenin pak Bos ?”


“Gua enggak nyaman sama mereka  ,” ucap Arjuna


“Apa Itu artinya dia nyaman sama aku, ah Ken kamu tidak boleh luluh sama dia, dia itu anaknya Paman yang sudah membunuh orang tua kamu,” guman Ken


“Ya sudah kita ke Rumah sakit yuk ,” ajak Ken


“Enggak mau !!” ujar Arjuna cepat


“Loh kenapa, pak Bos demamnya tinggi loh ,”


“Trauma ? Trauma kenapa ?” tanya Ken heran


“Lo enggak perlu tahu yang penting jangan bawa gua ke rumah sakit, Gua mau di rumah saja ,” ucapnya.


Ini anak maunya apa sih, kenapa dia menjadi super manja begini,, batin Ken


“Ya sudah kalau begitu pak Bos tunggu di sini saja dulu aku mau ke dapur sebentar ,” ucap ken hendak pergi namun tidak bisa karena tangannya di pegang oleh Arjuna


“Loh kenapa sih, pak Bos mau sembuh enggak sih, kalau pak Bos enggak ngebolehin aku pergi ke dapur mana bisa aku mengambil obatnya ,” ucap Ken


“Jangan lama-lama ya ,” ucap Arjuna mulai melepaskan pengangannya.


Kenzia memutar matanya malas, bisa-bisanya seorang Bos Sombong dan Arogan seperti Arjuna manjanya enggak ketulungan seperti itu.

__ADS_1


Kenzia kemudian pergi ke dapur untuk mengambil handuk kecil Dan air dingin untuk mengompres Arjuna dan dia menanyakan obat demam pada pelayan yang ada di sana. Setelah mengambil apa yang di perlukan Kenzia kembali ke kamar itu.


“Sudah bangun sini minum obatnya dulu ,” ucap Kenzia


Kenzia membantu Arjuna bangun dan meminumkan obat untuknya. Dan dia juga mengompres kening Arjuna menggunakan Handuk kecil yang sudah di Basahi dengan air dingin.


Arjuna sudah tertidur namun dia masih memegang tangan Kenzia agar dia tidak pergi dari sana.


“Ini bagaimana ceritanya, apa aku harus duduk seperti ini terus, hadeuh...susah ya jadi bawahan harus mengikuti apa saja perintah atasan,” ucap Kenzia, dia menguap beberapa kali dan akhirnya dia juga tertidur dengan posisi duduk di lantai dan kepalanya bersandar di King side itu.


Arjuna sudah terbangun dari tidurnya dan melihat wajah cantik di depannya, Jantungnya berdebar kencang ketika melihat wajah Kenzia Yang Berjarak sejengkal dengan wajahnya.


“Ada apa dengan jantung gua, kenapa jantung gua berdetak sangat cepat dan dada gua terasa sesak, apa gua mengalami sakit jantung,” guman Arjuna sambil memejamkan matanya dan melepaskan tangan Ken.


Detak Jantung Arjuna kembali normal, dia kemudian melihat kembali le arah wajah Kenzia dan memegang tangannya, jantungya kembali berdetak kencang. Beberapa kali dia mencobanya tapi hasilnya tetap sama.


“Apa yang terjadi sama Gua, enggak mungkin Gua suka sama dia,” guman Arjuna, Kenzia mulai bergerak dan Arjuna kembali memejamkan matanya agar di kira masih tidur oleh Kenzia.


Kenzia mengucek matanya lalu melihat ke arah jam tangannya.


“Ah ternyata sudah siang, sebaiknya aku masak dulu buat Pak Bos, nanti kalau dia sudah bangun bisa langsung makan dan Minum obatnya lagi biar dia cepat sembuh ,” ucapnya sambil membenarkan selimut Arjuna lalu keluar dari kamar itu.


Arjuna membuka matanya dan seulas senyum terbit di bibirnya.


“Ternyata di balik sifatnya yang keras dan bawel dia perhatian juga ya ,” ucap Arjuna


“Apa yang terjadi sama Gua, kenapa Gua malah memuji dia sih, enggak... enggak... gua enggak boleh suka sama dia, dia kan hanya seorang OG dan tidak pantas mendampingi Gua,” ucap Arjuna lalu kembali melanjutkan tidurnya.


*


*


Di Perusahaan Perdana Corparation....


“Kenta kamu jemput Bastian, kenapa Jam segini dia belum nongol juga di Kantor, Apa dia sudah Lupa sama Jabatannya di Kantor ini, suruh Bramantyo

__ADS_1


“Baik pak ,” Kenta segera pergi ke Mansion Dirgantara.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2