
Sesampainya di sana Kenta melihat kalau Arjuna sedang makan bersama dengan Kenzia sambil sesekali bersenda gurau dan tertawa, Hati Kenta bagai teriris pisau tumpul, terluka dan berdarah melihat tatapan penuh Cinta Arjuna ke arah Wanita yang sangat di Cintainya, dia tidak bisa menahan perasaannya untuk tidak cemburu melihat mereka seperti itu.
Kenta menarik nafasnya panjang lalu menghembuskannya kasar, dia mulai berjalan menghampiri mereka.
“Permisi Pak Arjuna ,” ucap Kenta, Arjuna menoleh ke arah Kenta.
“Ada apa ?” tanya Arjuna dingin, cepat sekali perubahan di wajah Arjuna tidak seperti yang di lihat Kenta tadi saat dia tertawa lepas bersama Kenzia.
Kenzia mulai membereskan piring yang ada di Atas meja sambil melirik ke arah Kenta. Kenta terlihat biasa saja, tidak ada gurat cemburu saat Kenzia melihatnya.
“Pak Bram menyuruh saya menjemput Pak Arjuna untuk datang ke Kantor, katanya ada Rapat pemegang saham ,” ujar Kenta
“Baiklah, kamu tunggu saja di Mobil saya akan bersiap-siap dulu, kenzia kamu segera siapkan pakaian saya,” suruh Arjuna
“Baik pak ,” ujar Kenzia lalu segera pergi ke kamarnya Arjuna, Kenta masih melihat ke arah Kenzia.
“Ngapain lagi kamu di sana, ayo cepat pergi ,” suruh Arjuna
“Baik Pak ,” Kenta pun pergi dari sana menuju ke Mobil.
Tak Lama kemudian Arjuna keluar dari Mansion dengan Kenzia mengekor di belakangnya. Kenta membukakan Pintu buat Arjuna dan ketika Kenzia hendak duduk di Jok depan Arjuna menyuruhnya duduk di sampingnya.
“Kamu masuk ke sini, biarkan Dia menyetir dengan Fokus.” Ucap Arjuna, Kenzia menurut saja dengan apa yang di perintahkan oleh Arjuna.
Wajah Kenta semakin memerah, dia tidak terima kalau Kenzia malah duduk bersama Arjuna bukannya duduk di sampingnya, namun dia tidak bisa berbuat apa-apa karena sekarang Arjuna lah yang berkuasa.
Sepekan sudah berlalu, Arjuna sudah terang-terangan memberikan perhatian terhadap Kenzia, mulai dari memberikan Hadiah dan selalu ingin bersamanya dan sifat manjanya pun tak segan-segan di perlihatkannya di depan orang lain terhadap Kenzia.
Sikap Posesifnya yang sangat lah kelihatan membuat Para Karyawan yang melihatnya malah menghujat Kenzia, mereka selalu menggosip ketika Kenzia lewat di depan mereka, seperti yang di lakukan mereka pagi ini.
Arjuna sudah duluan ke Ruangannya, karena ada berkas yang ketinggalan Di Mobil Arjuna menyuruh Kenzia untuk mengambilnya.
Ketika dia hendak masuk ke Lift ternyata ada beberapa orang Karyawati di dalam lift tersebut.
Mereka terlihat bisik-bisik, tapi ada satu wanita yang terang-terangan menghujatnya.
“Waduuhh gerah ya di sini, mungkin ada ahli neraka kali ya di sini, secara bisa melakukan apa saja agar bisa dekat sama Bos besar ,” ucapnya.
__ADS_1
“Iya.. lambat banget sih ini Lift kalau enggak buru-buru Gue enggak mau satu Lift sama dia, dasar wanita enggak bermoral dan bermuka dua ,” ucap temannya
Kenzia geram mendengar ucapan mereka, namun masih di tahannya.
“Eh Gaess tahu enggak sih, Pak Arjuna mungkin sudah di suguhkan dada montok sama pinggul bohainya sehingga dia sudah tidak waras mau dekat-dekat sama OG seperti Dia ,” ucap wanita itu sambil melirik ke arah Ken.
Kenzia sudah tidak tahan lagi dengan mulut beracun mereka.
Plaak...
Sebuah Tamparan mendarat di pipi wanita yang menghinanya tadi. Darah segar keluar dari Mulut dan hidungnya.
“Hanya segitu saja kemampuan kalian, hanya bisa menghina tapi tidak bisa membela diri,” ucap Kenzia
“Berani Lo nanpar teman kita,” ucap temanya hendak menjambak rambut Kenzia akan tetapi sebelum tangan itu mendarat di rambunya, gadis itu sidah berteriak kesakitan karena tangannya di pelintir oleh Kenzia lalu mendorongnya ke arah dua temannya yang lain sehingga mereka jatuh barengan.
Ting...
Pintu Lift terbuka, Ken keluar dari sana lalu menaiki tangga darurat untuk menuju ke Lantai di mana Ruangan Arjuna berada.
“Kamu kenapa Ngos ngosan begitu ?” tanya Arjuna
“Aku di kejar Setan pak ,” ujar Ken
“Ah masak sih di Kantor ini ada Setannya,”
“Banyak pak, bapak saja yang enggak tahu kalau di sini banyak setang ngerumpinya,” ujar Ken lagi yang membuat Arjuna tertawa karenanya dan Kenzia pun ikut tertawa.
Perasaan Arjuna sekarang sudah berubah 180° terhadap Ken, perasaan cinta Arjuna terhadap Kenzia sudah memenuhi relung hatinya sehingga tidak dapat di bendung lagi.
“Kami semakin cantik deh Ken di saat kamu tertawa seperti itu ,” ucap Arjuna
“Ah Bapak bisa saja memujinya, aku tidak cantik Kok, tapi cantik pakek banget ha.. ha..,”
Kenzia hanya menanggapinya dengan bercanda sehingga Arjuna semakin di buat penasaran olehnya.
“Kamu buatin Kopi buat aku ya Ken, tidak usah pakai gula karena melihat kamu saja sudah manis ,” Gombal Arjuna
__ADS_1
“Bisa aja pak Bos Ini, yang ada kalau pak Bos lihat aku kopinya Semakin pahit ha.. ha....,”
ujar Ken kembali bercanda, dia sudah tahu kalau Arjuna sudah masuk ke perangkapnya, akan tetapi dia tidak serta merta menjerat Arjuna masuk terlalu jauh ke dalam perangkapnya itu, dia lebih suka menarik ulur Arjuna sehingga perasaan Arjuna tidak dapat terbendung lagi dan di saat itulah Arjuna akan melakukan apa pun yang di Inginkan Oleh Kenzia.
“Aku bisa di serang Diabetes kalau sering dekat sama kamu Ken,”
“Waah berarti aku pembawa penyakit Dong pak, kalau begitu pak Bos jangan dekat-dekat sama aku lagi ya agar tidak terserang penyakit ,” ucap Ken
“Jangan Dong, kalau aku jauh-jauh dari kamu aku bisa mati kehilangan hatiku yang sudah kamu curi,” ucap Arjuna
“Pak Bos bercanda saja dari tadi, ya sudah aku buatkan kopi dulu ya buat pak Bos,” ujar Ken lalu pergi ke Pantry.
Arjuna tersenyum manis melihat Kenzia salah tingkah mendengar ucapannya, Dia yakin kalau sebenarnya Kenzia juga mencintainya.
Jam Pulang kerja sudah Tiba, Kenzia sudah siap pulang bersama Arjuna ke Mansionnya.
“Kenzia kamu hari ini boleh pulang ke Kontrakanmu, tapi nanti kamu harus menemani aku ke pesta ulang tahun temanku,” ujar Arjuna
“Aku..? Pak Bos jangan bercanda, aku tidak pantas menemani Pak Bos apalagi ini pesta Ulang tahun temannya pak Bos, aku tidak mau membuat Pak Bos malu,” ucap Kenzia
“Yang berhak menilai pantas atau enggaknya itu aku Ken, kamu jangan membantah karena ini adalah perintah,” ujar Arjuna
“Oh ya, ini buat kamu untuk kamu pakai nanti, jam tujuh malam aku jemput,” ujar Arjuna
“Tapi pak ...
“Tidak boleh membantah, sudah kamu pulang sana,” suruh Arjuna
“Baik Pak..!
Kenzia pun pergi dengan wajah kesalnya, bukan ini yang dia inginkan, kalau seperti ini dia yang akan terjerumus ke dalam dunia Arjuna.
“Aku harus cari cara agar Arjuna tidak mau mengajakku sebagai partnernya malam ini,” guman Kenzia .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1