
Mentari pagi telah menyapa, dedaunan yang mulai menguning jatuh bertebaran di hamparan Bumi nan Luas. Seorang gadis cantik masih setia berada di bawah selimut tebalnya siapa lagi kalau Bukan Kenzia Astuti.
Hari ini Hari Minggu, Kenzia masih saja bermalas-malasan karena hari ini adalah hari Libur, padahal sudah beberapa hari ini dia juga tidak ke kantor karena Arjuna tidak ada, itu hanya alasannya saja.
Tiba-tiba terdengar seseorang mengetuk pintu kamarnya, Kenzia masih saja tidak bergeming karena dia mengira kalau itu adalah Bibik yang akan memberitahunya kalau sarapan sudah siap seperti biasanya.
Biasanya Bibik hanya mengetuk beberapa kali saja tapi ini semakin lama semakin kencang saja orang itu mengetuknya.
“Ugh siapa sih ganggu saja, Bik aku lagi malas sarapan, aku masih bagntuk Bik, bibik duluan saja ,” suruhnya akan tetapi tidak ada jawaban dari luar kamar itu bahkan suara ketukan itu semakin keras.
Dengan perasaan kesal Kenzia bangun dan membuka Kunci dan menekan Hadle kamarnya dan ...
“Sureprise....,” Kenzia kaget melihat Arjuna sudah berada di depannya dengan memegang Sebuket bunga mawar merah di tangannya.
“Mas ..kamu sudah pulang, aku kaget banget loh ?”
“Iya sayang...aku sudah Pulang dari semalam tapi aku tidak mau mengganggu kamu, aku tidur di kamar sebelah ,” ucap Arjuna
Huff Untung saja kamarku ini aku kunci kalau enggak dia sudah masuk dan tidur di sebelah aku,, Batin Ken
Kenzia menggidikkan bahunya ngeri membayangkannya.
“Kamu kenapa sayang, sepertinya kamu terlihat tidak senang aku sudah pulang,” Kenzia kaget mendapat pertanyaan itu.
“Eh enggak Kok Mas, aku senang kok kamu sudah pulang, jadi aku bisa kembali masuk kerja. Sejak kamu ke Luar Negeri aku bosen terus-terusan di rumah,” ucap Kenzia.
“Oh jadi kamu senang aku pulang hanya karena itu, kamu gak kangen sama aku ?” ucap Arjuna ngambek.
“Iiiih udah tua masih saja ngambekan, jelek tahu kalau kamu ngambek seperti itu, kita ini sudah dewasa Sayang, jadi aku gak perlu bilang kangen atau enggak kan, ya pasti aku kangen lah sama kamu,” ucap Kenzia bergelayut manja di tangan Arjuna.
“Aku gak percaya, aku butuh Bukti,” Kenzia mengerutkan keningnnya mendengar ucapan Arjuna itu.
“Oke...kamu butuh bukti kan, kamu duduk dulu di sini ya ,” ucap Kenzia, Arjuna tersenyum karena sebentar lagi dia akan mendapat Ciuman dari Kenzia, ini hal yang paling membahagiakan untuknya karena selama Pacaran Kenzia tidak mau bersentuhan dengannya , pernah dia mengecup kening Kenzia waktu itu tetapi apa yang dia dapatkan, hanyalah memar di perutnya.
__ADS_1
Kenzia pun pergi sehingga membuat Arjuna mengerutkan keningnya. Dia berpikir Kenzia ke kamar Mandi untuk mencuci wajahnya karena dia tadi terlihat masih berantakan. Arjuna memainkan Ponselnya sambil menunggu Ken kembali.
Setelah menunggu setengah Jam Kenzia Pun kembali ke sana dengan membawa sebuah piring di tangannya. Arjuna mengerutkan keningnya melihatnya.
“Taraa...ini dia makanan spesial yang aku masak sendiri buat kamu,” ucap Kenzia yang membuat Arjuna menjatuhkan rahangnya ketika melihat apa yabg di Bawa oleh kenzia itu.
“Ini doang ,” Kenzia menatap tajam ke arah Arjuna.
“Maksud kamu apa Mas, kamu gak suka ?” Kenzia pura-pura ngambek
“Eh enggak Kok, aku suka semua masakan kamu,” ucap Arjuna sambil melirik ke arah Mie Instant yang di masak oleh Kenzia, Arjuna hanya bisa pasrah melihat kelakuan Kenzia yang Absurb itu.
“Kalau suka di makan dong,” Arjuna kembali melihat ke arah Kenzia, dia menelan salivanya ketika melihat Mie instan yang sangat banyak itu, dia sangat anti dengan yang namanya Mie Instan akan tetapi dia memakannya juga karena takut Kenzia marah lagi.
“Kenapa seperti gak niat gitu sih makannya, gak enak ya ,”
“Enak kok Yang,” Arjuna meneyendokkan satu sendok penuh ke dalam mulutnya sehingga Mulutnya kepenuhan Mie itu. Kenzia tersenyum senang, dia sangat senang karena sudah berhasil mengerjai Arjuna.
Nasib...nasib...bukannya mendapat ciuman malah harus makan beginian,, Batin Arjuna.
“Sayang...kamu siap-siap gih kita jalan-jalan yuk,” ajak Arjuna
“Ke mana ?
“Ke mana saja asalkan kamu suka,” Kenzia sangat bersemangat mendengar hal itu dan langsung semangat, sudah lama sekali dia tidak jalan-jalan, tapi dia sedih, dia sangat ingin jalan-jalan akan tetapi yang dia inginkan bukan dengan Arjuna melainkan Dengan Kenta.
“Kita berdua saja ?” tanya Kenzia
“Iya...tapi aku akan menyuruh Kenta untuk menyetir, aku masih capek banget sayang, gak apa-apa kan ?” mendengar Nama Kenta di sebut semangat Kenzia jadi bertambah.
“Kamu tunggu ya, aku siap-siap dulu, enggak lama kok ,” Ucap Kenzia lalu pergi menuju ke kamarnya.
Asiiik...kak Kenta ikut, jadi kita akan jalan- jalan bareng juga dong, gak apa-apa deh bareng Arjuna juga, aku juga masih punya kesempatan untuk berdekatan dengan Kak Kenta.
__ADS_1
Kenzia sudah siap dengan pakaian casualnya, dia sudah memutuskan untuk mengajak Arjuna ke sebuah pantai yang tidak jauh dari Pusat kota.
“Sudah siap ?” tanya Arjuna,
“Iya dong, kapan lagi aku bisa
jalan-jalan sama kamu,” ucap Kenzia, Arjuna sangat senang mendengar ucapan Kenzia itu.
Arjuna menggandeng tangan Kenta dan membawanya ke Mobil, di sana sudah setia menunggu Kenta di belakang kemudinya.
Kenzia reflek melepaskan gandengannya Arjuna sehingga Arjuna heran karenanya.
Arjuna mulai membukakan Pintu mobil untuk Kenzia sehingga Kenta mengutuknya dalam hati.
Sabar Kenta, kamu jangan ke pancing emosi dengan pemandangan itu, kamu tidak mau kan kalau Kenzia marah lagi sama kamu,, Batin Kenta.
“Kenta... jalankan mobilnya ,” suruh Arjuna datar
“Baik pak, kalau boleh tahu tujuan kita ke mana Pak ?”
“Jalan saja dulu, Sayang Kamu mau ke Mana ya ?” tanya Arjuna sambil menatap penuh Cinta ke Arah Kenzia Kenta sesekali melirik di spion , dia melihat kemesraan yang di perlihatkan padanya itu.
“Kan kita mau ke Pantai mas,” ucap Ken
“Iya Bawa kita ke pantai yang Indah Ya Kenta,” suruh Arjuna.
“Baik Pak ,” Kenzia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sedangkan Arjuna masih saja menggenggam tangan Kenzia yang membuat Kenta semakin cemburu namun tetap di tahannya.
Tak Lama Mereka pun sudah sampai di Pantai, Kenzia segera keluar dari mobil itu dan segera berlari menuju ke arah Buih Ombak yang memecah di pantai.
Kenzia terlihat seperti anak kecil, dia berlari-lari di antara Riak Air laut itu. Dan seketika dia berhenti dan merentangkan tangannya menghadap laut yang Luar nan Biru itu.
Arjuna hanya tersenyum melihat tingkah Kenzia itu.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...