DENDAM SANG PEWARIS

DENDAM SANG PEWARIS
BAB 49. TERKEJUT


__ADS_3

"Bagaimana ini Dir? Kenapa Om Riko bisa ada di sini? Bukankah dia sedang fokus menjaga Rendi di rumah sakit?"


"Nah, aku pun terkejut Ta, saat melihat beliau, aku pikir penglihatan ku yang salah. Apa kita harus beritahu Arga, sebelum mama melihatnya?"


"Iya Dir, sebaiknya kita telepon Arga saja."


"Ambilkan ponselku di kamar, cepat Ta, sebelum Om Riko selesai makan dan pergi ke kasir. Bukankah tadi Mama mengatakan akan di sana menggantikan Mbak kasir yang sedang sakit perut."


"Iya Dir, sebentar. Aku juga tidak bawa hape."


Artha pun berlari ke arah kamar mereka yang ada di dekat parkiran. Dan dia kaget saat melihat Fras juga tiba di sana.


"Aduh, bagaimana ini! Aku harus cepat."


Artha pun berlari mengambil hape nya, tanpa balik ke tempat Dirta, diapun menelepon Arga. Tapi Arga tidak mengangkat panggilannya karena dia sedang mengikuti kelas.


Artha buru-buru kembali ke tempat Dirta tapi mereka terlambat Riko sudah menuju ke kasir.


Keduanya merasa lega, saat tidak melihat Mama Mirna ada di sana. Tapi mereka tidak tahu jika Riko bukannya pulang tapi masuk ke dapur untuk mencari Mirna.


Artha dan Dirta kembali sibuk mempersilakan tamu yang baru saja tiba dan mencari tempat duduk yang kosong untuk mereka.


Riko bertanya kepada pelayan yang baru keluar dari dapur, lalu pelayan itu memberitahu jika Mirna sedang membantu koki yang sedang kerepotan memasak pesanan.

__ADS_1


Akhirnya pelayan pun meminta Riko untuk masuk ke dalam dapur, karena dia tidak bisa menemani ataupun mengantar Riko.


Ternyata benar, Riko melihat seorang wanita sedang berkutat dengan alat-alat masak. Dia berdiri mematung dan tak kuasa air matanya pun menetes.


Kerinduannya akan sosok Mirna membuat Riko tak mampu berkata sepatah kata pun hingga asisten koki menegurnya.


"Bapak kenapa di sini! Maaf Pak, tolong tunggu di luar saja. Kami sedang repot menyiapkan pesanan."


Riko tidak mengindahkan omongan asisten koki tersebut, dan dia terus menatap Mirna hingga membuat sang asisten pun menguatkan nada suaranya, untuk mengusir Riko.


Mirna yang mendengar hal itupun penasaran, lalu dia berbalik dan Mirna sangat terkejut hingga sutil panas yang saat ini ada di tangannya terjatuh ke lantai, mengenai kakinya.


Riko yang melihat hal itupun berteriak dan berlari hendak memegang kaki Mirna yang sedikit tergores.


Riko mendongak tapi Mirna membuang wajah ke arah lain, dia tidak mau sampai Riko melihatnya yang hampir menangis.


"Sayang, ternyata kamu di sini. Ini aku, Riko suamimu. Mir, apakah kamu tidak mengenali ku? Pandanglah aku, aku merindukanmu dan Arga putra kita."


Air matapun tak kuasa di bendung lagi, Mirna menangis begitu juga Riko. Riko yang sangat merindukan Mirna hendak memeluknya, tapi Mirna malah mendorongnya.


Riko terkejut, dia tidak mengira jika Mirna telah berubah, lalu Riko pun berkata, "Sayang, kenapa kamu seperti ini? Aku masih hidup Sayang. Aku sangat merindukanmu."


Saat Riko mengatakan hal itu, Fras sudah berdiri di belakangnya. Fras menatap Mirna yang berdiri sambil menangis, lalu dia melewati Riko dan menarik Mirna ke dalam pelukannya.

__ADS_1


Mirna terisak-isak, Fras paham akan apa yang dirasakan istrinya saat ini.


"Lepaskan dia Fras! Dia istriku," pinta Riko sembari menarik tangan Fras."


Fras makin mempererat pelukannya, dia tidak akan melepaskan Mirna karena wanita itu sekarang bukan lagi istri Riko tapi ibu dari calon bayi mereka.


Riko terus memaksa hingga Mirna di sela Isak tangisnya pun berteriak, "Lepaskan suamiku! Kau tidak berhak atas diriku lagi!"


Mata Riko makin berkaca-kaca, dia tidak menyangka jika Mirna sanggup membentaknya.


"Mir, ini aku sayang, aku masih hidup, kenapa kamu perlakukan aku seperti ini!"


"Kamu kemana saja selama ini? Kenapa kamu musti muncul lagi di hadapanku? Aku benci kamu! Aku benci, hiks...hiks...hiks," ucap Mirna sambil menangis dan kembali membenamkan wajahnya ke dada Fras.


Fras mencium puncak kepala Mirna dan mengelus rambutnya, lalu diapun berkata, "Pergilah Riko, biarkan Mirna tenang dulu. Dia saat ini sedang syock, nanti aku akan atur waktu agar kalian bisa membicarakan semuanya dan agar kamu bisa bertemu dengan Arga."


"Tapi Fras..." ucapan Riko terhenti saat melihat Fras mengacungkan tangan pertanda melarang Riko meneruskan ucapannya.


"Pergilah! jika Mirna sudah siap untuk berbicara, aku akan menghubungimu, aku janji," ucap Fras.


Riko pun tidak bisa bersikeras lagi, dia sedih melihat Mirna sepertinya enggan melihat dan bertemu dengannya.


Perlahan Riko mundur sembari menyeka air mata yang tak berhenti menetes. Saat ini hati Riko sangat sakit dan dia menjadi pria cengeng karena wanita yang sangat dicintai sudah berubah.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2