
Kenzia Langsung membuka Pintu Toilet tersebut namun Kenta segera mendorongnya kembali ke dalam dan dia pun ikut masuk ke sana.
Kenzia melihat wajah Kenta memerah karena menahan marah, dia menelan salivanya.
“Kak Kenta kenapa kamu ada di sini bukankah kak Kenta pergi bertemu bang Jack ya ,” tanya Kenzia.
Kenta tidak menjawabnya, dia terus berjalan menghampiri Kenzia sampai Kenzia sudah bersandar di dinding Toilet tersebut, kenta Terus saja berjalan ke arahnya.
“Kak Kenta kenapa sih, kenapa uummmppp....ummmppp...
Kenta terus menerkam bibir Kenzia dan mulai meraba-raba punggungya, Kenzia hampir Kehabisan nafas tapi tetap saja Kenta tidak melepasnya.
Kenzia meronta-ronta agat Kenta melepasnya dan saat Kenzia merasakan kalau tangan Kenta membuka kancing bajunya dengan sekuat tenaga Kenzia mendorong kenta sehingga Kenta terlepas dari dirinya.
“Kenapa ?.. kenapa kamu mendorong aku hah, bukankah ini yang kamu mau, kamu mau di raba-raba kan, kamu butuh belaian kan, kenapa kamu tidak bilang sama aku, aku juga bisa melakukannya Ken, kenapa harus Arjuna yang melakukan itu sama kamu hah...,” bentak Kenta, Kenzia kaget mendengar pernyataan Kenta tersebut.
“Jadi sedangkal itu penilaianmu terhadapku Kak, aku tidak menyangka kalau kamu sepicik itu, aku menyesal sudah menerima kamu kak,” ucap Kenzia lalu pergi dari sana.
Kenta mengacak-ngacak rambutnya, dia menyesal telah melecehkan Kenzia dan yang lebih parahnya lagi dia telah menuduh Kenzia yang bukan-bukan karena cemburu yang menguasai hatinya itu.
Kenta mengejar Kenzia, namun netranya melihat di atas meja Yang ada di Pantry tersebut Ada benda yang tidak asing di matanya, Kenta menggepalkan tangannya saat mengetahui kalau benda itu adalah Anting yang di berikannya kepada Kenzia dan sebuah surat di sana.
“Maaf Kak Kenta, aku tahu selama ini anting yang kamu berikan kepadaku sudah kamu sematnya alat penyadap, dan aku tahu kamu cemburu namun aku tidak terima kamu menganggapku sebagai perempuan murahan dan aku kecewa terhadap perlakuanmu hari ini padaku, jangan mencariku lagi,” begitulah bunyi surat itu, kenta semakin menyesal karenanya, dia menelfon Kenzia berkali-kali namun Ponselnya tidak Aktif, Kenta menjambak rambutnya, dia menyesal telah melakukan itu pada Kenzia namun semua itu sudah terlambat karena Kenzia sudah menjauh darinya.
“Maafkan aku Ken, maafkan kesalahanku...aku menyesal Ken aku sungguh menyesal ,” ucapnya Lirih.
__ADS_1
Kenzia kini sudah berada satu Kota tepatnya di Puncak Raya Bogor, dia ingin menenangkan diri di sana, dia kesana sendirian dan tidak memberitahukan kepada Arjuna maupun Kenta.
Kenzia sekarang sudah berada di sebuah Restoran yang ada di sana sambil menikmati makanan yang di sajikan di sana.
Dia makan memesan banyak sekali makanan, itu yang sering dia lakukan ketika dia sedang kesal dan sedih, makan adalah satu solusi untuk membuat moodnya kembali membaik.
Ketika dia sedang asik menikmati makanannya tiba-tiba saja ada seorang pria berwajah agak kebule-bulean duduk di sampingnya dan segera merangkulnya.
“Tolong bantu saja, saya lagi di kejar-kejar sama preman, bersikaplah seolah-olah kamu adalah pacar saya,” ujar Pria yang kelihatannya sudah berumur itu. Kenzia mengerutkan keningnya dan melakukan apa yang di minta oleh pria itu.
Di saat para Preman-preman berbadan besar itu mendekat ke arah mereka, tiba-tiba Pria itu memposisikan wajahnya mendekat ke wajah Ken seolah-olah mereka sedang berciuman, dan kebetulan posisi duduk mereka berada di meja paling pojok sehingga agak terhalang pandangan dari luar Restoran itu.
Para Preman itu sudah pergi dari sana, kenzia memegang kerah baju pria itu dan hendak menonjoknya.
“Sabar- sabar Nona, saya hanya minta bantuan dari Nona saja, saya di kejar-kejar oleh Preman- preman itu,” ujar Pria tersebut.
“Aku tidak percaya sama anda, bisa jadi anda itu pencopet yang mereka kejar dan mencoba menipu saya,” ucap Ken masih saja memegang kerah baju Pria tersebut.
“Saya tidak bohong Nona, mereka sedang memburu Kunci duplikat yang saya buat dua puluh tahun yang lalu milik seorang Pengusaha Sukses di masa itu dan saya tidak tahu kenapa mereka memburu Kunci itu,” ujar Pria itu.
Kenzia kaget dan menelisik wajah Pria brewokan itu dan dia sepertinya sangat Familiar dengan wajah itu.
“Apa anda Bernama Lucki ?” tanya Ken, pria Itu mengerutkan keningnya.
“Dari mana Nona tahu nama saya, apa Nona itu satu komplotan dengan mereka,” ucap Pria itu sambil meronta- ronta hendak melepaskan diri dari Kenzia.
__ADS_1
“Jangan takut aku akan melepaskan anda , aku hanya ingin tahu apa kunci duplikat itu adalah milik pengusaha yang bernama Pramana Dirgantara ?”
“Siapa Nona sebenarnya ?” tanya Lucki heran karena Gadis di depannya bisa tahu tentang semua itu, padahal itu sudah terjadi dua puluh tahun yang lalu.
Kenzia melepaskan pegangannya di kerah baju Lucki.
“Aku putrinya Pramana, Kenzia Astuti Dirgantara, aku sangat senang sekali bisa bertemu dengan Paman Lucki, aku sudah mencarimu ke mana-mana dan akhirnya tuhan mempertemukan kita di sini,” ucap Ken senang.
Lucki kaget dengan pernyataan Kenzia itu, namun dia tidak serta merta mempercayai kalau Kenzia adalah anak dari sahabatnya itu, bisa jadi dia adalah suruhannya Bos preman-preman tadi juga dan menyuruhnya mengaku-ngaku kalau dia adalah anak sahabatnya itu.
“Apa buktinya kalau kamu Putrinya Pramana, setahuku Putrinya Pramana sudah meninggal bersama Istrinya dan Pramana pun sampai sekarang tidak ada yang mengetahui di mana dia berada sekarang,” ujar Lucki
“Paman harus percaya sama aku, aku adalah Kenzia Putrinya Pramana, aku tidak bohong paman,” ujar Kenzia lagi, namun berulang kali Kenzia meyakinkan Lucki akan tetapi Lucki masih tetap tidak percaya dengan perkataan Kenzia itu, Lucki hendak pergi meninggalkan Kenzia namun Kenzia berusaha kembali untuk meyakinkannya.
“Paman, aku mempunyai Kotak tua itu, namun hari ini tidak aku bawa, bolehkah aku mengetahui tempat tinggalmu agar aku bisa membawanya ke sana agar paman yakin kalau aku benar-benar Kenzia yang Asli bukan penipu,” ujar Kenzia.
"Kamu mencoba menjebakku ya gadis kecil, aku tahu niat busukmu, setelah kamu mengetahui tempat tinggalku kamu akan menyuruh preman-preman itu mendatanginya dan menyutuh mereka menangkap saya Kan ?" ujar Lucki
"Paman jangan Suudzon sama aku, dosa loh paman ," ujar Ken.
"Sata tidak Susudzon tapi saya waspada, nyawa saya bisa melayang kalau saya tidak begitu, saya tahu kalau mereka suruhan Bramantyo, kamu bisa jadi salah satu dari mereka." ujar Lucki
"Baiklah kalau begitu Paman yang tentukan tempatnya, besok aku kembali dengan membawa kotak tua itu dan Paman harus membawa Kunvinya ," ujar Kenzia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1