DENDAM SANG PEWARIS

DENDAM SANG PEWARIS
Berkas Berharga


__ADS_3

"Vera kembali ke Pekerjaannya, sedangkan Ken langsung menuju ke Ruangan Arjuna. Sebelum Kenzia mengetuk pintu ruangan Arjuna, Arjuna sudah membukakannya dari dalam dan tersenyum manis ke arah Kenzia.


 “Bagaimana sayang, kamu suka kejutan aku pagi ini?” tanya Arjuna


“Aku sangat terkejut, tapi apa itu enggak berlebihan sayang, aku takut kalau Papa kamu tahu dia akan memisahkan kita, aku kan hanya seorang OG di kantor kamu dan aku tidak pantas mendampingi kamu,” ucap Ken dengan nada sedihnya.


“Kamu jangan khawatir sayang, walaupun Papa melarangku aku tidak akan mengikuti kemauannya karena aku sangat mencintai kamu, makanya mulai sekarang kamu akan menjadi Sekertarisku, gimana apa kamu bersedia ?” tanya Arjuna


“Apa sayang, kamu mau menjadikan aku Sekertarismu ?, aku tidak yakin kalau aku bisa bekerja sebagai Sekertarismu dengan baik, aku hanya Lulusan SMA sayang, apa kata dunia kalau kamu memberi pekerjaan itu padaku, aku tidak mau mereka men- Judge aku nantinya,”


“Siapa yang berani membicarakanmu, kamu katakan saja padaku sayang, aku tidak akan membiarkan seorang pun menghina kamu,” ucap Arjuna meyakinkan Kenzia


“Baiklah kalau begitu, aku bersedia asalkan kamu menjamin kalau tidak ada yang akan ngomong jelek tentang aku di Kantor ini  ,” ucap Ken


“Aku akan pastikan itu enggak akan terjadi sayang, ayo masuk ,” ajak Arjuna, Ken Pun masuk ke Ruangan itu lalu duduk di Sofa, dia memperhatikan Arjuna yang sudah duduk di Meja kerjanya dan melihat dia sedang menanda tangani beberapa File yang ada di mejanya. Kenzia mulai berjalan menghampiri Arjuna dan mulai memijit bahu Arjuna.


“Sepertinya kamu sangat kelelahan sayang, biar aku pijitin ya ,” ucap Ken


“Kamu baik sekali sayang, kamu paling mengerti aku, Karena Papa ingin mewariskan semua Perusahaan kepadaku, aku harus Ekstra bekerja dalam beberapa hari ini karena semua tanggung jawab perusahaan ini ada di tanganku sekarang ,” ucap Arjuna


“Jangan terlalu kecapean ya sayang, aku tidak mau kalau kamu sampai jatuh sakit karena terlalu lelah, kalau ada yang bisa aku bantu kamu bilang saja ya,” ujar Kenzia


“Iya sayang,” ucap Arjuna sambil tersenyum manis ke arah Kenzia.


Kenzia kembali duduk di Sofa, dia mulai membuka-buka majalah yang ada di sana, namun belum sempat dia membacanya Arjuna sudah memanggilnya.


“Sayang apa kamu mau mengambil berkas yang ada di Lemari itu sebentar ?” tanya Arjuna

__ADS_1


“Di Lemari mana sayang ?” tanya Kenzia


“Itu di Lemari di samping Figura besar itu,” ujar Arjuna, Kenzia mulai berjalan menghampiri Lemari itu dan mulai membukanya, terlihat banyak sekali map ada di sana.


“Sayang yang mana yang harus aku ambil, mapnya warna apa ya ?” tanya Kenzia.


“Itu map hitam yang bertuliskan dengan tinta emas sayang ,”


“Oh yang ini ya ?” ucap Kenzia sambil memperlihatkan Map Itu ke arah Arjuna, Arjuna mengangguk lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.


Apa sih isi map ini, sepertinya sangat berharga karena di tulis dengan Tinta emas segara, aku jadi penasaran apa isinya,, Batin Kenzia


“ Sayang kenapa lama sekali,” ucap Arjuna enggak sabaran.


“Iya sayang, aku lagi menyusun map yang berantakan nih, Aku datang ,” ucap Kenzia segera menghampiri Arjuna agar dia tidak mencurigainya.


Kenzia menaruh Map itu di atas meja kerjanya Arjuna, dan dia masih berdiri di sana dan ingin sekali menanyakan kepada Arjuna tentang isi map tersebut akan tetapi dia takut kalau Arjuna curiga kepadanya.


“Loh kenapa masih berdiri saja sayang, sana kembali duduk,” suruh Arjuna.


Kenzia masih melihat ke arah Map itu sehingga Arjuna menatap ke arahnya.


“Kamu kenapa sih sayang, kenapa kamu menatap ke arah Map Itu dengan tatapan begitu sih, apa kamu penasaran apa isinya ?” tanya Arjuna.


Kenzia tersentak karena Arjuna mengetahui apa isi kepalanya itu, dia berusaha mengelaknya.


“Enggak kok sayang, aku hanya melihat mapnya itu bagus karena di tulis dengan tinta emas, aku hanya berpikir kalau mungkin berkas itu sangat berharga tapi kenapa hanya di taruh begitu saja di lemari itu dan tidak di Kunci pula,” ujar Kenzia

__ADS_1


“Kamu genius sayang, ini memang berkas berharga, di sini semua ada data-data semua Investor baik dati dalam Negeri maupun Luar Negeri dan juga berkas-berkas berharga lainnya, karena tidak sembarangan orang bisa masuk ke ruangan ini makanya Berkas ini di taruh begitu saja di sana. Apa kamu mau melihatnya ?” tanya Arjuna.


“Ah tidak-tidak sayang, aku tidak pantas melihatnya, aku kan bukan siapa-siapa di keluarga kamu, nanti Papa kamu malah marah lagi ,” ucap Kenzia pura-pura menolak padahal dia sangat ingin Tahu apa yang ada di dalam Map Itu.


“Enggak apa-apa sayang, kamu kan sebentar lagi akan menjadi Nyonya Arjuna Dirgantara, kamu pantas mengetahui semuanya sayang,” ujar Arjuna


“Kenapa kamu sangat percaya sama aku Sayang, apa kamu enggak takut kalau aku berkhianat padamu dan membeberkan semuanya kepada orang lain,” ujar Kenzia


“Aku percaya sama kamu sayang, lagi pula mana ada orang yang mau berkhianat bilang-bilang, ada-ada saja sih kamu sayang ha.. ha..,” Arjuna tertawa menanggapi ucapan Kenzia.


“Iya juga sih sayang he.. he..,”


“Ayo duduk sini ,” suruh Arjuna sambil menepuk pahanya agar Kenzia duduk di sana.


Kenzia pun menjadi kaget dan dengan terpaksa dia menuruti keinginan Arjuna itu agar dia bisa membaca apa yang ada di dalam berkas itu, Kenzia tidak menyangka kalau di Luar Ruangan itu ada sepasang mata yang melihat ke arah mereka dengan wajah memerahnya.


Kenzia merasa Risih duduk dengan posisi seperti itu, tapi dia berusaha menahannya karena keingintahuan yang sangat besar, dia terus saja membacanya dan akhirnya selesai juga, dia tersenyum puas ketika mengetahui kalau berkas itu adalah Berkas yang dia cari selama ini, tapi tangan Arjuna yang Mengelitik punggungnya membuatnya segera bangkit dari sana dan buru-buru pamit ke Toilet.


“Sayang aku kebelet nih, aku ke Toilet dulu ya ,” ucap Kenzia segera pergi keluar Ruangan itu, Arjuna tertawa melihat tingkah Kenzia setelah dia berbuat begitu padanya.


“Sayang...di sini juga ada Toilet Loh, kamu mau ke mana ?” tanya Arjuna


“Aku pakai Toilet yang di Pantry saja, di sini enggak aman nanti kamu ngintip lagi ,” ucap Kenzia yang membuat Tawa Arjuna semakin kencang.


“Kenzia.. Kenzia...itulah yang membuat aku semakin tergila-gila padamu sayang ,” ucap Arjuna kemudian melanjutkan pekerjaannya.


Saat berada di Toilet Pantry, Kenzia langsung menelfon Kenta namun dia kaget karena suara ponsel Kenta berbunyi persis di depan Pintu Toilet itu.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2