
Sekitar sehari kemudian, di pinggir hutan lebat masih di dekat kota perbatasan, tampak Wisana sedang duduk di batu besar dipinggir kali kecil.
Kondisi Wisana makin berantakan sekarang ini, dia benar-benar seperti orang gila. Dia kehilangan Lina dan sekarang membunuh dua pasukan pribadi Ibu suri, jelas saja dia sangat berbeban berat.
“Energimu kuat, aku mau kekuatanmu.” seorang pria dengan tampang lelaki muda dengan baju terbuat dari sutera mahal tetapi sudah kotor semua kena debu, tiba-tiba sudah berdiri di dekat Wisana. ternyata Asoka, dia setengah hari saja dari ibukota sudah mencapai kota perbatasan,
“Siapa kau?” Wisana memandang Asoka dengan tatapan malas, padahal sosok depan dia ini jelas-jelas tampak berbahaya, dengan pandangan haus energi manusia.
“Aku Asoka, ketua perguruan Elang.”
“Asoka? Setauku Asoka itu sudah tua. aku pernah bertemu dia.” Wisana mengingat jika Asoka seorang pria tua.
“Ooo aku ingat kamu, kamu Wisana kan. Kenapa kamu jadi gembel begini?” Asoka tertawa, matanya memandang hina ke Wisana, sebentar lagi dia akan melahap energi Wisana,
“Bukan urusanmu, pergi sana,” Wisana kaget pria ini tau dia, tetapi jelas ini bukan ASoka yang dia kenal. Siapa pria ini?
Asoka terkekeh, tawanya kali ini, entah kenapa membuat bulu kuduk Wisana berdiri.
“Energi mu bagus, jelas kamu cukup berlevel tinggi. energimu akan menjadi milikku.” Asoka sudah berdiri depan Wisana sekarang bersiap untuk membunuh Wisana.
Wisana malah tidak perduli, katanya.”bunuh saja aku!”
__ADS_1
Asoka heran melihat Wisana tidak berniat melawan dia, kemudian dia berkata.”siapa yang mempermalukanmu? tampaknya lawan yang hebat.”
Asoka segera saja memperkirakan jika Wisana ini habis kalah dengan memalukan, dia senang melihat Wisana yang putus asa hendak mati.
“Seorang pemuda bernama Dewa, aku buka apa-apa dia. bakan tadi gagak hitam di bunuhnya.” Wisana mulai bercerita sedikit.
“Apa Gagak hitam tewas?” Asoka tampak kaget dan kecewa, Gagak hitam adalah salah satu target dia. untuk mendapatkan energi yang besar.
“Cuma dengan satu kali gerakan, dia bakan tau kelemahan rawa rontek.” Wisana mulai bercerita bersemangat melihat yang ngaku-ngaku Asoka, tampaknya cukup berpotensi buat membalas dendam ke Dewa
Asoka ternsenyum, jelas ini pasti ulah prabu Dewa, target dia, energi Dewa pasti sangat besar.
Wisana melotot marah, bagaimanapun dia orang kaya raya. tetapi kemudian dia menenangkan diri dan berpikir sejenak, katanya, "untuk apa aku menjadi pelayanmu?”
“Untuk selembar nyawa tidak berhargamu,”
“Sudah kubilang bunuh saja aku…” Wisana tertawa, buat dia mati mungkin lebih baik dari pada hidup di permalukan seperti sekarang.
Asoka terdiam, keinginan mati Wisana telah membangkitkan energi gelap di dalam Wisana, roh busuknya itu jadi milik kegelapan.
“Aku akan memberimu kekuatan, sehingga kamu dapat membunuh lelaki yang mempermalukanmu.”Asoka tersenyum menyeringai, seharusnya Wisana bisa berguna, dia awalnya mau langsung tabrak ke Dewa, tetapi tidak ada salahnya mengikuti nasihat Nira untuk berhati-hati.
__ADS_1
“Tidak akan semuda itu, kekuatan kami terpisahkan jauh.” Wisana mengetaui perbedaan tingkat level dia dan Dewa yang terpisahkan jurang begitu lebar.
Asoka malas berbicara lagi, dia mengangkat Wisana dengan tangan kirinya, sedang telapak kanannya mengirim energi kegelapan ke dada Wisana.
Wisana sesaat berontak kecil, tetapi akhirnya menururt karena mersakan ledakan energi dasyat menuju inti energi dia, berhasil energi itu menyatu dengan Wisana.
Setelahnya Asoka melemparkan Wisana ke depan dia. Wisana kini terjatuh di rerumputan.
Wisana sekarang bisa merasakan energi yang sangat kuat merambati dirinya. Energi itu kini bersatu dengan energi dia.
“Apa ini…” Wisana jelas merasakaget.
“Energi murni kegelapan dari jurus gerbang neraka.”Asoka tersenyum melihat Wisana bisa menerima energinya.
“Jika begini ayo kita cari yang bernama Dewa itu.” Wisana tertawa, dia merasa sangat kuat sekarang. Energi negatif itu langsung memberinya pikiran jahat.
“Aku akan ambil Lina, haha.” Wisana merasakan dia bisa melawan Dewa sekarang ini dan bisa memiliki Lina lagi.
Tetapi tidak di ketaui Wisana jika mukanya jadi sangat jelek sekarang, sebagai efek energi negatif dari Asoka ke dirinya.
Asoka justru jadi ganteng rupawan karena dia menguasai ilmu hitam pemindah jiwa dari gerbang neraka, sedang Wisana hanya menerima energi Asoka saja, yang memancing energi kegelapan Wisana untuk bangkit dan bersatu dengan energi kegelapan Asoka.
__ADS_1